Merahputih.com - Polisi menangkap delapan orang terkait pembobolan rekening wartawan senior Ilham Bintang. Mereka adalah D, H alis Hendrik, H, R, T, W, J, A.
Dua diantaranya bahkan berjenis kelamin perempuan, mereka adalah H dan R. Dimana D adalah otak dibalik pembobolan rekening Ilham Bintang ini. D dicokok di Palembang, Sumatera Selatan.
"Ditangkap disalah satu kecamatan. Ini sindakat Palembang, sudah menangani kasus 4 kali di Kecamatan tersebut, di daerah Sitrap khusus untuk penipuan," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus di Markas Polda Metro Jaya, Rabu (5/2).
Baca Juga:
Polisi Pastikan Eks Kombatan ISIS Tidak Bisa Asal Masuk ke Indonesia
Yusri menjelaskan, tersangka merupakan sindikat penipuan asal Palembang, Sumatera Selatan.
Saat D diamankan di kediamannya di Palembang, polisi menemukan barang bukti berupa senjata api. Berdasarkan pemeriksaan sementara, tersangka D diketahui mempunyai beberapa jaringan penipuan lainnya di daerah lainnya.
Yusri mengungkapkan, polisi masih mendalami kasus penipuan tersebut yang melibatkan tersangka D.
"Tersangka D selain mempunyai jaringan di Jakarta, dia mempunyai jaringan yang lain, sudah ada beberapa korban. Masih kami dalami," ungkap Yusri.
Polisi menyita sebuah senjata api saat mencokok D. D sendiri diketahui punya jaringan penipuan selain di Palembang, yakni di Jakarta.
Akibat perbuatannya, D dan yang lain kini harus mendekam dibalik jeruji besi. Mereka dikenakan Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), Pasal 363 dan 263 KUHP, serta Undang-Undang Nomor 8 tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang.
"Ancaman hukumannya adalah 20 tahun penjara," katanya.
Laporan Ilham diketahui sudah masuk ke Polda Metro Jaya per tanggal 17 Januari 2020 lalu. Adapun laporan itu teregistrasi dengan nomor LP/349/I/Yan 2.5/2020/SPKT PMJ tertanggal 17 Januari 2020.
Baca Juga:
Lima Tersangka Ditangkap karena Ikut Merusak Musala di Minahasa Utara
Kasus ini bermula saat kartu SIM Indosat milik Ilham tidak bisa diakses saat berlibur akhir tahun ke Australia. Padahal pada waktu bersamaan, Ilham menyebut telah membeli paket roaming.
Saat mengecek ATM Commonwealth Bank di Melbourne pada tanggal 6 Januari 2020, Ilham melihat rekeningnya dikuras habis. Dia pun melapor ke otoritas Kepolisian Melbourne dan setibanya di Tanah Air membuat laporan polisi ke Polda Metro. (Knu)