Celios Sebut Tarif Trump Dibatalkan, Indonesia tak Perlu Ratifikasi ART

Dwi AstariniDwi Astarini - Senin, 23 Februari 2026
Celios Sebut Tarif Trump Dibatalkan, Indonesia tak Perlu Ratifikasi ART

Presiden Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump tandatangani perjanjian dagang. (Foto: Setpres)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHUTIH.COM - DIREKTUR Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira Adhinegara menyambut positif putusan Mahkamah Agung Amerika Serikat yang membatalkan kebijakan tarif resiprokal Presiden Donald Trump. Ia menilai keputusan tersebut membuat Indonesia tidak perlu meratifikasi Agreement on Reciprocal Trade (ART) dengan Amerika Serikat.


Menurut Bhima, dasar utama perjanjian itu yakni ancaman tarif resiprokal AS yang kini sudah tidak berlaku. Oleh karena itu, pemerintah dinilai tidak perlu melanjutkan proses ratifikasi.


“Indonesia tidak perlu meratifikasi perjanjian Agreement on Reciprocal Trade dengan Trump, ancaman tarif resiprokal sudah tidak berlaku lagi,” kata Bhima dalam keterangan tertulis, Senin (23/2).


Ia menyebut perusahaan Indonesia bahkan berpeluang menagih selisih bea masuk ke AS jika sebelumnya terdampak kebijakan tersebut. Hasil negosiasi pemerintah Indonesia di Washington DC juga dapat dianggap batal.



Baca juga:

Tarif Trump Dibatalkan Supreme Court, RI Klaim Sudah Siapkan Semua Skenario


Selain itu, Bhima juga menilai tekanan agar Indonesia bergabung dalam Board of Peace yang dikaitkan dengan kebijakan tarif resiprokal ikut gugur. Posisi Indonesia dalam hubungan perdagangan pun kembali netral.Celios meminta DPR tidak memasukkan ART ke agenda ratifikasi undang-undang. Lembaga tersebut menilai perjanjian berpotensi merugikan ekonomi nasional.


Celios mencatat tujuh poin bermasalah dalam rancangan ART. Risiko tersebut antara lain banjir impor produk pangan, teknologi, dan migas, klausul pembatasan kerja sama dengan negara lain, hingga ancaman terhadap industrialisasi nasional akibat tidak adanya transfer teknologi dan penghapusan kebijakan TKDN.


Selain itu, terdapat juga potensi kepemilikan asing di sektor tambang tanpa kewajiban divestasi, kewajiban mengikuti kebijakan perdagangan AS, tertutupnya peluang transhipment, serta aturan transfer data personal ke luar negeri.


Di sisi lain, pemerintah sebelumnya menilai ART menguntungkan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan perjanjian itu membuka peluang ekspor Indonesia dengan tarif nol persen untuk 1.819 pos tarif, termasuk minyak sawit, kopi, kakao, karet, hingga komponen elektronik dan semikonduktor.(Pon)

Baca juga:

