Corona Bikin Ekonomi Lesu, Pemerintah Didesak Berikan Subsidi ke Masyarakat

Zulfikar SyZulfikar Sy - Minggu, 22 Maret 2020
Corona Bikin Ekonomi Lesu, Pemerintah Didesak Berikan Subsidi ke Masyarakat

Petugas kebersihan melintas di depan layar yang menampilkan pergerakan saham di gedung BEI, Jakarta, Kamis (19/3/2020). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak Afoc.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Ferry Juliantono mendesak pemerintah segera memberikan subsidi kepada masyarakat imbas memburuknya ekonomi akibat wabah virus corona (COVID-19) di tanah air.

"Apapun untuk digelontorkan masyarakat, petani dalam rangka meningkatkan suplai peternak koperasi dan UKM," kata Ferry kepada wartawan, Sabtu, (21/3).

Baca Juga:

Hasil Rapid Test Negatif Bukan Jaminan Orang Bebas COVID-19

"Kemudian juga digelontorkan stimulus-stimulus kepada masyarakat buruh pekerja, pegawai negeri tenaga kesehatan dan lain sebagainya supaya konsentrasinya itu," sambung Ferry.

Ferry mengingatkan, pada saat krisis 1998 yang terbukti punya daya tahan dan menjadi tulang punggung perekonomian adalah UMKM, koperasi, serta masyarakat itu sendiri.

Ilustrasi: Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta (ANTARA FOTO/WAHYU PUTRO A)
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta (ANTARA FOTO/WAHYU PUTRO A)

Ferry turut merespons banyak kabar para pengusaha besar yang mulai kabur dari RI akibat dampak ekonomi yang ditimbulkan wabah corona ini. Menurut Ferry, hal tersebut merupakan sebuah situasi yang wajar.

"Kalau yang pengusaha-pengusaha besarnya sudah pada kabur duluan seperti yang sekarang mereka pakai rapid test karena hanya mereka yang bisa membayar, mereka bisa mendapatkan sertifikat untuk bisa berpergian ke luar negeri. Sekarang ada yang sudah ke Singapura karena mereka khawatir Indonesia masih menjadi daerah yang relatif masih terbuka atau masih permisif untuk bisa dan belum lockdown," bebernya.

Baca Juga:

KLB Corona, KPU Solo Batal Lantik 162 Anggota PPS Pilwalkot

Diketahui, Indonesia saat ini dihantam persoalan ekonomi yang bertubi-tubi. Utang pemerintah pusat hingga Februari 2020 sebesar Rp4.948,18 triliun.

Di era rezim pemerintahan Jokowi sendiri, nilai tukar rupiah terhadap Dolar mencatat rekor terendah sejak 1988 yakni diangka Rp16.000.

Bahkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, wabah Virus corona ini benar-benar memukul perekonomian. Skenario terburuk, kata Sri Mulyani, pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa di berada posisi 0%. (Pon)

Baca Juga:

Pemerintah Siapkan Jutaan Masker Bedah untuk Tenaga Medis COVID-19

#Ekonomi Nasional #Virus Corona
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy Sebut 115 UU Harus Diubah untuk Benahi Ekonomi Indonesia
Ekonom senior Ichsanuddin Noorsy menilai sekitar 115 UU perlu diubah karena dinilai berpihak pada ekonomi neoliberalisme.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 21 Juli 2026
Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy Sebut 115 UU Harus Diubah untuk Benahi Ekonomi Indonesia
Indonesia
DPR Soroti IHSG Anjlok dan Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dolar AS, Investor Mulai Khawatir?
Komisi XI DPR menyoroti lemahnya nilai tukar rupiah dan IHSG. DPR pun meminta kepercayaan investor dijaga.
Soffi Amira - Minggu, 07 Juni 2026
DPR Soroti IHSG Anjlok dan Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dolar AS, Investor Mulai Khawatir?
Indonesia
Luhut Lapor ke Prabowo, Hitungan Simulasi Ekonomi RI 3 Bulan ke depan Masih Aman
Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan laporkan simulasi ekonomi RI stabil 3 bulan ke depan, dengan defisit fiskal dijaga di bawah 3 persen PDB.
Wisnu Cipto - Rabu, 22 April 2026
Luhut Lapor ke Prabowo, Hitungan Simulasi Ekonomi RI 3 Bulan ke depan Masih Aman
Indonesia
Bertemu 4,5 Jam di Hambalang, Prabowo dan 5 Pengusaha Bahas Agenda Strategis Nasional
Presiden RI, Prabowo Subianto, mengundang lima pengusaha ke Hambalang. Pertemuan itu berlangsung selama 4,5 jam.
Soffi Amira - Rabu, 11 Februari 2026
Bertemu 4,5 Jam di Hambalang, Prabowo dan 5 Pengusaha Bahas Agenda Strategis Nasional
Berita
Menopang Ekonomi Nasional 2026, Waktunya Mengubah Tantangan Jadi Peluang
Ekonomi Indonesia 2026 kini berada di persimpangan. Kini, Indonesia berpeluang untuk menata fondasi ekonomi yang lebih kuat.
Soffi Amira - Senin, 19 Januari 2026
Menopang Ekonomi Nasional 2026, Waktunya Mengubah Tantangan Jadi Peluang
Indonesia
Anggota Komisi IX DPR Nilai Ekonomi RI Tetap Resilien meski Tekanan Global Tinggi
Capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 menunjukkan fondasi ekonomi domestik yang kuat.
Frengky Aruan - Minggu, 28 Desember 2025
Anggota Komisi IX DPR Nilai Ekonomi RI Tetap Resilien meski Tekanan Global Tinggi
Indonesia
Sempat Gelar Rapat Terbatas, Prabowo Minta Airlangga dan Rosan Bereskan Utang Whoosh
Presiden RI, Prabowo Subianto, meminta Airlangga dan Rosan Roeslani untuk menyelesaikan perkara utang Whoosh.
Soffi Amira - Kamis, 30 Oktober 2025
Sempat Gelar Rapat Terbatas, Prabowo Minta Airlangga dan Rosan Bereskan Utang Whoosh
Indonesia
Pajak Bakal Naik saat Ekonomi Indonesia Tumbuh 6 Persen, Menkeu Purbaya: Rakyat Pasti Senang
Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, bahwa pemerintah tidak akan menaikkan pajak. Hal itu tidak akan terjadi sebelum ekonomi tumbuh di atas 6 persen.
Soffi Amira - Selasa, 28 Oktober 2025
Pajak Bakal Naik saat Ekonomi Indonesia Tumbuh 6 Persen, Menkeu Purbaya: Rakyat Pasti Senang
Indonesia
Kesenjangan di Tengah Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, Prabowo: Masih Banyak Anak-anak Kelaparan dan Petani Tak Bisa Jual Hasil Panen
Presiden Prabowo Subianto menyoroti ekonomi nasional yang tidak merata, meskipun tumbuh 5 persen dalam 7 tahun terakhir.
Frengky Aruan - Jumat, 15 Agustus 2025
Kesenjangan di Tengah Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, Prabowo: Masih Banyak Anak-anak Kelaparan dan Petani Tak Bisa Jual Hasil Panen
Indonesia
Pemerintah Didesak Percepat Stimulus untuk Meredam Dampak Gejolak Ekonomi
Investor butuh kepastian kebijakan, sementara masyarakat butuh kepastian ekonomi
Angga Yudha Pratama - Kamis, 20 Maret 2025
Pemerintah Didesak Percepat Stimulus untuk Meredam Dampak Gejolak Ekonomi
Bagikan