Enggak Cengeng, Pebisnis Kopi Monika Zendrato Gaungkan Social Movement

Raden Yusuf NayamenggalaRaden Yusuf Nayamenggala - Rabu, 03 Juni 2020
Enggak Cengeng, Pebisnis Kopi Monika Zendrato Gaungkan Social Movement

Monika zendrato berhasil survive sekaligus berbagi di masa sulit pandemi COVID-19 (Foto: instagram @monikazendrato)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PENYEBARAN Virus Corona di Indonesia mematikan berbagai sektor bisnis. Tak terkecuali di bidang Food and Beverages atau F&B. Akibatnya, omzet para pebisnis menurun drastis. Mereka juga terpaksa melakukan PHK terhadap karyawannya.

Pegiat sekaligus pebisnis kopi Monika Zendrato mengalami hal ini. Bisnis kedai kopi Monika yang berada di mal terpaksa ia tutup. Hal ini sejalan dengan imbauan PSBB pemerintah yang menutup mal demi memutus rantai penyebaran COVID-19.

Baca juga:

Masih Bingung Cara Ikut Gerakan Barista Asuh? Gampang Benget, Ini Panduannya!

"Buat saya sih dampaknya cukup besar, karena Burgreens Kemang Village adanya di mall, jadi mesti tutup dua bulan, sehingga enggak ada penghasilan dari sana. Terus sebelum penutupan karena PSBB itu juga membuat sales menurun," tutur Monika kepada merahputih.com.

Namun, di saat masa-masa sulit pandemi Virus Corona, peraih juara 3 IBRC 2020 tersebut tak lantas cengeng dan menyerah begitu saja. Perempuan yang kini tengah menempuh pendidikan S2 di The Collective Institute Jakarta itu justru terpacu untuk jadi lebih kreatif.

Monika Zendrato berusaha survive dan tak lupa untuk berbagi disaat pandemi (Foto: instagram @monikazendrato)

Monika memutar otak agar bisa berinovasi dalam memenuhi kebutuhan pelanggan dan mendapat penghasilan. Bahkan, ia turut mencari cara untuk berbagi kepada orang lain di masa sulit ini. Namun dengan catatan tetap menyesuaikan dengan peraturan PSBB yang ada dan dengan ketat melakukan protokol kebersihan.

Akhirnya Monika memiliki ide dengan membuat sebuah social movement bernama MARUMON. Meski Monika merasa kesulitan saat penjualan menurun di masa pandemi, tapi Monika menganggap dia masih mampu dalam berbagai hal.

Monika membuat social movement bernama MARUMON (Foto: instagram @marumonyuk)

Monika merasa masih beruntung walau dunia terserang COVID-19. Karena baginya dia masih memiliki rumah, bisa membeli bahanan makanan, dan berobat. Namun Monika sadar jika banyak orang-orang di luar sana yang tak seberuntung dirinya.

"Saya merasa bersyukur selalu berkecukupan, tapi banyak orang diluar yang tidak seberuntung saya, lalu hati saya tergerak dan mengatakan 'apa yang bisa saya berikan ke orang lain yang membutuhkan dalam keadaan ini?' akhirnya saya memutuskan untuk membuat MARUMON (Makanan Rumah Monika)," jelas Monika.

MARUMON merupakan wadah perantara bagi dirinya dan teman-teman yang ingin berbagi kepada orang yang membutuhkan dengan cara donasi makanan.

Cara kerja MARUMON ialah Monika terlebih dahulu membuat PO 1, di mana orang-orang bisa ikut untuk menyumbang tanpa minimum order/minimum nominal transfer. Tentunya sesuai kerelaan hati dan kemampuan setiap orang.

Saat ini MARUMON telah sampai pada kegiatan berbagi ke-7. Namun berbeda dengan sebelumnya, Monika tak membuka PO, melainkan membuka semacam jangka waktu dua minggu untuk memberi kesempatan bagi yang ingin menyumbang melalui donasi makanan ini tanpa minimum transfer.

Tapi saat kegiatan berbagi yang ke-7, makanan yang akan diberikan bukan dari Rumah Monika, melainkan akan dibeli dari pelaku usaha warteg maupun PKL. Hal itu bertujuan agar bisa membantu para pelaku usaha kecil tersebut untuk survive di masa pandemi ini.

Baca juga:

Meski Kondisi Sulit, Riri Mestika Tetap Dukung Barista Asuh untuk Bangkitkan Semangat Para Barista

Memesan makanan dari PKL atau Warteg secara otomatis membuat mereka jadi belanja lagi ke pasar untuk membeli bahan baku. Dengan begitu, social movement itu turut berperan membantu roda ekonomi Indonesia tetap berputar.

Selain MARUMON, Brewers yang sempat belajar di ABCD School of Coffee itu pun membangkitkan kembali brand kopi miliknya yang sudah tutup enam tahun lalu, yakni MOFFEE. Brand kopi tersebut pernah beroperasi sekitar 1,5 tahun di kawasan Universitas Indonesia, Depok sebelum akhirnya ditutup.

Saat itu Monika memilih menutupnya karena memutuskan untuk belajar lebih dalam tentang kopi. Kini MOFFEE kembali berjalan sebagai brand penyedia minuman kopi susu untuk kegiatan awal-awal donasi.

Setelah itu, ketika ada kegiatan #SatuDalamKopi di Tokopedia, Monika memutuskan untuk turut serta dan jualan di tokopedia.com/marumon. Pada gerakan tersebut, Monika mengalokasikan 15% dari hasil penjualan yang dia dapat untuk kegiatan berbagi makanan kepada yang membutuhkan.

