COE Indonesia 2022/2023

Dampak Positif Cup of Excellence Indonesia 2022/2023 Bagi Para Petani

Andreas PranataltaAndreas Pranatalta - Sabtu, 17 Desember 2022
Dampak Positif Cup of Excellence Indonesia 2022/2023 Bagi Para Petani

Biji kopi para petani akan dilelang dengan harga tinggi. (Foto: Unsplash/Christina Rumpf)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

AJANG Cup of Excellence (COE) Indonesia 2022/2023 telah rampung digelar dan mendapatkan nama-nama pemenang. Petani yang berhasil masuk dalam 40 besar didominasi dari Aceh, kemudian Jambi, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan.

Petani asal Aceh, Bahagia Ginting, berhasil keluar sebagai juara pertama dengan mendapatkan skor 90,59 poin. Angka ini cukup memuaskan dan membuat Bahagia mendapatkan Presidential Award, salah satu penghargaan bergengsi COE. Ini bukan kali pertama petani Aceh memenangi kompetisi. Tahun lalu, Dilen Ali Gogo berhasil menjadi juara pertama dengan skor 89,28 poin.

"Dari 138 petani dan kita menjadi juara satu itu sangat luar biasa dan itu sangat membahagiakan karena mengangkat harkat petani yang mengelola kebun itu sendiri," kata Asman, perwakilan dari tim Bahagia Ginting kepada Merahputih.com di Jakarta, Jumat (16/12).

Setelah menjadi pemenang COE Indonesia 2022/2023, lanjut Asman, mereka akan merawat dan memproduksi biji kopi lebih bagus lagi dan mengajak peserta lain untuk turut berpartisipasi.

"Kita ingin mereka juga bisa berada di posisi yang sama. Lewat kompetisi ini juga kopi-kopi produksi kami akan mendapatkan penawaran yang tinggi juga. Kita juga pastinya akan ikut kompetisi di tahun depan," lanjutnya.

Baca juga:

Pemenang Cup of Excellence Indonesia 2022/2023 Diumumkan, Petani Aceh Mendominasi

Dampak Positif Cup of Excellence Indonesia 2022/2023 Bagi Para Petani
Para pemenang COE Indonesia 2022 2023. (Foto: Merahputih.com/Andhika Hutama)


Asman mengatakan persiapan yang dilakukan untuk mengikuti COE Indonesia tahun ini pun sudah dilakukan sejak satu tahun yang lalu.

"Kita lebih prepare ke persiapan panennya. Panennya kita kumpul di satu kebun yang baik, disimpan, lalu ditunggu lelangnya kapan. Kendalanya tentu dengan cuaca dan kadang-kadang kan kita petani butuh uang," imbuhnya.

Dengan penghargaan Presidential Award yang diterima, tidak menutup kemungkinan kopi dari Bahagia Ginting mendapatkan penawaran yang cukup tinggi.

"Dananya nanti kita akan gunakan untuk pemupukan dan perawatan di kebun. Kedua tentu fasilitas, kemudian kita pakai untuk ibadah umroh keluarga," kata Asman.

Asman berharap ke depannya para petani Indonesia bisa semakin diperhatikan lewat ajang bergengsi seperti COE.

Baca juga:

Meski Kondisi Pandemi, SCAI Sukses Menggelar Banyak Program di Semester Pertama 2021

Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh SCAI (@aksi_scai)

"Bahwa petani bisa langsung ikut berpartisipasi, mendapatkan reward, dan mendapatkan harga yang luar biasa pada lelang yang akan datang. Mungkin tahun ini kita berharap harga lelangnya lebih besar dibandingkan tahun lalu."

Biji kopi dari pemenang COE Indonesia 2022/2023 nantinya akan dijual kepada penawar tertinggi dalam lelang yang dilakukan secara online pada Februari 2023. Ketua Umum Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI) Daryanto Witarsa berharap COE bukan hanya menjadi ajang kompetisi para petani, tetapi juga untuk pembeli yang berkelanjutan.

