MerahPutih.com - Seorang bandar sabu asal kepulauan Kepri, Junaedi Saputra, akhirnya tewas tertembak ketika berusaha merebut pistol polisi.
Dari hasil pengungkapan tersebut, polisi berhasil mengamankan barang bukti narkoba jenis sabu seberat 4 kg.
"Pelaku coba melawan petugas dengan batu paving untuk merebut pistol anggota. Maka dengan terpaksa, anggota menembanya dan mengenai dada pelaku," kata Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin saat di kamar jenazah RS Bayangkara Surabaya, Selasa (22/8).
Irjen Pol Machfud Arifin menjelaskan, tertangkapnya Junaedi bermula dari pengembangan tersangka YT yang ditangkap lebih dulu pada 11 Agustus 2017 lalu.
Dari penangkapan YT, penyidik memendapatkan barang bukti narkoba jenis sabu dengan berat 5 kg, serta muncul nama Junaedi.
Atas pengakuan YT, penyidik pun melakukan pencarian terhadap Junaedi dan berhasil menemukan di persawahan daerah Bunder, Gresik, Jawa Timur. Namun, saat ditangkap Junaedi berusaha melawan hingga akhirnya tewas sendiri.
"Dari pelaku bernama Junaedi ini, kita mengamankan 4 kg sabu. Jadi, total ada 9 kg sabu. Nilanya kurang lebih 19 miliar, karena sabu ini kualitasnya super, dan ini jaringan antarpulau," katanya. (*)
Berita ini merupakan laporan dari Budi Lentera, kontributor merahputih.com untuk wilayah Surabaya dan sekitarnya. Baca juga berita lainnya di: Tembak Mati Dua Rampok, Anggota Pasukan Katak Dapat Penghargan Polisi