Dalam Proses Rekrutmen dan Propaganda, Kelompok Intoleran Benturkan Agama dan Negara

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Selasa, 08 September 2020
Dalam Proses Rekrutmen dan Propaganda, Kelompok Intoleran Benturkan Agama dan Negara

seminar nasional pencegahan radikalisme dan terorisme melibatkan civitas akademik melalui FKPT Sulteng bertajuk "jaga kampus kita" berlangsung di Universitas Tadulako Palu, Rabu. (ANTARA/HO-Alsih Mars

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyatakan bahwa kelompok intoleransi, radikalisme dan terorisme selalu membenturkan agama dan negara.

"Iya, dalam proses merekrut dan propaganda, mereka selalu benturkan agama dan negara. Contohnya mereka gencarkan membandingkan antara khilafah dan Pancasila," ucap Direktur Pencegahan BNPT Brigjen Ahmad Nurwakhid di Palu, Selasa (8/9).

Baca Juga:

72 Terduga Teroris Ditangkap Densus, Pelaku Sebar Konten Radikal dan Belajar Buat Bom

Hal itu dikatakannya dalam seminar nasional pencegahan radikalisme dan terorisme melibatkan civitas akademik melalui FKPT Sulteng bertajuk "Jaga Kampus Kita" berlangsung di Universitas Tadulako Palu, Rabu.

Di hadapan civitas akademik Untad Palu, Ahmad Nurwakhid mengemukakan bahwa radikalisme dan terorisme tidak dimonopoli oleh satu agama, satu aliran atau satu sekte tertentu.

Dia menyebutkan bahwa paham radikalisme dan terorisme itu ada di semua agama, aliran kepercayaan dan sekte, sehingga perlu diwaspadai serta dicegah oleh semua kalangan masyarakat.

"Faham dan gerakan ini ada di semua agama, mereka tidak mengenal agama, sekte dan aliran kepercayaan tertentu. Olehnya setiap individu manusia berpotensi terpapar faham dan gerakan ini," ujarnya.

Tidak adanya monopoli radikalisme dan terorisme dalam satu agama tertentu, kata Ahmad Nurwakhid, karena setiap agama tidak mengajarkan tentang kekerasan. Sebaliknya agama mengajarkan tentang perdamaian, kasih dan sayang kepada setiap pemeluknya.

"Hanya saja agama paling seksi untuk dipolitisasi dalam faham radikalisme dan terorisme ini," sebutnya.

Salah satu penyebab adanya gerakan itu, sebagaimana dikutip Antara, karena adanya ideologi yang menyimpang. Sementara ideologi yang menyimpang ada pada setiap individu manusia. Kemudian ideologi yang menyimpang tersebut menjadi motif untuk memaksimalkan faham tersebut.

Dia menerangkan terdapat tiga indikator radikalisme dan terorisme, yakni penggunaan ideologi agama dimana agama dimanipulasi, dipolitisasi sehingga cenderung menggunakan segala cara untuk mencapai tujuan mereka.

Baca Juga:

LPSK Minta Korban Terorisme Ajukan Permohonan Perlindungan

Selanjutnya takfiri, yaitu cara pandang yang selalu menyalahkan, mengkafirkan kelompok/faham yang tidak sepaham dan sependapat dengan mereka.

"Di sinilah lahir intoleransi, karena yang tidak sepaham dengan mereka, dianggap salah, dianggap bid'ah, dianggap kafir dan sesat," urai dia.

Terakhir, kelompok radikalisme dan terorisme anti tasawuf dan thareqat. (*)

