Kesehatan

Cuka Apel Mampu Turunkan Berat Badan, Asalkan...

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Sabtu, 31 Oktober 2020
Cuka Apel Mampu Turunkan Berat Badan, Asalkan...

Cuka apel dapat menurunkan berat badan lebih dari satu kg (Foto: pixabay/JillWellington)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BANYAK cara untuk menurunkan berat badan. Mengonsumsi cuka apel secara rutin salah satunya. Memang banyak yang mengklaim bahwa cuka apel dapat menurunkan berat badan, namun sebarapa ampuh khasiatnya ?

Melansir dari laman CNN, cairan kecut ini banyak mengandung asam asetat yang terbuat dari sari apel fermentasi dengan menggunakan bakteri beserta ragi. Cara pembuatannya pun hanya memeras apel agar menjadi cairan.

Baca juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Cuka Apel Bisa Turunkan Berat Badan

Sebuah studi yang dipublikasikan oleh Pubmed Central memaparkan bahwa cuka apel harian dapat membantu menurunkan berat badan, asalkan takaran mengonsumsinya pas.

Studi ini menyatakan konsumsi cuka apel yang optimal adalah sebanyak dua sendok makan sehari atau 30 ml tanpa mengganti aspek makanan lain. Rutin mengonsumsi cuka apel dengan takaran tersebut dapat menurunkan 1,6kg berat badan orang dewasa dalam waktu tiga bulan.

Diet cuka apel harus diiringi dengan makanan sehat (Foto: pixabay/pixel2013)

Studi lain juga menemukan mengomsumsi dua sendok makan cuka apel tiap hari dapat menurunkan berat badan dua kali lipat, dibandingkan tidak mengonsumsinya. "Studi menunjukkan bahwa menikmati dosis harian cuka apel dengan diet seimbang dapat melancarkan penurunan berat badan," kata ahli gizi Lily Soutter.

Efektivitas cairan ini terletak dalam kandungan sejumlah asam yang dapat membantu mempercepat metabolisme tubuh. Keinginan makan juga berkurang lantaran perut merasa kenyang dalam waktu lama.

Baca juga:

Ini 3 Manfaat Cuka Apel yang Sudah Terbukti Kebenarannya

"Walaupun belum sepenuhnya dipahami mengapa ini terjadi, diperkirakan bahwa asam asetat dapat mengurangi penumpukan lemak, sekaligus meningkatkan percepatan pembakaran lemak," lanjut Soutter.

Selain itu, cuka apel dapat membantu memecah protein, sehingga sistem pencernaan dapat diperbaiki atau bekerja lebih baik lagi. Bukan hanya menurunkan berat badan, cuka apel juga memiliki khasiat lainnya seperti mengendalikan kadar gula darah dan menurunkan risiko penyakit jantung.

Merangkum laman Healthline, di lain sisi, mengomsumsi cairan apel fermentasi yang berlebihan dapat juga memberikan efek buruk tertentu pada tubuh. Misalnya kenaikan asam lambung atau sensitif gigi. Hal itu bisa terjadi jika mengomsumsinya lebih dari 200 ml per hari dalam jangka waktu lama.

Jadi bagaimana sobat Merah Putih, tertarik menurunkan berat badan menggunakan cuka apel? (ray)

Baca juga:

Aturan Pakai Cuka Apel Agar Kulit Tidak Terbakar

#Cuka Apel #Kesehatan #Diet
Bagikan
Ditulis Oleh

Ikhsan Aryo Digdo

Learner.

Berita Terkait

Berita Foto
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Ketua Tim Bidang Penyusunan Rencana Prioritas Pemanfaatan Dana Desa, Sappe M. P. Sirait saat Program Keluarga Sigap di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Januari 2026
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Indonesia
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Ratusan pengungsi pascabanjir bandang di Aceh Tamiang mengalami berbagai penyakit seperti ISPA hingga diare. Tim Dokkes Polri turun beri layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Indonesia
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Indonesia
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar jenis virus ini.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Lifestyle
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Siloam Hospitals Kebon Jeruk memiliki dan mengoperasikan tiga sistem robotik, yakni Da Vinci Xi (urologi, ginekologi, bedah digestif, dan bedah umum), Biobot MonaLisa (khusus diagnostik kanker prostat presisi tinggi), dan ROSA (ortopedi total knee replacement).
Dwi Astarini - Jumat, 19 Desember 2025
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Indonesia
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Pemkot segera mulai menyiapkan kebutuhan tenaga medis, mulai dari dokter hingga perawat.
Dwi Astarini - Senin, 24 November 2025
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Indonesia
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
emerintah memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan penghapusan tunggakan iuran sehingga mereka bisa kembali aktif menikmati layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Rabu, 19 November 2025
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
Bagikan