Pilpres 2024

Deklarasi Sobat Anies di Solo

Andika PratamaAndika Pratama - Minggu, 12 Desember 2021
Deklarasi Sobat Anies di Solo

Ratusan relawan Anies Baswedan mendeklarasikan diri sebagai Sobat Anies di hotel Lor In Solo, Jawa Tengah, Minggu (12/12). (MP/Ismail)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Dukungan terhadap Anies Baswedan untuk maju di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 terus menguat. Kali ini, ratusan relawan mendeklarasikan diri sebagai Sobat Anies di Hotel Lor In, Solo, Jawa Tengah, Minggu (12/12).

Dewan Pembina Sobat Anies, Loh Sukmo Kuncoro mengatakan, deklarasi ini bagian dari upaya relawan memberikan dukungan pada Anies maju Capres 2024. Dengan deklarasi ini diharapkan mampu mendongkrak elektabilitas sosok Gubernur DKI Jakarta itu.

Baca Juga

JIS Mulai Dipasang Kursi, Anies: Karyanya Dikenang Sepanjang Sejarah Ibu Kota

"Dia (Anies) tidak punya partai. Meskipun demikian.kita berupaya keras supaya supaya elektabilitasnya terus naik," ujar Sukmo.

Diakuinya, saat ini partai akan mengusung capres yang punya elektabilitas tinggi. Untuk mendongkrak elektabilitas harus dilakukan harus dari sekarang.

"Jika deklarasi menunggu masa jabatan sebagai DKI 1 habis maka akan tidak efektif. Kita adakan sekarang," katanya.

Ratusan relawan Anies Baswedan mendeklarasikan diri sebagai Sobat Anies di hotel Lor In Solo, Jawa Tengah, Minggu (12/12). (MP/Ismail)

Ratusan relawan Anies Baswedan mendeklarasikan diri sebagai Sobat Anies di hotel Lor In Solo, Jawa Tengah, Minggu (12/12). (MP/Ismail)

Sebagai relawan, lanjut dia, akan berkomitmen menyosialisasikan sosok Anies pada masyarakat luas. Selain itu juga akan manfaatkan medsos untuk mengenalkan sosok Anies.

"Kita akan sosialisasikan visi misi Anies untuk indonesia. Sosialisasikan melalui media sosial. Supaya masyarakat mendapatkan informasi yang benar siapa Anies," katanya.

Baca Juga

Anies Terapkan PPKM Level 3 di Jakarta Selama Libur Nataru, Sederet Kegiatan Diperketat

Sukmo mengemukakan, sampai saat ini jumlah relawan Anies sudah mencapai ribuan. Dan relawan tersebut tersebar di setiap kota di Indonesia.

"Secara nasional sudah ada ribuan, seluruh kota di Indonesia sudah ada semua. Jumlahnya akan terus bertambah di kabupaten/kota," ucap dia.

Sukmo memastikan bahwa relawan Anies ini tidak pernah berafiliasi dengan partai maupun organisasi manapun. Setiap kegiatan yang dilakukan didanai menggunakan dana operasional sendiri.

"Kita tidak terlibat sama partai. Ini murni gerakan dari masyarakat," kata dia

Juru bicara sekaligus Humas Sobat Anies Maudi Asmarawati mengatakan, relawan sangat komitmen mendukung Anies lewat cara-cara positif. Ia menilai sosok Anies paling tepat untuk memimpin Indonesia ke depan.

"Pak Anies sebagai pemimpin masa depan Indonesia. Kinerja bagus dan tepat untuk memimpin Indonesia kedepan," tandasnya. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca Juga

Anies Canangkan Pembangunan Simpang Temu Lebak Bulus, Target 10 Bulan Rampung

#Pilpres #Pilpres 2024 #Anies Baswedan #Pemilu #Pemilu Presiden
Bagikan
Ditulis Oleh