"Saya ambil testimoni pemenang tahun lalu, dibeli sama satu company di Jepang, dilelang dengan harga sangat tinggi. Di tahun ini, mereka kembali datang untuk ke kebun dan membeli langsung dari petaninya. Mereka akan ada repeat buying," tutup Daryanto. (and)

Baca juga:

Jadwal Lelang dan Komisi Cup of Excellence 2022/2023

#Kopi #Kuliner
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Café & Brasserie Expo 2026 di NICE PIK 2: Ajang Terbesar untuk Pelaku dan Pencinta Industri Kopi
Kunjungi Café & Brasserie Expo (CBE) 2026 pada 9-11 Oktober 2026 di NICE PIK 2. Temukan pameran kopi, pelatihan barista, peluang bisnis kafe, dan promo spesial BCA.
Angga Yudha Pratama - Kamis, 08 Oktober 2026
Café & Brasserie Expo 2026 di NICE PIK 2: Ajang Terbesar untuk Pelaku dan Pencinta Industri Kopi
Berita Foto
Kebun Kopi Sangga Buana dan Upaya Menjaga Ruang Hijau Jakarta
Petugas memilah biji kopi dari kebun kopi Sangga Buana di Kawasan Karang Tengah, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Rabu (23/9/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 23 September 2026
Kebun Kopi Sangga Buana dan Upaya Menjaga Ruang Hijau Jakarta
Fun
Dari Kebun Keluarga di Garut, 'Cing Cangkeling' Roemah Koffie Bawa Karakter Buah dan Gula Merah
Cing Cangkeling merupakan kopi single origin Mandalagiri, Garut, dari varietas Yellow Bourbon dengan notes stone fruit, anggur, beri, dan gula merah.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 18 September 2026
Dari Kebun Keluarga di Garut, 'Cing Cangkeling' Roemah Koffie Bawa Karakter Buah dan Gula Merah
Lifestyle
Kisah Keluarga Petani dari Mandalagiri Garut dalam Biji Kopi Cing Cangkeling Roemah Koffie
Berbeda dari sekadar menghadirkan varian kopi baru, Roemah Koffie membawa cerita kebun keluarga yang dirawat dan dikembangkan petani kopi asal Garut.
Dwi Astarini - Jumat, 18 September 2026
Kisah Keluarga Petani dari Mandalagiri Garut dalam Biji Kopi Cing Cangkeling Roemah Koffie
Kuliner
Gandeng G-DRAGON, McDonald's Hadirkan Menu Gochujang Butter di 13 Negara Asia
Menu gojuchang butter akan diluncurkan secara bertahap di negara-negara yang berpartisipasi mulai 17 September.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
  Gandeng G-DRAGON, McDonald's  Hadirkan Menu Gochujang Butter di 13 Negara Asia
Kuliner
Gelombang Panas di Prancis Bikin Sampanye Lebih Memabukkan
Penaikan kadar alkohol itu terkait dengan gelombang panas ekstrem yang melanda musim panas tahun ini.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
 Gelombang Panas di Prancis Bikin Sampanye Lebih Memabukkan
Kuliner
Hoki Banget nih, Pencari Obat Temukan Ginseng Liar Senilai Rp 1,3 Miliar di Gunung Jiri
Akar-akar tersebut diidentifikasi sebagai ‘cheonjong’, ginseng liar yang tumbuh secara alami selama setidaknya 50 tahun dengan sedikit campur tangan manusia.
Dwi Astarini - Rabu, 09 September 2026
Hoki Banget nih, Pencari Obat Temukan Ginseng Liar Senilai Rp 1,3 Miliar di Gunung Jiri
Kuliner
Catat nih, Promo 9.9 2026 Ada Diskon Kuliner hingga Voucher Hemat
Beragam penawaran tersebut bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sekaligus menikmati berbagai layanan dengan harga yang lebih terjangkau.
Dwi Astarini - Rabu, 09 September 2026
Catat nih, Promo 9.9 2026 Ada Diskon Kuliner hingga Voucher Hemat
Fun
Bukan Sekadar Kopi, Roemah Koffie Meracik Rasa dan Kisah Nusantara
Dari Rambadia hingga Cublak Suweng, kopi Indonesia dibawa Roemah Koffie ke panggung dunia. Klik untuk detail kisahnya!
Wisnu Cipto - Minggu, 06 September 2026
Bukan Sekadar Kopi, Roemah Koffie Meracik Rasa dan Kisah Nusantara
Kuliner
Dari Tanah hingga Cangkir, Roemah Koffie Merayakan Karakter Kopi Indonesia
Dari satu pulau ke pulau lain, bahkan dari satu daerah ke daerah lain, secangkir kopi dapat membawa pengalaman rasa sekaligus cerita yang berbeda.
Dwi Astarini - Sabtu, 05 September 2026
Dari Tanah hingga Cangkir, Roemah Koffie Merayakan Karakter Kopi Indonesia
Bagikan