Setelah pandemi mulai memasuki fase new normal, setiap orang tentu memiliki cara yang berbeda menghadapinya. Begitu juga bagi Monika yang juga menjabat sebagai Business Analyst Project Management di salah satu startup. Dia mengatakan kita tak boleh kalah dengan keadaan.

"Menghadapi new normal itu dengan iman, harapan dan cinta, kita harus punya fondasi iman yang kuat untuk selamat dari badai, jangan biarkan masa lalu, emosi dan keadaan saat ini mengendalikan hidup kita," tutur Monika.

Lebih lanjut, Monika juga menyampaikan agar setiap orang tak perlu khawatir tentang masa depan. Kita harus menemukan nilai tersembunyi dan mempertahankan pola pikir realistis dan optimistis yang positif.

Monika percaya new normal mengajarkan kita bagaimana untuk melepaskan, mengendalikan hati, memperkuat iman dan saling menyemangati. (ryn)

Baca juga:

Barista Asuh, Bukti Industri Kopi Indonesia tak Pernah Cengeng dan Mengeluh

#Juni Enggak Cengeng #Kedai Kopi #Barista #Kopi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Berita Foto
Kebun Kopi Sangga Buana dan Upaya Menjaga Ruang Hijau Jakarta
Petugas memilah biji kopi dari kebun kopi Sangga Buana di Kawasan Karang Tengah, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Rabu (23/9/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 23 September 2026
Kebun Kopi Sangga Buana dan Upaya Menjaga Ruang Hijau Jakarta
Fun
Dari Kebun Keluarga di Garut, 'Cing Cangkeling' Roemah Koffie Bawa Karakter Buah dan Gula Merah
Cing Cangkeling merupakan kopi single origin Mandalagiri, Garut, dari varietas Yellow Bourbon dengan notes stone fruit, anggur, beri, dan gula merah.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 18 September 2026
Dari Kebun Keluarga di Garut, 'Cing Cangkeling' Roemah Koffie Bawa Karakter Buah dan Gula Merah
Lifestyle
Kisah Keluarga Petani dari Mandalagiri Garut dalam Biji Kopi Cing Cangkeling Roemah Koffie
Berbeda dari sekadar menghadirkan varian kopi baru, Roemah Koffie membawa cerita kebun keluarga yang dirawat dan dikembangkan petani kopi asal Garut.
Dwi Astarini - Jumat, 18 September 2026
Kisah Keluarga Petani dari Mandalagiri Garut dalam Biji Kopi Cing Cangkeling Roemah Koffie
Fun
Bukan Sekadar Kopi, Roemah Koffie Meracik Rasa dan Kisah Nusantara
Dari Rambadia hingga Cublak Suweng, kopi Indonesia dibawa Roemah Koffie ke panggung dunia. Klik untuk detail kisahnya!
Wisnu Cipto - Minggu, 06 September 2026
Bukan Sekadar Kopi, Roemah Koffie Meracik Rasa dan Kisah Nusantara
Kuliner
Dari Tanah hingga Cangkir, Roemah Koffie Merayakan Karakter Kopi Indonesia
Dari satu pulau ke pulau lain, bahkan dari satu daerah ke daerah lain, secangkir kopi dapat membawa pengalaman rasa sekaligus cerita yang berbeda.
Dwi Astarini - Sabtu, 05 September 2026
Dari Tanah hingga Cangkir, Roemah Koffie Merayakan Karakter Kopi Indonesia
Berita Foto
Pecinta Kopi Berburu Cita Rasa Khas Nusantara di Indonesia Coffee Expo 2026
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mencicipi segelas kopi saat mengunjungi pameran Indonesia Coffee Expo 2026 di JICC, Jakarta, Jumat (4/9/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 04 September 2026
Pecinta Kopi Berburu Cita Rasa Khas Nusantara di Indonesia Coffee Expo 2026
Kuliner
Menyesap Rasa, Menjalin Kisah dalam Seduhan Kopi
Sejak kopi bisa dinikmati rakyat secara umum, tradisi ngopi berkembang dari warung kopi sederhana di desa hingga kedai modern kekinian di kota besar.
Dwi Astarini - Minggu, 30 Agustus 2026
Menyesap Rasa, Menjalin Kisah dalam Seduhan Kopi
Fun
Rp 70 Ribu dapat 2 Kopi Spesial hingga Buy One Get One, Grand Opening Roemah Koffie Agora Mall Tawarkan Sejumlah Promo
Roemah Koffie menghadirkan sejumlah promo saat grand opening gerai ke-15 di Agora Mall. Salah satunya Buy One Get One dan promo dua kopi seharga Rp70 ribu.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 11 Agustus 2026
Rp 70 Ribu dapat 2 Kopi Spesial hingga Buy One Get One, Grand Opening Roemah Koffie Agora Mall Tawarkan Sejumlah Promo
Fun
Roemah Koffie Buka Gerai ke-15 di Agora Lifestyle Mall, Bidik Ekspansi hingga Seluruh Indonesia
Roemah Koffie resmi membuka gerai ke-15 di Agora Lifestyle Mall, Jakarta Pusat. Ekspansi ini dibarengi misi mengenalkan kopi Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 11 Agustus 2026
Roemah Koffie Buka Gerai ke-15 di Agora Lifestyle Mall, Bidik Ekspansi hingga Seluruh Indonesia
Lifestyle
Kopi Menu Andalan Temani Gaya Hidup Sehat
Kopi menjadi pilihan utama masyarakat yang ingin tetap produktif sekaligus menjaga kesehatan.
Dwi Astarini - Selasa, 04 Agustus 2026
Kopi Menu Andalan Temani Gaya Hidup Sehat
Bagikan