Cukupi Kebutuhan Air Minum saat Berolahraga
Pastikan kebutuhan cairanmu terpenuhi. (Foto: Unsplash/engin akyurt)
PEMANDANGAN orang berolahraga sambil bawa bekal air putih dalam botol bukan hal baru lagi. Hal itu dilakukan untuk menjaga asupan cairan agar tubuh tetap terhidrasi. Faktanya, air putih memiliki pengaruh yang besar terhadap performa, keamanan, dan kenyamanan saat berolahraga.
Kebutuhan cairan setiap orang berbeda, tergantung pada faktor usia, jenis kelamin, berat badan, kondisi kesehatan, dan jenis olahraga yang dilakukan. Saat berolahraga, cairan tubuhmu akan hilang melalui keringat. Apabila tidak diimbangi densan asupan air yang cukup, kamu bisa mengalami dehidrasi.
Jika kamu kehilangan dua persen cairan tubuh saja, performa fisik kita sudah terganggu. Apalagi saat berolahraga dalam keadaan tubuh yang dehidrasi, kamu akan lebih mudah mengalami kelelahan, kram otot, pusing, hingga sulit konsentrasi.
Baca juga:
Meski kebutuhan cairan masing-masing orang berbeda, ada pedoman umum mengenai jumlah kebutuhan air yang harus dicukupi sebelum, selama, dan setelah berolahraga. Melansir laman Alodokter, empat jam sebelum olahraga sebaiknya mengonsumsi 500-600ml (2-3 gelas). Lalu menjelang 15 menit sebelumnya, mengonsumsi 250-350ml (1-2 gelas).
Saat berolahraga, kamu disarankan untuk minum air sebanyak 100-250ml (1/2-1 gelas) setiap 15-20 menit. Jika banyak mengeluarkan keringat, kamu perlu minum lebih banyak daripada jumlah yang disarankan di atas.
Kamu disarankan untuk menimbang berat badan sebelum dan setelah beolahraga guna menghitung kebutuhan air yang harus dikonsumsi untuk menggantikan penurunan berat badan karena hilangnya cairan tubuh. Setiap 0,5 kilogram berat badan yang hilang setelah berolahraga, kamu perlu menggantinya dengan minum air sebanyak tiga gelas.
Baca juga:
Manfaat Minum Air Putih Ternyata Lebih Besar dari Apa yang Pernah Kamu Ketahui
Selain air putih, kebutuhan cairan tubuh bisa dicukupi dengan mengonsumsi berbagai jenis minuman, seperti susu, teh, kopi, atau soda. Namun tidak disarankan untuk dikonsumsi secara berlebihan karena biasanya mengandung kalori dan kadar gula yang tinggi.
Ada pun beberapa kriteria air mineral yang perlu diperhatikan agar aman dikonsumsi, seperti tidak mengandung rasa, tidak berwarna, tidak berbauu, dan tidka mengandung zat berbahaya. Yang tidak kalah penting adalah melewati cek kualitas ketat dan bersertifikat BPOM.
Untuk memastikan bahwa kebutuhan cairan terpenuhi, kamu bisa memerika warna urine. Bila tidak berwarna atau berwarna kuning muda, artinya masih terhidrasi dengan baik. Tetapi jika berwarna kuning tua, ini bisa jadi tanda bahwa kamu kekurangan cairan. (and)
Baca juga:
Bagikan
Andreas Pranatalta
Berita Terkait
BPJS Kesehatan Sebut Peserta yang Dinonaktifkan sudah tak Masuk Golongan Syarat Kategori Miskin
Polda dan Polres se-Indonesia Zoom Meeting Bahas Antisipasi Hoaks Virus Nipah
[HOAKS atau FAKTA] : Sering Main Ponsel di Ruangan Gelap Bisa Bikin Kebutaan pada Mata
Sekda DKI Minta Dinas KPKP Uji Kelayakan Daging Ikan Sapu-sapu
Cegah Virus Nipah, DPR Dorong Kampanye Digital Protokol Kesehatan
Cak Imin Janjikan Program Penghapusan Tunggakan Iuran JKN Segera Terwujud
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta