Demokrat Ungkap Lambatnya Deklarasi Cawapres Penyebab Elektabilitas Anies Turun

Mula AkmalMula Akmal - Senin, 05 Juni 2023
Demokrat Ungkap Lambatnya Deklarasi Cawapres Penyebab Elektabilitas Anies Turun

Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Demokrat Andi Arief usai diperiksa sebagai saksi. ANTARA/Benardy Ferdiansyah

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Sosok Anies Baswedan menempati urutan ketiga elektabilitasnya sebagai calon presiden (Capres) dibandingkan dengan Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo, dalam hasil survei Indikator Politik Indonesia (IPI).

Ketua Bappilu Partai Demokrat, Andi Arief menduga, urutan paling buncit atau kalah pamor dari Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto, disebabkan karena Anies lamban dalam mengumumkan calon wakil presiden (Cawapres) untuk pendampingnya.

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Tinggalkan Istana, Ma'ruf Amin Mantapkan Dukungan ke Anies

Padahal Anies merupakan tokoh yang lebih dulu dideklarasikan sebagai bacapres oleh NasDem, PKS dan Demokrat ketimbang calon lain yaitu Subianto dan Ganjar.

"Cenderung menurun elektabilitasnya dugaan kami karena lambannya proses deklarasi (pengusungan cawapres)," ujar Andi Arief kepada wartawan, Senin (5/6).

Ia berpandangan, pengumuman sosok pendamping Anies cukup penting dan berdampak pada elektabilitas mantan Gubernur DKI Jakarta itu dalam mengarungi kontestasi Pilpres 2024. Pasalnya, bukan tidak mungkin pengumuman pendamping Anies akan membuat partai politik di luar KPP tambah panik.

Oleh karena itu, Andi mengusulkan agar secepatnya Anies Baswedan dan KPP mengumumkan sosok Cawapres untuk mempersiapkan keperluan sedini mungkin.

Baca Juga:

Pertemuan SBY dengan Anies Belum Temukan Jawaban soal Cawapres

"Kita akan mengajukan usul kepada pak Anies agar bulan Juni ini segera dideklarasikan agar jaraknya tidak semakin jauh," tuturnya.

Seperti diketahui, Indikator Politik Indonesia merilis elektabilitas calon presiden (Capres) Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Dalam surveinya, Indikator Politik Indonesia simulasi 3 cama Capres yakni Prabowo Subianto, Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo.

Berikut hasil tiga nama simulasi Capres di Pemilu 2024:

Prabowo Subianto 38 persen

Ganjar Pranowo 34,2 persen

Anies Baswedan 18,9 persen. (Asp)

Baca Juga:

Sekjen Demokrat Sebut Ada Upaya Penguasa Jegal Pencapresan Anies Baswedan

#Anies Baswedan #Partai Demokrat #Capres 2024 #Debat Capres-cawapres
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Punya 2 Juta Suara Terbuang, Demokrat Usul Dapil Nasional
Pembahasan mengenai mekanisme tersebut, masih terus dilakukan id antara partai politik sebagai bagian dari penyusunan revisi Undang-Undang Pemilu.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
Punya 2 Juta Suara Terbuang, Demokrat Usul Dapil Nasional
Indonesia
Demokrat Bantah Pidato AHY Jadi Sinyal Pilpres 2029, Sebut Fokus Kawal Pemerintahan Prabowo
Partai Demokrat membantah pidato Agus Harimurti Yudhoyono menjadi sinyal Pilpres 2029.
Soffi Amira - Selasa, 08 September 2026
Demokrat Bantah Pidato AHY Jadi Sinyal Pilpres 2029, Sebut Fokus Kawal Pemerintahan Prabowo
Olahraga
PBV Paja One Juara AHY Cup 2026, AHY Dorong Pembinaan Atlet Muda
PBV Paja One menjadi juara AHY Cup 2026 di Jakarta Timur. AHY mendorong kompetisi voli ini berlanjut sebagai wadah pembinaan dan pencarian atlet muda.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 06 September 2026
PBV Paja One Juara AHY Cup 2026, AHY Dorong Pembinaan Atlet Muda
Indonesia
Anies Baswedan Soroti Bencana di Kalimantan dan NTT, Dorong Penguatan Koordinasi Lintas Sektor Serta Gotong Royong Masyarakat
Anies menilai masyarakat tidak boleh menganggap penderitaan akibat bencana sebagai sesuatu yang biasa.
Dwi Astarini - Sabtu, 22 Agustus 2026
Anies Baswedan Soroti Bencana di Kalimantan dan NTT, Dorong Penguatan Koordinasi Lintas Sektor Serta Gotong Royong Masyarakat
Indonesia
Merasa Tidak Diperhatikan AHY, Ketua DPC Demokrat Solo Mundur
Berbagai aspirasi yang selama ini disampaikan kepada pengurus di tingkat atas tidak pernah diwujudkan dalam bentuk dukungan nyata.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 02 Juli 2026
Merasa Tidak Diperhatikan AHY, Ketua DPC Demokrat Solo Mundur
Indonesia
Demokrat Balik Serang Deddy Sitorus: Terusik karena AHY Benar
Tak ada hasutan, AHY hanya menjelaskan peran partai politik dalam sistem demokrasi.
Dwi Astarini - Rabu, 24 Juni 2026
Demokrat Balik Serang Deddy Sitorus: Terusik karena AHY Benar
Indonesia
Demokrat Pertanyakan Posisi Politik PDIP agar Tidak Abu-abu, Ganjar Pranowo Beri Jawaban
Partai Demokrat ikut mempertanyakan posisi politik PDI Perjuangan (PDIP) terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Frengky Aruan - Senin, 22 Juni 2026
Demokrat Pertanyakan Posisi Politik PDIP agar Tidak Abu-abu, Ganjar Pranowo Beri Jawaban
Indonesia
Demokrat Sebut Putusan MK soal Kuota 30 Persen Caleg Perempuan Hanya Pertegas Aturan Lama
Sekjen Partai Demokrat Herman Khaeron buka suara soal putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mewajibkan partai politik memenuhi kuota 30 persen caleg perempuan.
Frengky Aruan - Selasa, 26 Mei 2026
Demokrat Sebut Putusan MK soal Kuota 30 Persen Caleg Perempuan Hanya Pertegas Aturan Lama
Indonesia
Wacana Kemendikti Saintek Hapus Prodi di Universitas, Anies Baswedan: Harusnya Menjembatani, bukan Menggantikan
Jika negara hadir memanfaatkan alat kuasa lewat sekolah sebagai pencetak tenaga kerja, hal yang muncul ialah Indonesia hanya sebagai negara pengguna, alih-alih menghasilkan inovasi lewat lulusannya.
Dwi Astarini - Rabu, 29 April 2026
Wacana Kemendikti Saintek Hapus Prodi di Universitas, Anies Baswedan: Harusnya Menjembatani, bukan Menggantikan
Indonesia
Demokrat Tolak Usulan KPK, Masa Jabatan Ketum Parpol Dinilai Urusan Internal
Demokrat menolak usulan KPK terkait masa jabatan ketum parpol. Demokrat menilai, kebijakan itu merupakan urusan internal partai.
Soffi Amira - Jumat, 24 April 2026
Demokrat Tolak Usulan KPK, Masa Jabatan Ketum Parpol Dinilai Urusan Internal
Bagikan