Demi Tingkatkan Kualitas, Wapres JK Usulkan PTS Merger

Eddy FloEddy Flo - Senin, 17 Juli 2017
Demi Tingkatkan Kualitas, Wapres JK Usulkan PTS Merger

Wapres Jusuf Kalla dalam sebuah acara Universitas di Padang (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengusulkan agar Perguruan Tinggi Swasta (PTS) secara sukarela melakukan merger agar terjadi efisiensi dalam penyelenggaraannya sehingga mampu meningkatkan kualitas.

"Bagaimana PTS bisa menjadi lebih efisien dengan teknologi. PTS perlu re-gruping atau merger agar tidak terlalu banyak dengan jumlah yang pantas sehingga bisa meningkatkan kualitas," kata Wakil Presiden M Jusuf Kalla saat membuka Musyawarah Nasional ke IV, Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABP PTSI) di Denpasar Bali, Senin (17/7).

Munas ke IV ABT PTSI diikuti oleh 395 orang perwakilan Perguruan Tinggi Swasta dari seluruh Indonesia. Turut dalam rombongan Wapres Jusuf Kalla antara lain menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohammad Nasir serta Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Lebih lanjut Wapres menjelaskan saat ini tidak lagi mementingkan jumlah PTS yang banyak namun lebih dipentingkan karena kualitasnya. Wapres menyatakan saat ini setidaknya ada 4.020 PTS di seluruh Indonesia. Jumlah ini dinilainya sudah sangat banyak.

Dengan banyaknya PTS ini tambah Wapres maka terjadi persaingan bagaimana bisa lebih murah dan cepat, akibatnya terkadang mengabaikan mutu. Disinilah revitalisasi itu diperlukan "Untuk apa jumlahnya banyak tapi tidak berkualitas. Karena itu dengan merger akan ada efisiensi sehingga bisa meningkatkan kualitasnya. Jadi kita butuh bukan lagi banyak jumlahnya tetapi kualitasnya," kata Wapres JK.

Wapres Jusuf Kalla mengatakan bahwa pengelolaan PTS pada akhirnya juga harus ada bisnisnya. Menurut Wapres tanpa surplus dalam pengelolaan PTS tidak akan bisa melakukan pengembangan dan meningkatkan kualitasnya.

"Apakah mungkin suatu saat Perguruan Tinggi dikelola seperti Perusahaan Terbatas (PT) karena juga sudah mengarah ke bisnis," kata Wapres.

Menurut Wapres pengelolaan PT seperti ini sudah biasa di seluruh dunia. Ketua Yayasan atau rektor tambah Wapres hanya bertindak sebagai CEO bukan pengajar sehingga bisa saja dipegang oleh orang yang bukan profesor.(*)

Sumber: ANTARA

#Jusuf Kalla #Wapres Jusuf Kalla #Perguruan Tinggi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
UI Masih Teratas dari 7 Kampus RI di 500 Besar Dunia, Budaya Riset Jadi PR Besar
QS World University Rankings 2027 menempatkan 7 kampus Indonesia di 500 besar dunia. UI tetap teratas, namun budaya riset masih jadi pekerjaan rumah besar.
Wisnu Cipto - Minggu, 26 Juli 2026
UI Masih Teratas dari 7 Kampus RI di 500 Besar Dunia, Budaya Riset Jadi PR Besar
Indonesia
Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Swasta Diusulkan Masuk RUU Sisdiknas
usulan itu disiapkan sebagai langkah menyelamatkan operasional perguruan tinggi swasta, terutama kampus-kampus kecil yang berpotensi tutup akibat tekanan dalam ekosistem pendidikan tinggi.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 19 Juli 2026
 Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Swasta Diusulkan Masuk RUU Sisdiknas
Fun
Mahasiswa Telkom Purwokerto Sidang Tugas Akhir dengan Riasan Black Metal, Ternyata Ini Alasannya
Mahasiswa DKV Universitas Telkom Purwokerto, Ragatama Arrauf Rahmaputra, viral setelah tampil dengan corpse paint saat sidang Tugas Akhir.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 09 Juli 2026
Mahasiswa Telkom Purwokerto Sidang Tugas Akhir dengan Riasan Black Metal, Ternyata Ini Alasannya
Indonesia
Masukan Diterima, Prabowo Janji Perbaiki Tata Kelola Perguruan Tinggi Indonesia
Presiden Prabowo Subianto menerima usulan akademisi dalam Sarasehan KSTI 2026. Fokus pada beasiswa doktor, riset BUMN, hilirisasi industri, dan kebebasan akademik.
Wisnu Cipto - Minggu, 28 Juni 2026
Masukan Diterima, Prabowo Janji Perbaiki Tata Kelola Perguruan Tinggi Indonesia
Indonesia
JK Ungkap Hasil Pertemuan dengan Prabowo, Bahas Proyek Energi Raksasa Senilai Rp 70 Triliun
JK membeberkan hasil pertemuan dengan Prabowo. Salah satu agenda utama yang dibahas adalah percepatan proyek energi nasional bernilai hingga Rp 70 triliun.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 11 Juni 2026
JK Ungkap Hasil Pertemuan dengan Prabowo, Bahas Proyek Energi Raksasa Senilai Rp 70 Triliun
Indonesia
Mendiktisaintek: 122 Prodi Ditutup pada 2026, Mayoritas Bertransformasi Sesuai Kebutuhan Industri
Mendiktisaintek menjelaskan penutupan 122 program studi pada 2026 dilakukan atas usulan kampus. Mayoritas bertransformasi menjadi lebih relevan dengan industri dan teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 02 Juni 2026
Mendiktisaintek: 122 Prodi Ditutup pada 2026, Mayoritas Bertransformasi Sesuai Kebutuhan Industri
Indonesia
Bukan Urusan Partai, PSI Ogah Beri Bantuan Hukum ke Grace Natalie
PSI beralasan kasus yang menyeret Grace bukan urusan partai karena melibatkan pernyataan yang menjadi tanggung jawab pribadi.
Wisnu Cipto - Rabu, 06 Mei 2026
Bukan Urusan Partai, PSI Ogah Beri Bantuan Hukum ke Grace Natalie
Indonesia
Rencana Kemendiktisaintek Tutup Program Studi Dinilai Salah Sasaran dan Berisiko Tinggi
Data menunjukkan ketimpangan yang nyata antara performa kampus dan kondisi makro ketenagakerjaan
Angga Yudha Pratama - Kamis, 30 April 2026
Rencana Kemendiktisaintek Tutup Program Studi Dinilai Salah Sasaran dan Berisiko Tinggi
Indonesia
Prodi Perguruan Tinggi Sepi Peminat Terancam Gulung Tikar, DPR RI Ingatkan Kampus Bukan Sekadar Pemasok Tenaga Kerja
Penerapan efisiensi yang berlebihan dalam dunia pendidikan berisiko menyempitkan ekosistem keilmuan nasional
Angga Yudha Pratama - Senin, 27 April 2026
Prodi Perguruan Tinggi Sepi Peminat Terancam Gulung Tikar, DPR RI Ingatkan Kampus Bukan Sekadar Pemasok Tenaga Kerja
Indonesia
DPR Panggil Kemendiktisaintek Terkait Pemangkasan Prodi di Kampus-Kampus Setelah Reses
Komisi X DPR RI akan mendalami wacana penutupan prodi tak relevan dengan memanggil Kemendiktisaintek usai masa reses
Wisnu Cipto - Senin, 27 April 2026
DPR Panggil Kemendiktisaintek Terkait Pemangkasan Prodi di Kampus-Kampus Setelah Reses
Bagikan