Kesehatan

Cegah Infeksi pada Miss V, Sebelum Terlambat

P Suryo RP Suryo R - Senin, 22 Februari 2021
Cegah Infeksi pada Miss V, Sebelum Terlambat

Menjaga keseimbangan PH area intim agar terhindari dari infeksi. (Foto: Pixabay/silviarita)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MEMBICARAKAN penyakit pada organ reproduksi memang masih tabu hingga saat ini. Tapi kamu harus mulai memerhatikan kesehatannya demi keselamatan diri sendiri. Salah satu penyakit yang mematikan namun belum diperhatikan masyarakat adalah infeksi jamur pada vagina.

Infeksi ini dapat menimbulkan rasa tidak nyaman seperti gatal serta perih pada vagina. Penyakit ini harus segera diobati agar tidak mengganggu keseimbangan fungsi reproduksi. Seperti yang dilansir dari healthline.com, infeksi bakteri bisa disebabkan oleh bakteri dan jamur.

Biasanya infeksi vagina terjadi karena tidak menjaga kebersihan setiap hari dan bergonta-ganti pasangan dalam berhubungan intim. Infeksi ini dimulai dari vulva yaitu bagian luar dari vagina, hingga menjalar ke leher rahim.

Baca Juga:

Waspada, Infeksi Jamur Mengintai di Musim Hujan


1. Tepat membersihkan area intim

miss
Area intim perlu dibersihkan dengan teknik yang tepat. (Foto: Pixabay/955169)


Hindari membasuh vagina hingga ke dalam leher rahim. Sebaiknya ketika mencuci area tersebut, cukup di bagian luarnya saja. Tidak perlu menggunakan sabun khusus karena hanya akan menimbulkan iritasi dan alergi. Vagina mampu membersihkan secara alami dan menjaga keseimbangan PH melalui lendir.

2. Hindari pakaian ketat

miss
Hindari menggunakan pakaian yang ketat. (Foto: Pixabay/Free-Photos)


Sebagian orang menggunakan celana ketat demi menunjang penampilan. Padahal hal tersebut dapat menyebabkan infeksi vagina. Area intim perempuan membutuhkan ruang untuk bernapas. Apalagi PH di dalam vagina cukup tinggi dan dapat meningkatkan produksi bakteri. Jika dibiarkan terus menerus pada akhirnya dapat menyebabkan infeksi.

Baca Juga:

Inovasi Biopsi Robotik Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien Kanker Prostat

3. Tetap kering

miss
Area intim harus selalu kering. (Foto: Pixabay/PublicDomainPictures)


Area vagina harus tetap kering. Maka gunakan pakaian yang sedikit longgar termasuk celana dalam. Menggunakan celana dalam yang terlalu ketat membuat kulit sekitar vagina tidak leluasa untuk bernapas. Pada akhirnya keringat akan berkumpul di celana dalam yang ketat tanpa sempat mengering. Jamur mudah tumbuh di area kulit yang selalu lembap.


4. Pola diet sehat

miss
Segera lakukan pola diet sehat. (Foto: Pixabay/silviarita)


Bagi perempuan, sebaiknya mulai mengonsumsi makanan yang mampu menjaga keseimbangan PH pada vagina. Kurangi konsumsi gula dan makanan olahan karena dapat meningkatkan pertumbuhan jamur di dalam vagina. (mar)

Baca Juga:

Flavanol, Kandungan dalam Kakao yang Kabarnya Meningkatkan Daya Ingat

#Kesehatan #Miss V #Infeksi Saluran Kemih
Bagikan
Ditulis Oleh

Maria Theresia

Your limitation -- it's only your imagination.

Berita Terkait

Berita Foto
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Ketua Tim Bidang Penyusunan Rencana Prioritas Pemanfaatan Dana Desa, Sappe M. P. Sirait saat Program Keluarga Sigap di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Januari 2026
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Indonesia
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Ratusan pengungsi pascabanjir bandang di Aceh Tamiang mengalami berbagai penyakit seperti ISPA hingga diare. Tim Dokkes Polri turun beri layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Indonesia
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Indonesia
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar jenis virus ini.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Lifestyle
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Siloam Hospitals Kebon Jeruk memiliki dan mengoperasikan tiga sistem robotik, yakni Da Vinci Xi (urologi, ginekologi, bedah digestif, dan bedah umum), Biobot MonaLisa (khusus diagnostik kanker prostat presisi tinggi), dan ROSA (ortopedi total knee replacement).
Dwi Astarini - Jumat, 19 Desember 2025
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Indonesia
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Pemkot segera mulai menyiapkan kebutuhan tenaga medis, mulai dari dokter hingga perawat.
Dwi Astarini - Senin, 24 November 2025
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Indonesia
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
emerintah memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan penghapusan tunggakan iuran sehingga mereka bisa kembali aktif menikmati layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Rabu, 19 November 2025
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
Bagikan