Dalam 6 Bulan Pemerintah Jual Rp 529 Triliun SBN

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Rabu, 02 Agustus 2023
Dalam 6 Bulan Pemerintah Jual Rp 529 Triliun SBN

Ketua KSSK sekaligus Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers hasil rapat KSSK di Jakarta, Selasa (1/8/2023) (ANTARA/Bayu Saputra)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) yang dikeluarkan pemerintah telah mencapai Rp 529,66 triliun per 28 Juli 2023.

Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) sekaligus Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati mengatakan, jumlah tersebut menunjukkan realisasi SBN 45,17 persen dari target penerbitan SBN tahun ini yang sebesar Rp 1.172,53 triliun.

Baca Juga:

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tertinggi Ke-2 di Antara Negara-Negara G20

"Penerbitan surat berharga negara atau SBN sampai 28 Juli 2023 mencapai Rp 529,66 triliun, ini 45,17 persen dari target penerbitan SBN tahun ini sebesar Rp 1.172,53 triliun. Target penerbitan SBN dapat disesuaikan apabila tren penerimaan negara terus berlanjut dengan kuat dan positif," kata Sri Mulyani.

Sri Mulyani menjelaskan, kinerja pasar SBN masih menunjukkan tren penguatan hingga Juli tahun ini dengan yield SBN seri benchmark 10 tahun menguat di level 66 basis point (bps) secara year to date (ytd) ke level 6,28 persen.

Tren penguatan tersebut didukung oleh terkendalinya laju inflasi dalam negeri serta kebijakan pengurangan target penerbitan SBN seiring masih kuatnya kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Selain itu, kinerja perekonomian yang solid dan pasar keuangan domestik yang kondusif mendorong investor asing masuk ke pasar SBN senilai Rp 91,86 triliun secara ytd di tengah volatilitas pasar keuangan global.

Sri Mulyani juga menilai persepsi para investor terhadap prospek ekonomi Indonesia semakin positif dan menguat. Hal itu tercermin dari hasil laporan lembaga pemeringkat Rating & Investment Information, Inc. (R&I) yang meningkatkan outlook ekonomi Indonesia menjadi positif dari yang sebelumnya stabil.

“Hal ini tercermin melalui outlook yang disampaikan oleh rating agency R&I di mana sovereign credit rating Indonesia dilihat sebagai stabil menjadi positif. Jadi upgrading dengan level ratingnya tetap pada BBB+, ini dua notch di atas level investment grade yang paling rendah,” katanya. (Asp)

Baca Juga:

Ekonomi Jakarta Tumbuh 3,43 Persen dan Pengangguran Berkurang 13.000 Orang

#Pemulihan Ekonomi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Sekjen Gerindra Sebut Megawati Ajarkan Prabowo soal Pemulihan Ekonomi
Sekjen Gerindra, Ahmad Muzani mengatakan, Megawati Soekarnoputri mengajarkan Prabowo soal pemulihan ekonomi.
Soffi Amira - Rabu, 09 April 2025
Sekjen Gerindra Sebut Megawati Ajarkan Prabowo soal Pemulihan Ekonomi
Indonesia
Pemerintah Didesak Percepat Stimulus untuk Meredam Dampak Gejolak Ekonomi
Investor butuh kepastian kebijakan, sementara masyarakat butuh kepastian ekonomi
Angga Yudha Pratama - Kamis, 20 Maret 2025
Pemerintah Didesak Percepat Stimulus untuk Meredam Dampak Gejolak Ekonomi
Indonesia
Pemerintahan Prabowo-Gibran Diminta Manfaatkan Momentum Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi
BPS juga tunjukkan Rasio Gini kita lima tahun terakhir stagnan di angka 0,379-0,381
Angga Yudha Pratama - Kamis, 24 Oktober 2024
Pemerintahan Prabowo-Gibran Diminta Manfaatkan Momentum Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi
Indonesia
Ekonomi Tiongkok Melambat, AS Mulai Tumbuh Baik
Konsumsi akan terus menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi Tiongkok pada 2024.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 30 Januari 2024
Ekonomi Tiongkok Melambat, AS Mulai Tumbuh Baik
Indonesia
Impor Indonesia Turun
Total nilai impor mengalami penurunan baik secara bulanan maupun tahunan. Penurunan nilai impor bulanan terjadi pada kelompok migas dan nonmigas.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 15 Januari 2024
Impor Indonesia Turun
Indonesia
Indonesia Ajak Vietnam Bersama Kembangkan Kendaraan Listrik
Sampai November 2023, penanaman modal investasi Indonesia di Vietnam mencapai USD 651,21 juta dengan total 120 proyek.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 12 Januari 2024
Indonesia Ajak Vietnam Bersama Kembangkan Kendaraan Listrik
Indonesia
BUMN PT PP Raih Kontrak Pembangunan RS PON Jakarta Rp 258 Miliar
Kontrak baru tersebut didominasi oleh proyek dengan sumber dana Pemerintah sebesar 42,79 persen, swasta sebesar 37,20 persen, dan BUMN sebesar 20,01 persen.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 08 Januari 2024
 BUMN PT PP Raih Kontrak Pembangunan RS PON Jakarta Rp 258 Miliar
Indonesia
Kemendag Musnahkan Pakaian dan Alas Kaki Bekas Impor Senilai Rp 174,8 Miliar di 2023
Peredaran barang-barang bekas asal impor telah membuat rugi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) serta industri kecil dan menengah (IKM).
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 05 Januari 2024
Kemendag Musnahkan Pakaian dan Alas Kaki Bekas Impor Senilai Rp 174,8 Miliar di 2023
Indonesia
17 Bank Konvensional dan 14 Bank Syariah Jadi Penyalur KPR Subsidi di 2024
Realisasi penyaluran dana FLPP tahun 2023 tercapai sesuai target sebesar 229.000 unit dicapai lebih awal 13 hari dibandingkan dengan target FLPP pada tahun 2022 sebesar 226.000 unit.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 28 Desember 2023
17 Bank Konvensional dan 14 Bank Syariah Jadi Penyalur KPR Subsidi di 2024
Indonesia
15 Juta Kendaraan Listrik Ditargetkan Beroperasi di Indonesia Pada 2030
Saat ini kendaraan listrik di Indonesia masih sekitar puluhan ribu kendaraan.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 23 Desember 2023
15 Juta Kendaraan Listrik Ditargetkan Beroperasi di Indonesia Pada 2030
Bagikan