Headline

Cegah Penembakan di Sekolah, Trump Sarankan Para Guru Dipersenjatai

Eddy FloEddy Flo - Kamis, 22 Februari 2018
Cegah Penembakan di Sekolah, Trump Sarankan Para Guru Dipersenjatai

Presiden Amerika Serikat Donald Trump melambaikan tangan saat menaiki Air Force One di bandara kota Morristown, New Jersey (ANTARA FOTO/REUTERS/Yuri Gripas)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Kasus penembakan di sekolah oleh siswa di Florida minggu lalu memicu usulan kontroversial dari Presiden Donald Trump. Presiden Amerika Serikat ini menyarankan agar para guru dipersenjatai agar dapat mencegah kasus pembantaian.

Saran itu Donald Trump tersebut mendapat dukungan dari kelompok hak kepemilikan senjata, Perhimpunan Senjata Nasional. Selain itu, usulan mempersenjatai para guru tidak terlepas dari kebijakan mendukung para produsen senjata dalam negeri.

Trump membuat pernyataan tersebut dalam pertemuan emosional satu jam di Gedung Putih dengan siswa selamat dari penembakan di Florida dan orangtua korban tewas dalam kejadian itu. Ratusan siswa mengikuti unjuk rasa tersebar di seluruh negeri pada Rabu, termasuk di Washington, Chicago dan Pittsburgh.

Presiden dari Partai Republik memperjuangkan hak kepemilikan senjata dan mendapat dukungan NRA selama kampanye pemilihan presiden pada 2016. Donald Trump mengatakan akan bergerak cepat untuk memperkuat pemeriksaan latar belakang pembelian senjata dan akan mempertimbangkan menaikkan usia kepemilikan senjata.

Dia berbicara panjang lebar tentang bagaimana guru dan penjaga keamanan bersenjata dapat menakut-nakuti calon penembak sekolah dan mencegah kematian siswa.

"Jika guru Anda mahir menggunakan senjata api, itu dapat mengakhiri serangan dengan sangat cepat," kata Trump.

Serangan di Sekolah Menengah Atas Marjory Stoneman Douglas di Parkland, Florida, di mana 17 siswa dan guru dibunuh pada 14 Februari oleh seorang pria bersenjata dengan senapan serbu semi-otomatis AR-15 dalam penembakan paling mematikan kedua di sebuah sekolah umum AS, telah menghidupkan kembali perdebatan di AS yang berlangsung lama mengenai hak kepemilikan senjata.

Konstitusi AS melindungi hak orang Amerika untuk membawa senjata, sebuah hak yang benar-benar dipertahankan oleh orang-orang dari Partai Republik. Namun, Trump berada di bawah tekanan untuk melakukan tindakan.

Beberapa peserta pada pertemuan tersebut tampak memberikan dukungan terhadap gagasan Trump untuk mempersenjatai guru, sementara yang lain menentang gagasan tersebut.

Presiden Donald Trump sebagaimana dilansir Antara dari Reuters, Kamis (22/2) menyarankan mempersenjatai guru sebagai cara menghentikan semakin banyak penembakan di sekolah Amerika Serikat.

Menurut Trump, gagasan tersebut mendapat dukungan penuh dari Perhimpunan Senapan Nasional (NRA).(*)

#Kasus Penembakan #Donald Trump #Senjata Api
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Donald Trump menyinggung kemungkinan Iran melancarkan serangan terhadap kota di AS.
Yusuf Abdillah - Selasa, 06 Oktober 2026
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Tekno
Bantah Donald Trump, Paus Leo Tegaskan Kekhawatiran AI bukan 'Berita Bohong'
Sejumlah raksasa AI, termasuk Anthropic, telah menyerukan perlambatan dalam pengembangan guna memberikan waktu bagi langkah-langkah keselamatan.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
 Bantah Donald Trump, Paus Leo Tegaskan Kekhawatiran AI bukan 'Berita Bohong'
Dunia
Trump Tolak Rencana Global Kendalikan Kecerdasan Buatan
Trump menyatakan bahwa Washington akan mulai mengubah sebutan kecerdasan buatan menjadi "kecerdasan super"
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
 Trump Tolak Rencana Global Kendalikan Kecerdasan Buatan
Indonesia
Trump Berikan Ancaman Baru, Iran Siapkan Serangan Balasan
Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar, Syekh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, menyerukan dibentuknya kerangka kerja keamanan regional yang menyatukan negara-negara Teluk dan Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Trump Berikan Ancaman Baru, Iran Siapkan Serangan Balasan
Dunia
AS Berikan Sanksi Ekonomi Lebih Luas Mahkamah Pidana Internasional
Sebelumnya, Majelis banding Mahkamah Pidana Internasional (ICC) menolak gugatan Israel atas legalitas penyelidikan ICC terkait dugaan kejahatan perang di Gaza setelah Oktober 2023.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
AS Berikan Sanksi Ekonomi Lebih Luas Mahkamah Pidana Internasional
Indonesia
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran, "Hal Besar Akan Terjadi" Jika Gagal Mengubah Sikap
Trump memberikan peringatan keras dirinya telah memasuki "fase pengambilan keputusan" yang sangat krusial terkait perang yang tengah berlangsung dengan Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran,
Dunia
Penembakan Sekolah Kembali Terjadi di Filipina, 3 Siswa Tewas
Penembakan terjadi di sebuah sekolah menengah di South Cotabato, Filipina selatan.
Yusuf Abdillah - Jumat, 18 September 2026
Penembakan Sekolah Kembali Terjadi di Filipina, 3 Siswa Tewas
ShowBiz
Zara Larsson Semprot Gedung Putih, tak Terima Lagunya Dipakai untuk Video Deportasi
Video yang memperlihatkan tindakan penggerebekan penegakan hukum imigrasi itu menggunakan lagu Midnight Sun milik Larsson.
Dwi Astarini - Jumat, 18 September 2026
Zara Larsson Semprot Gedung Putih, tak Terima Lagunya Dipakai untuk Video Deportasi
Dunia
Krisis Minyak Dunia Meledak! Iran Kunci Mati Selat Hormuz Sampai Trump dan Netanyahu Lengser
Iran menegaskan tidak akan membuka akses Selat Hormuz sampai Donald Trump dan Benjamin Netanyahu lengser, memicu krisis minyak global yang kian parah.
Wisnu Cipto - Jumat, 18 September 2026
Krisis Minyak Dunia Meledak! Iran Kunci Mati Selat Hormuz Sampai Trump dan Netanyahu Lengser
Dunia
AS Klaim Jadi Produsen Minyak Terbesar Dunia, Dapat Konsensi 100 Tahun di 17 Ladang Minyak Venezuela
“Sekarang kami adalah yang terbesar di dunia, dan itu belum termasuk Venezuela, yang baru saja kami tambahkan ke dalam cadangan kecil kami,” kata Trump.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 11 September 2026
AS Klaim Jadi Produsen Minyak Terbesar Dunia, Dapat Konsensi 100 Tahun di 17 Ladang Minyak Venezuela
Bagikan