Demo saat PSBB, Elemen Buruh Klaim Sebagai Pemanasan Jelang Mogok Nasional
Ratusan massa dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung DPR RI. Foto: MP/Kanu
MerahPutih.com - Ratusan massa dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung DPR RI. Demo berlangsung saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta.
Saat ditanya apa yang menjadi tujuan dari aksi itu, Presiden KSPI, Said Iqbal menyebut, bahwa aksi tersebut adalah aksi pemanasan menjelang aksi mogok nasional.
“Aksi ini sebagai pemanasan menjelang aksi mogok nasional buruh Indonesia tanggal 6-8 Oktober 2020,” kata Iqbal kepada wartawan, Rabu (30/9).
Baca Juga
PSBB Ketat DKI Mampu Turunkan Pergerakan Warga hingga 21 Persen
Ia menyebut bahwa elemen yang hadir dalam agenda unjuk rasa hari bukan hanya dari KSPI saja, melainkan ada beberapa konfederasi dan federasi juga ikut.
“Yang diikuti berbagai elemen buruh seperti FSPMI, FSP LEM, SPN, KSPI, KSPSI, dll,” ujarnya.
Yang menjadi tuntutan utama dalam agenda aksi unjuk rasa tersebut, Iqbal yang juga Presiden FSPMI ini mengatakan, bahwa agendanya masih seputar Omnibus Law Cipta Kerja.
“Tuntutan aksi adalah menolak RUU Cipta Kerja. Di mana buruh menilai pembahasan omnibus law antara Panja Baleg DPR RI bersama Pemerintah masih belum sesuai harapan buruh,” tutupnya.
Baca Juga
Dalam pantauan di depan gedung DPR RI, aksi dilakukan oleh sekitar 300 orang. Mereka diperintahkan oleh aparat Kepolisian agar tetap menerapkan protokol kesehatan selama melakukan aksi penyampaian pendapat, antara lain tetap mengenakan masker dan menjaga jarak aman. (Knu)
Bagikan
Berita Terkait
BPS Laporkan Rata-Rata Upah Buruh Pada 2025 Sebesar Rp 3,33 Juta Rupiah
Kurator Sritex Segera Lelang Aset Tanah dan Mesin, Janji Duit Buat Bayar Pesangon Buruh
Rabu Lusa Buruh Geruduk Istana, Bawa 3 Isu Besar
Upah Dinilai Tak Cukup untuk Hidup di Jakarta, Bos Buruh: Kami Kerja tapi Tetap Nombok
Buruh akan Demo Serentak Kamis (15/1), Tuntut Revisi UMP DKI dan RUU Ketenagakerjaan
Gubernur Pramono Jawab Tuntutan Buruh soal Subsidi Upah Rp 200 Ribu
Kalah Gede Ketimbang Buruh Panci di Karawang dan Pekerja di Vietnam, Presiden KSPI: Harusnya Gaji UMP Jakarta Rp 6 Juta per Bulan
Buruh Demo Depan Istana Negara Minta Penaikan UMP 2026, Polisi Ingatkan untuk tak Provokasi
KSPI Tolak UMP Jakarta 2026, Desak Revisi agar Mendekati KHL
Aksi Tolak UMP Jakarta 2026 Terus Berlanjut, Gubernur DKI Pramono Anung: Nominal Diputuskan dari Aspirasi Buruh dan Pengusaha