Parenting

Cara Terbaik Mengatasi Tantrum Anak di Tempat Umum

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Jumat, 26 Juli 2019
Cara Terbaik Mengatasi Tantrum Anak di Tempat Umum

Cara jitu mengatasi tantrum anak saat berada di tempat umum (Foto: Pexels/Ba Phi)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

RASANYA sangat risih untuk mendengar tantrum anak di tempat umum, menangis hingga berteriak membuat orangtua mungkin malu dan bahkan bisa dicibir oleh orang lain. Ketika anak masih dalam usia dini, mengatasi tantrum anak pun akan menjadi lebih sulit.

Jangan sampai orangtua anak menggunakan kekerasan verbal ataupun fisik untuk mengatasi situasi ini. Dilansir dari laman Moms, orangtua bisa coba lima cara ini untuk mengatasi tantrum anak ketika berada di tempat umum.

Baca juga:

Trik Jitu untuk Menghindari dan Mengatasi Tantrum Anak Selama Liburan

1. Bawa Barang Kesayangan

Cara Terbaik Mengatasi Tantrum Anak di Tempat Umum
Jangan lupa bawa mainan favorit anak (Foto: Pexels/mentatdgt)

Jika buah hati tantrum karena tidak ada barang yang bisa ia mainkan untuk membuatnya sibuk, cobalah untuk membawa barang kesayangannya seperti mainan, boneka, botol minum kesayangan, hingga mainan favorit anak.

Selain membuat buah hati sibuk, barang-barang kesayangan itu akan membuat pikiran anak lebih fokus dan terhindar dari kebosanan yang memicu tantrum.

2. Jangan Lewati Jam Tidur

Cara Terbaik Mengatasi Tantrum Anak di Tempat Umum
Ketika mengantuk, tantrum anak bisa saja terjadi (Foto: Pexels/Pixabay)

Terkadang amat sangat susah jika orangtua mencoba untuk pergi ke supermarket. Jika anak kekurangan jam tidur, ia akan lebih mudah menangis karena ngantuk, dan bahkan bisa merujuk ke tantrum yang membuat orang di sekeliling terpaku akan kebisingan.

Cobalah untuk mengatur jadwal kapan akan pergi ke luar. Jangan sampai melewatkan jam tidur anak. Selain menentukan waktu, orangtua jangan sampai lupa juga untuk tetap memperhatikan jam makan anak. Karena jika anak kelaparan, akan ada potensi dimana si kecil bisa menangis.

Baca juga:

Hadapi Tantrum pada Anak yang Kecanduan Gadget, Lakukan Hal Ini

3. Hindari Sibuk Sendiri

Cara Terbaik Mengatasi Tantrum Anak di Tempat Umum
Tetap perhatikan anak saat berada di tempat umum (Foto: Pexels/Daria Shevtsova)

Potensi tantrum ternyata bisa saja terjadi ketika banyak orang di sekitar mereka. Ketika orangtua sibuk sendiri, anak pun bisa menangis hingga tantrum anak tak terhindarkan karena ingin menarik perhatian.

Jadi jangan sampai orangtua harus sibuk sendiri di depan anak. Cobalah untuk melakukan komunikasi lebih terhadap si kecil dari 'hati ke hati'.

4. Bawa ke Tempat yang Tenang

Cara Terbaik Mengatasi Tantrum Anak di Tempat Umum
Ketika tantrum anak terjadi, bawa mereka ke tempat tenang (Foto: Pexels/Tetyana Kovyrina)

Jika anak memiliki mood yang berpengaruh dari lingkungan, cobalah untuk membawa kesayangan ke tempat yang tenang. Anak terkadang lebih mudah menangis jika ia mendengar kerumunan yang membuat dirinya terganggu.

Jadi untuk membawa si kecil ke tempat yang tenang seperti tempat liburan yakni pantai akan membuat si kecil lebih bisa bersantai dalam ketenangan.

Baca juga:

Jurus Jitu Mengatasi Tantrum pada Anak Berkebutuhan Khusus

5. Biarkan Anak Memilih

Cara Terbaik Mengatasi Tantrum Anak di Tempat Umum
Libatkan anak untuk menentukan pilihan (Foto: Pexels/Daria Shevtsova)

Anak senang jika ia bebas memilih apapun, namun terkadang orangtua membatasi si kecil untuk memilih. Seperti di supermarket ketika si kecil tidak diizinkan untuk membeli barang yang diinginkan, ia pun akan menangis hingga tantrum.