#Radikalisme #BNPT
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Paham Radikal Menyebar Cepat, Kadensus 88 Minta Orangtua Lindungi Anak di Ruang Digital
Pendekatan terhadap anak yang terpapar persoalan di ruang digital mengedepankan perlindungan, rehabilitasi, dan pendampingan.
Dwi Astarini - Kamis, 21 Mei 2026
Paham Radikal Menyebar Cepat, Kadensus 88 Minta Orangtua Lindungi Anak di Ruang Digital
Indonesia
Densus 88 Ungkap Pola Baru Terorisme Digital, Anak Muda Jadi Target Rentan
Kadensus 88 AT Polri mengungkap pola baru terorisme digital yang menyasar generasi muda melalui algoritma, komunitas virtual, dan kerentanan psikologis.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 21 Mei 2026
Densus 88 Ungkap Pola Baru Terorisme Digital, Anak Muda Jadi Target Rentan
Indonesia
Waspada! Paham Ekstremisme dan Terorisme Kini Menyebar Lewat Algoritma Digital
Wakapolri mengungkap pola baru terorisme dan ekstremisme yang kini berkembang melalui ruang digital. Polri juga menyoroti ratusan anak terpapar radikalisme di Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 21 Mei 2026
Waspada! Paham Ekstremisme dan Terorisme Kini Menyebar Lewat Algoritma Digital
Indonesia
Interaksi Sosial di Platform Gim Daring Jadi Wadah Sebarkan Paham Radikalisme
BNPT mencatat sepanjang tahun 2025 terdapat sekitar 112 anak di 26 provinsi yang teridentifikasi terpapar paham radikalisme melalui ruang digital, baik melalui media sosial maupun gim daring.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Januari 2026
Interaksi Sosial di Platform Gim Daring Jadi Wadah Sebarkan Paham Radikalisme
Indonesia
BNPT Pantau Roblox, Takut Jadi Media Penyebaran Radikalisasi Pada Anak
Pemilik platform permainan daring dituntut untuk memberikan verifikasi dan keamanan terhadap siapa yang mengakses.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 31 Desember 2025
BNPT Pantau Roblox, Takut Jadi Media Penyebaran Radikalisasi Pada Anak
Berita Foto
BNPT Sampaikan Rilis Akhir Tahun dan Perkembangan Tren Terorisme Indonesia 2025
Kepala BNPT Komjen (Purn) Eddy Hartono menyampaikan paparan perkembangan tren terorisme Indonesia 2025 di Jakarta, Selasa (30/12/2025).
Didik Setiawan - Selasa, 30 Desember 2025
BNPT Sampaikan Rilis Akhir Tahun dan Perkembangan Tren Terorisme Indonesia 2025
Berita Foto
Densus 88 Polri Ungkap Kasus Teroris Rekrut Anak-anak dari Media Sosial dan Game Online
Konferensi pers penanganan rekrutmen secara online terhadap anak-anak oleh kelompok teroris di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Selasa (18/11/2025).
Didik Setiawan - Selasa, 18 November 2025
Densus 88 Polri Ungkap Kasus Teroris Rekrut Anak-anak dari Media Sosial dan Game Online
Indonesia
Kapolda Metro Minta Pelajar Jadi Tangan Kanan Polisi Cegah Bully & Radikalisme di Sekolah
Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri pun mengajak para pelajar untuk menjadi tangan kanannya bersama-sama polisi menjaga keamanan di Jakarta.
Wisnu Cipto - Senin, 17 November 2025
Kapolda Metro Minta Pelajar Jadi Tangan Kanan Polisi Cegah Bully & Radikalisme di Sekolah
Indonesia
Polisi Mulai Terpapar Radikalisme, As SDM Kapolri Waspadai Fenomena Polisi Cinta Sunah
As SDM Kapolri, Irjen Anwar menyoroti munculnya fenomena “Polisi Cinta Sunah” (PCS)
Wisnu Cipto - Rabu, 29 Oktober 2025
Polisi Mulai Terpapar Radikalisme, As SDM Kapolri Waspadai Fenomena Polisi Cinta Sunah
Indonesia
BNPT Minta Ibu Lebih Berperan Tangkis Upaya Kelompok Radikal Rekrut Anak Muda Lewat Game Online
BNPT meminta para orang tua, khususnya para ibu, untuk lebih aktif mengawasi aktivitas digital anak-anak.
Wisnu Cipto - Kamis, 09 Oktober 2025
BNPT Minta Ibu Lebih Berperan Tangkis Upaya Kelompok Radikal Rekrut Anak Muda Lewat Game Online
Bagikan