MerahPutih.com - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto berdasarkan hasil simulasi timnya menunjukkan perekonomian Indonesia masih stabil dalam tiga bulan ke depan.
“Berdasarkan simulasi komprehensif yang kami lakukan, kondisi perekonomian kita dalam tiga bulan ke depan masih sangat aman dan terjaga. Fundamental ekonomi kita kuat,” kata Luhut, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (22/4).
Meski demikian, Luhut mengungkapkan pemerintah tetap menyiapkan skenario kebijakan antisipatif sebagai langkah mitigasi jika ketegangan geopolitik global berlangsung lebih lama dari perkiraan.
Baca juga:
Menkeu Akui Indonesia dalam Mode Survival, Bukan Business as Usual
Foku Stabilitas Energi dan Rantai Pasok Komoditas
Luhut menegaskan fokus utama adalah menjaga stabilitas harga energi dan rantai pasok komoditas strategis. DEN menyoroti potensi lonjakan harga energi, khususnya pelebaran selisih antara harga minyak mentah global dan harga jual BBM di dalam negeri.
Menurut dia, rantai pasok komoditas penting seperti sulfur harus dijaga agar program hilirisasi nikel dan pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik (EV) tidak terganggu.
Baca juga:
Harga BBM Nonsubsidi Naik, DPR Ingatkan Ancaman ke Ekonomi dan Daya Beli Masyarakat
Dunia Usaha Jangan Risau
Dari sisi fiskal, Luhut memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap sehat. Defisit fiskal dijaga ketat di bawah 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) melalui efisiensi belanja dan optimalisasi penerimaan dari komoditas ekspor andalan seperti batu bara dan kelapa sawit.
“Masyarakat dan dunia usaha tidak perlu khawatir, APBN masih sangat terkendali. Defisit akan dijaga di bawah 3 persen,” tandas Luhut, dilansir Antara.
DEN menambahkan Pemerintah juga akan mempercepat deregulasi sebagai stimulus non-fiskal untuk menjaga momentum pertumbuhan sektor riil. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat daya saing industri nasional. (*)