Cobalah untuk membuat anak memilih, seperti memilih baju dari kartun kesayangan ataupun sekedar memilih buah-buahan di pasar, mengontrol anak pun menjadi lebih mudah. (dnz)

#Temper Tantrum #Anak Rewel #Anak-anak #Anak Kecil #Parenting
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Memastikan artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna menjamin kualitas informasi yang disajikan. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan (musik & film), gaya hidup, motorsports, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
8 Cara Keluarga Cegah Anak Terpapar Pemahaman Kekerasan dan Radikalisme
Regulasi penggunaan sosial media pada anak di Indonesia belum seketat negara maju lainnya.
Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
8 Cara Keluarga Cegah Anak Terpapar Pemahaman Kekerasan dan Radikalisme
Indonesia
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Survei Forum Anak di Jawa Tengah terhadap lebih dari 20 ribu anak menunjukkan 80 persen lebih nyaman curhat kepada teman dibanding orang tua.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Indonesia
Kemkomdigi Layangkan Teguran ke YouTube usai Temukan Konten Vape yang Libatkan Anak
Kemkomdigi melayangkan teguran ke YouTube, setelah menemukan konten vape yang melibatkan anak-anak.
Soffi Amira - Minggu, 02 Agustus 2026
Kemkomdigi Layangkan Teguran ke YouTube usai Temukan Konten Vape yang Libatkan Anak
Lifestyle
AIMI Ingatkan Risiko Mitos Menyusui yang tidak Berbasis Bukti
Masyarakat diharapkan lebih kritis dalam menerima informasi, terutama yang disampaikan key opinion leader (KOL) atau figur publik.
Dwi Astarini - Jumat, 31 Juli 2026
AIMI Ingatkan Risiko Mitos Menyusui yang tidak Berbasis Bukti
Indonesia
DPR Nilai Penggunaan Gawai Anak sudah Lampaui Batas, Minta Sekolah Punya Aturan Jelas
Penggunaan perangkat digital yang berlebihan dapat mengurangi interaksi sosial hingga memengaruhi kesehatan mental peserta didik.
Dwi Astarini - Rabu, 29 Juli 2026
DPR Nilai Penggunaan Gawai Anak sudah Lampaui Batas, Minta Sekolah Punya Aturan Jelas
Lifestyle
Cara Batasi Waktu Bermain Roblox Anak: Panduan Parental Control dan Blokir Jaringan
Langkah sistematis ini memastikan batas waktu bermain berjalan otomatis tanpa perlu penyitaan perangkat secara fisik
Angga Yudha Pratama - Selasa, 28 Juli 2026
Cara Batasi Waktu Bermain Roblox Anak: Panduan Parental Control dan Blokir Jaringan
Fun
S-26 Exceptional Journey Hadir di Jakarta, Ajak Orang Tua Pahami Perkembangan Otak Anak
S-26 Exceptional Journey: Journey Inside The Brain menghadirkan pengalaman edukatif imersif yang mengajak orang tua memahami perkembangan anak.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 25 Juli 2026
S-26 Exceptional Journey Hadir di Jakarta, Ajak Orang Tua Pahami Perkembangan Otak Anak
Indonesia
Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta, Dosen dan Hakim Aktif Diminta Segera Dinonaktifkan
Beberapa anak terlaporkan mengidap penyakit seperti pneumonia, bronkitis, infeksi saluran kemih (ISK), hingga mengalami stunting akibat kekurangan gizi dan dehidrasi
Angga Yudha Pratama - Minggu, 03 Mei 2026
Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta, Dosen dan Hakim Aktif Diminta Segera Dinonaktifkan
Berita Foto
Keceriaan Anak-Anak Warnai Shalat Idul Fitri 1447 H di Lapangan Sepak Bola Rempoa
Seorang anak menunaikan ibadah Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1447 H secara berjamaah di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (20/3/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 20 Maret 2026
Keceriaan Anak-Anak Warnai Shalat Idul Fitri 1447 H di Lapangan Sepak Bola Rempoa
Indonesia
Pramono Anung Dukung Pembatasan Media Sosial Anak di Bawah 16 Tahun Mulai 28 Maret 2026
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendukung kebijakan pembatasan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun yang mulai berlaku 28 Maret 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 09 Maret 2026
Pramono Anung Dukung Pembatasan Media Sosial Anak di Bawah 16 Tahun Mulai 28 Maret 2026
Bagikan