Mahkamah Agung Batalkan Tarif Trump, Presiden AS Bakal Melawan





#Tarif Trump #Tarif Resiprokal #Amerika Serikat
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Dunia
AS Tawarkan Rp362 Miliar untuk Informasi Program Nuklir Iran, Ini Syaratnya
AS menawarkan hadiah hingga 20 juta dolar AS bagi pemberi informasi program nuklir Iran, termasuk fasilitas, peralatan, dan ilmuwan terkait.
ImanK - 2 jam, 52 menit lalu
AS Tawarkan Rp362 Miliar untuk Informasi Program Nuklir Iran, Ini Syaratnya
Dunia
Trump Buka Opsi AS Lakukan Pendudukan di Iran dan Kuasai Selat Hormuz
Trump berpendapat, perang dengan Iran, yang kini memasuki bulan kesembilan, tidak dapat disebut sebagai perang karena “tidak ada seorang pun yang terluka”
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 07 November 2026
Trump Buka Opsi AS Lakukan Pendudukan di Iran dan Kuasai Selat Hormuz
Dunia
Partai Demokrat Menangi Pemilu Sela 2026, Mempercepat Status Donald Trump sebagai 'Lame Duck'
Hasil ini menjadi bentuk penolakan tegas dari puluhan juta pemilih terhadap kepemimpinan Presiden Donald Trump.
Dwi Astarini - Rabu, 04 November 2026
Partai Demokrat Menangi Pemilu Sela 2026, Mempercepat Status Donald Trump sebagai 'Lame Duck'
Dunia
Learjet 60 Jatuh di Florida, Satu Keluarga Dinyatakan sebagai Korban Tewas
Seorang pengusaha di bidang teknologi beserta keluarganya dinyatakan sebagai korban tewas pada Minggu tersebut.
Dwi Astarini - Selasa, 03 November 2026
Learjet 60 Jatuh di Florida, Satu Keluarga Dinyatakan sebagai Korban Tewas
Dunia
Selat Hormuz Belum Dibuka, Ini 7 Syarat Iran kepada Amerika Serikat
Iran mengajukan tujuh syarat kepada AS sebelum bersedia berunding dan membuka Selat Hormuz. Tuntutannya mencakup pencabutan sanksi hingga penghentian blokade.
Yusuf Abdillah - Selasa, 03 November 2026
Selat Hormuz Belum Dibuka, Ini 7 Syarat Iran kepada Amerika Serikat
Dunia
Trump Isyaratkan Serangan, Iran Peringatkan Perang Baru dengan AS Bisa Lebih Lama
Iran memperingatkan perang baru dengan Amerika Serikat bisa berlangsung lebih lama. Ancaman muncul setelah Donald Trump mengisyaratkan serangan lanjutan.
Yusuf Abdillah - Senin, 02 November 2026
Trump Isyaratkan Serangan, Iran Peringatkan Perang Baru dengan AS Bisa Lebih Lama
Dunia
9 Tewas dalam Insiden Jet Jatuh di Florida, Ciptakan sebuah Kawah Besar di Tengah Jalan Perumahan
Pesawat menukik ke tanah hampir secara vertikal dan meledak menjadi bola api besar.
Dwi Astarini - Senin, 02 November 2026
  9 Tewas dalam Insiden Jet Jatuh di Florida, Ciptakan sebuah Kawah Besar di Tengah Jalan Perumahan
ShowBiz
Neil Young Gugat Tim Kampanye Donald Trump, Perkara Pakai Lagu ‘Rockin' in the Free World’ untuk Kampanye
Young menyatakan penggunaan lagu miliknya yang dirilis pada 1989, 'Rockin' in the Free World', tanpa izin.
Dwi Astarini - Kamis, 29 Oktober 2026
 Neil Young Gugat Tim Kampanye Donald Trump, Perkara Pakai Lagu ‘Rockin' in the Free World’ untuk Kampanye
Dunia
3 Kapal Tengker Hantam Ranjau di Selat Hormuz, Iran Sebut Kapal Matikan Radar
Militer Iran menyebut ketiga kapal tersebut telah menonaktifkan sistem radar dan navigasi mereka dan juga mengabaikan peringatan yang dikeluarkan Angkatan Laut IRGC.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 29 Oktober 2026
3 Kapal Tengker Hantam Ranjau di Selat Hormuz, Iran Sebut Kapal Matikan Radar
Dunia
Kuba Mengadu ke PBB: 2,6 Juta Rakyatnya Susah Minum Gara-Gara Trump
Kuba mengadu ke PBB usai 2,6 juta rakyatnya kesulitan air minum akibat krisis listrik dan blokade ekonomi Amerika Serikat. Simak laporan resminya!
Wisnu Cipto - Kamis, 29 Oktober 2026
Kuba Mengadu ke PBB: 2,6 Juta Rakyatnya Susah Minum Gara-Gara Trump
Bagikan