Trik Jitu untuk Menghindari dan Mengatasi Tantrum Anak Selama Liburan
Cara Menghindari dan Mengatasi Tantrum Anak Selama Liburan (Foto: Pixabay/Public Domain Pictures)
BAGI kamu yang sudah berkeluarga dan memiliki anak kecil, liburan pastinya dijadikan kesempatan untuk menjalin ikatan agar hubungan kekeluargaan semakin erat. Waktu yang sangat luang bisa kita gunakan untuk membayar hutang waktu yang tidak bisa kita berikan untuk bermain dengan anak sewaktu sibuk bekerja di kantor.
Tetapi mood anak kecil seringkali naik turun dan kebanyakan orang tua tidak mengerti kenapa dan harus bagaimana. Ketika sedang liburan ke luar kota atau ke luar negeri dan berkumpul bersama keluarga besar bisa repot nih kalau anak mengalami tantrum, seperti meledak dan tidak bisa dikendalikan.
Rebecca Schrag dalam bukunya yang berjudul The Tantrum Survival Guide, kunci utamanya adalah komunikasi dan berada di pihak anak. Anak yang orang tuanya sibuk bekerja akan meminta perhatian lebih dengan cara-cara ajaibnya. Bagaimana ya strategi untuk mengatasinya?
1. Biarkan Anak Memilih Pakaian Sendiri
Sebagai orang tua pastinya ingin sekali mendandani anak dengan pakaian yang lucu. Tetapi ini bisa memicu tantrum pertama lho ketika sudah sampai di tempat tujuan liburan nanti. Anak bisa tiba-tiba marah dan menangis karena tidak mau memakai pakaian yang kita pilih.
Baca juga:
Perhatikan Hal Ini Sebelum Mengajak Anak untuk Traveling
Maka dari itu biarkan anak yang memilih pakaiannya sendiri dan memasukannya ke dalam tas. Ini juga bisa dijadikan waktu yang tepat untuk menambah kedekatan sekaligus mengajari anak untuk memilih dan merapikan pakaiannya sendiri.
2. Ketika Anak Tidak Mau Memakan Makanannya
Salah satu hal yang bikin pusing sekaligus gregetan adalah ketika anak tidak mau makan makanannya, terlebih ketika masa liburan. Triknya adalah jelaskan satu per satu menu makanan yang ada di restoran tersebut dan giring anak pada makanan yang bervariasi.
Baca juga:
Liburan ke Luar Negeri Bawa Balita, Berikut Hal yang Harus Diperhatikan Orang Tua
Anak bisa bosan dan marah ketika makanannya tidak bervariasi. Contohnya ketika memesankan sayur, usahakan dalam sayur tersebut ada berbagai warna seperti oranye, hijau, dan kuning. Sambi makan jelaskan manfaat dari makanan yang mereka makan. Mereka akan lebih bersemangat dan secara tidak sadar menghabiskan makanannya.
3. Toilet Tantrum
Perhatikan pola buang air anak selama liburan sebelum berkunjung ke tempat-tempat seperti museum, opera, atau tempat wisata lain.
Baca juga:
Tingkatkan Kepercayaan Diri Anak dengan Travelling, dari Baca Peta hingga Bertemu Orang
Mulailah dari mengatur pola makan dan minum anak sehingga kamu bisa tahu kapan anak akan buang air kecil kapan anak akan buang air besar.
Memang agak sulit tapi bisa diusahakan. Biasakan anak untuk buang air terlebih dahulu sebelum jalan-jalan karena kalau anak-anak sudah kebelet, emosinya bisa meledak.
4. Drama Foto
Kalau ini sudah pasti sering dialami oleh orang tua bahkan di hari-hari biasa. Triknya sebenarnya simple, cukup satu foto saja tiap berkunjung ke satu tempat wisata, walaupun rasanya gemes ya ingin foto sana-sini. Tetapi daripada anak emosi meledak dan tambah repot, lebih baik mengalah saja deh. (mar)
Bagikan
Ananda Dimas Prasetya
Berita Terkait
Liburan Keluarga Makin Seru, Nickelodeon Playtime Paw Patrol Hadir di Carstensz Mall Tangerang
Kemenag Ingatkan Pentingnya Pencatatan Pernikahan, Lindungi Hak Perempuan dan Anak
Anak Demam 40 Derajat Masih Lari-Larian? Dokter RSUD Pasar Rebo Larang Buru-Buru Kasih Paracetamol
88 Ribu Penumpang Gunakan Kereta Api dari Daop 1 Jakarta Selama Libur Akhir Pekan Isra Mikraj, Yogyakarta Masuk Tujuan Tertinggi
Long Weekend Isra Mikraj, Jumlah Penumpang Kereta Cepat Whoosh Meningkat
70 Anak Terpapar Konten Kekerasan, Pemerintah Siapkan Aturan Perlindungan di Sekolah
Daftar Tanggal dan Hari Libur di 2026, Catat Buat Bikin Agenda Liburan
Simak Nih! Tips Aman Melakukan Perjalanan Jauh Akhir Tahun ala SDCI
Pipilaka: Pertunjukan Imersif tentang Kebersamaan, Alam, dan Imajinasi
Rekomendasi Tempat Liburan Keluarga Saat Natal dan Tahun Baru 2026