Andika Pratama

Berita Terkait

Indonesia
Putusan MK soal Kuota Perempuan, Jangan Hanya Sekadar Syarat Administratif
Partai harus melakukan kaderisasi politik perempuan yang serius dan berkelanjutan
Frengky Aruan - Kamis, 28 Mei 2026
Putusan MK soal Kuota Perempuan, Jangan Hanya Sekadar Syarat Administratif
Indonesia
Demokrat Sebut Putusan MK soal Kuota 30 Persen Caleg Perempuan Hanya Pertegas Aturan Lama
Sekjen Partai Demokrat Herman Khaeron buka suara soal putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mewajibkan partai politik memenuhi kuota 30 persen caleg perempuan.
Frengky Aruan - Selasa, 26 Mei 2026
Demokrat Sebut Putusan MK soal Kuota 30 Persen Caleg Perempuan Hanya Pertegas Aturan Lama
Indonesia
Komisi II DPR Nilai Putusan MK Jadi Perlindungan Hak Politik Perempuan
MK memutuskan ketentuan keterwakilan perempuan paling sedikit 30 persen dalam pencalonan anggota DPR dan DPRD bersifat wajib dipenuhi partai politik.
Frengky Aruan - Selasa, 26 Mei 2026
Komisi II DPR Nilai Putusan MK Jadi Perlindungan Hak Politik Perempuan
Indonesia
Wacana Kemendikti Saintek Hapus Prodi di Universitas, Anies Baswedan: Harusnya Menjembatani, bukan Menggantikan
Jika negara hadir memanfaatkan alat kuasa lewat sekolah sebagai pencetak tenaga kerja, hal yang muncul ialah Indonesia hanya sebagai negara pengguna, alih-alih menghasilkan inovasi lewat lulusannya.
Dwi Astarini - Rabu, 29 April 2026
Wacana Kemendikti Saintek Hapus Prodi di Universitas, Anies Baswedan: Harusnya Menjembatani, bukan Menggantikan
Indonesia
Pembatasan Uang Tunai di Pemilu, PAN: Perlu Revisi UU dan Sistem Pengawasan Ketat
PAN angkat bicara soal pembatasan uang tunai di Pemilu. Hal itu dinilai membutuhkan revisi UU dan sistem pengawasan.
Soffi Amira - Senin, 27 April 2026
Pembatasan Uang Tunai di Pemilu, PAN: Perlu Revisi UU dan Sistem Pengawasan Ketat
Indonesia
KPK Usulkan Klausul Kaderisasi untuk Pencalonan Presiden hingga Kepala Daerah
KPK mengusulkan klausul kaderisasi dalam pencalonan presiden hingga kepala daerah. Langkah ini dinilai penting untuk mencetak pemimpin berkualitas.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 25 April 2026
KPK Usulkan Klausul Kaderisasi untuk Pencalonan Presiden hingga Kepala Daerah
Indonesia
KPK Bongkar Celah Korupsi di Parpol, Soroti soal Mahar hingga Biaya Pemilu
KPK mengungkap akar korupsi politik berasal dari internal partai. Soroti mahar politik, biaya Pemilu tinggi, hingga lemahnya transparansi keuangan.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 25 April 2026
KPK Bongkar Celah Korupsi di Parpol, Soroti soal Mahar hingga Biaya Pemilu
Indonesia
Pemerintah Tunggu Draf RUU Pemilu Dirampungkan DPR, Ingin Semakin Cepat Dibahas
Apabila RUU Pemilu semakin cepat dibahas lantaran idealnya RUU tersebut sudah selesai pada 2 tahun dan 6 bulan masa pemerintahan saat ini.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 25 April 2026
Pemerintah Tunggu Draf RUU Pemilu Dirampungkan DPR, Ingin Semakin Cepat Dibahas
Indonesia
Dasco Sebut DPR Tidak Buru Buru Bahas RUU Pemilu
Meski tahapan untuk Pemilu 2029 semakin dekat, tahapan-tahapan itu masih bisa berjalan dengan menggunakan Undang-Undang Pemilu yang lama.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 21 April 2026
Dasco Sebut DPR Tidak Buru Buru Bahas RUU Pemilu
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Anies Bagikan Kuota Haji Gratis untuk Umat, Bisa Ganti dengan Uang Tunai jika Tak Mau
Konten yang beredar merupakan hasil rekayasa AI, probabilitas atau kemungkinannya mencapai 99,1 persen.
Dwi Astarini - Sabtu, 18 April 2026
[HOAKS atau FAKTA] : Anies Bagikan Kuota Haji Gratis untuk Umat, Bisa Ganti dengan Uang Tunai jika Tak Mau
Bagikan