Demokrat Ungkap Lambatnya Deklarasi Cawapres Penyebab Elektabilitas Anies Turun
Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Demokrat Andi Arief usai diperiksa sebagai saksi. ANTARA/Benardy Ferdiansyah
MerahPutih.com - Sosok Anies Baswedan menempati urutan ketiga elektabilitasnya sebagai calon presiden (Capres) dibandingkan dengan Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo, dalam hasil survei Indikator Politik Indonesia (IPI).
Ketua Bappilu Partai Demokrat, Andi Arief menduga, urutan paling buncit atau kalah pamor dari Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto, disebabkan karena Anies lamban dalam mengumumkan calon wakil presiden (Cawapres) untuk pendampingnya.
Baca Juga:
[HOAKS atau FAKTA]: Tinggalkan Istana, Ma'ruf Amin Mantapkan Dukungan ke Anies
Padahal Anies merupakan tokoh yang lebih dulu dideklarasikan sebagai bacapres oleh NasDem, PKS dan Demokrat ketimbang calon lain yaitu Subianto dan Ganjar.
"Cenderung menurun elektabilitasnya dugaan kami karena lambannya proses deklarasi (pengusungan cawapres)," ujar Andi Arief kepada wartawan, Senin (5/6).
Ia berpandangan, pengumuman sosok pendamping Anies cukup penting dan berdampak pada elektabilitas mantan Gubernur DKI Jakarta itu dalam mengarungi kontestasi Pilpres 2024. Pasalnya, bukan tidak mungkin pengumuman pendamping Anies akan membuat partai politik di luar KPP tambah panik.
Oleh karena itu, Andi mengusulkan agar secepatnya Anies Baswedan dan KPP mengumumkan sosok Cawapres untuk mempersiapkan keperluan sedini mungkin.
Baca Juga:
Pertemuan SBY dengan Anies Belum Temukan Jawaban soal Cawapres
"Kita akan mengajukan usul kepada pak Anies agar bulan Juni ini segera dideklarasikan agar jaraknya tidak semakin jauh," tuturnya.
Seperti diketahui, Indikator Politik Indonesia merilis elektabilitas calon presiden (Capres) Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Dalam surveinya, Indikator Politik Indonesia simulasi 3 cama Capres yakni Prabowo Subianto, Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo.
Berikut hasil tiga nama simulasi Capres di Pemilu 2024:
Prabowo Subianto 38 persen
Ganjar Pranowo 34,2 persen
Anies Baswedan 18,9 persen. (Asp)
Baca Juga:
Sekjen Demokrat Sebut Ada Upaya Penguasa Jegal Pencapresan Anies Baswedan
Bagikan
Asropih
Berita Terkait
[HOAKS atau FAKTA]: Peluk Anies, Beban Korban Bencana Alam di Aceh Tamiang Langsung Hilang
SBY Dibawa-bawa dalam Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Demokrat Tegaskan itu Fitnah
SBY Bakal Lawan Akun Anonim Usai Difitnah Jadi Dalang Dugaan Ijazah Palsu Jokowi
[HOAKS atau FAKTA]: Anies Gelar Syukuran setelah Roy Suryo Dipenjara atas Kasus Dugaan Hoaks Ijazah Palsu Jokowi
Demokrat Respons Usulan Koalisi Permanen, Tegaskan Fokus ke Penanganan Bencana
Percepat Penanganan Bencana Sumatra, Demokrat Desak Pemerintah Buka Akses Bantuan Asing
[HOAKS atau FAKTA]: Puan Maharani Gandeng Anies Baswedan di Pilpres 2029, Pede Bisa Raih 68 Persen Suara
Jokowi Sebut Whoosh Investasi Sosial, Demokrat: Siapa yang Talangi Kerugiannya?
[HOAKS atau FAKTA]: Anies Sebut Sehebat Apapun Prabowo, Tetap Rusak Bila Sekelilingnya Orang-Orang Munafik yang Gila Jabatan
Partai Demokrat Dukung Menkeu soal Dana Pemda Mengendap, Tawarkan Solusi Efektif