tematik

Cara Mendamaikan Anak Tantrum

Iftinavia PradinantiaIftinavia Pradinantia - Minggu, 06 Maret 2022
Cara Mendamaikan Anak Tantrum

Anak tantrum (Sumber: Pexels/Jep Gambardella)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MOMS pasti bingung kan kalau anak seharian merengek terus. Parahnya lagi rengekan tersebut dibarengi dengan tangisan. Tak jelas akar rengekan dan tangisan. Digendong masih nangis, lalu ditinggal malah menjerit. Moms pasti merasa jadi serbasalah ketika anak sedang tantrum.

Baca Juga:

Kenali Sejumlah Persiapan Penting Sebelum Punya Anak

Psikolog Anak Rena Masri menyebutkan bayi usia 0-12 bulan akan mengungkapkan emosinya melalui ekspresi wajah, menangis, tertawa, dan lain sebagainya. Bayi, misalnya, akan tersenyum ketika mendengar suara ibunya, atau terdiam dari tangis ketika digendong atau diberikan susu. Tangisan atau senyuman tersebut merupakan bentuk komunikasi bayi dan menunjukkan kemampuan sosialisasi anak juga sudah mulai berkembang.

Menurut Rena, menangis juga merupakan salah satu bentuk komunikasi pada bayi. Tangisan bayi memiliki sejumlah makna. Misalnya menangis karena lapar, merasa tidak nyaman karena susana kamar terlalu panas atau dingin, celana atau popok basah karena buang air kecil, bahan atau aksesoris baju mengganggu anak, dan lain lain.

bayi
Tangisan adalah bentuk komunikasi bayi (Foto: MP/IFTINAVIA PRADINANTIA)

Bayi juga bisa menangis karena merasa capek. Misalnya bayi kurang tidur atau tidurnya sering terganggu. Selain itu, bisa jadi bayi menangis karena sakit, takut atau cemas, digendong orang tidak dikenal, atau menangis karena bosan. "Biasanya bayi akan menangis jika terlalu lama tidak diajak bercanda atau dibiarkan sendiri. Ia akan merasa bosan dan akhirnya menangis," urai Rena.

Tentu mudah kalau sudah tahu keinginan bayi. Apa arti tangisannya. Apa arti rengekannya. Namun, orang tua sering bingung karena komunikasinya belum terjalin secara baik dengan bayi. Jika orang dewasa di sekitarnya tidak mampu merespon keinginan bayi dengan baik, mereka akan sangat frustasi dan menangis lebih keras atau tantrum.

Baca Juga:

Ini Dampak yang Bisa Terjadi Jika Ibu Hamil Mudik Naik Sepeda Motor

Berbeda dengan menangis pada umumnya, tantrum (tantrum temper) adalah ledakan emosi. Biasanya dikaitkan dengan anak-anak atau orang-orang dalam kesulitan emosional, biasanya ditandai dengan sikap keras kepala, menangis, menjerit, berteriak, menjerit-jerit, pembangkangan, mengomel marah, resistensi terhadap upaya untuk menenangkan, dan dalam beberapa kasus disertai tindakan.

Jika kebutuhannya tidak terpenuhi dalam kehidupan seorang anak, mereka kemungkinan akan mulai bertingkah dengan merengek untuk mendapatkan perhatian. Namun, alasan ini bukan satu-satunya penyebab perilaku negatif tersebut. Dilansir Positive Parenting Solution, banyak anak mengekspresikan diri dengan mengomel karena mereka belum belajar cara lebih baik untuk menyampaikan maksud. Mereka harus belajar cara-cara positif dan produktif untuk berkomunikasi.

bayi nangis
Ajarkan anak cara tepat berkomunikasi (Sumber: Pexels/Jep Gambardella

Moms perlu meluangkan waktu untuk mengajarkan cara berkomunikasi dengan baik. Ketika tidak menerima perhatian atas keinginannya dan tidak belajar untuk berkomunikasi dengan tepat, maka mereka akan tantrum.

Anak harus belajar jika mengamuk dan merengek tidak akan membuat mereka mendapatkan keinginannya. Moms masih dapat membantu si kecil memvalidasi perasaannya.

"Tetap tenang dan rileks dalam menghadapi bayi atau anak-anak sedang tantrum," sarannya. Temukan penyebab mengapa bayi tantrum dan ajak bayi berkomunikasi.

Moms bisa komunikasikan orang tua tidak akan merespon permintaan dilakukan dengan menjerit atau menangis. Tutup telinga ketika anak mulai teriak dan jangan hiraukan. Mulai respon saat anak mulai bicara dengan nada bicara lebih baik. Lakukan hal tersebut secara konsisten. Dengan demikian, anak akan belajar marah dan teriak tidak akan membantu mereka mendapatkan keinginan. (Avia)

Baca Juga:

Mengenal Dampak Anak yang Sering Melihat Konten 'Spirit Doll'

#Maret +62 Bicara Damai Ajalah #Parenting #Ilmu Parenting
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Iftinavia Pradinantia

I am the master of my fate and the captain of my soul
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Survei Forum Anak di Jawa Tengah terhadap lebih dari 20 ribu anak menunjukkan 80 persen lebih nyaman curhat kepada teman dibanding orang tua.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Lifestyle
AIMI Ingatkan Risiko Mitos Menyusui yang tidak Berbasis Bukti
Masyarakat diharapkan lebih kritis dalam menerima informasi, terutama yang disampaikan key opinion leader (KOL) atau figur publik.
Dwi Astarini - Jumat, 31 Juli 2026
AIMI Ingatkan Risiko Mitos Menyusui yang tidak Berbasis Bukti
Indonesia
DPR Nilai Penggunaan Gawai Anak sudah Lampaui Batas, Minta Sekolah Punya Aturan Jelas
Penggunaan perangkat digital yang berlebihan dapat mengurangi interaksi sosial hingga memengaruhi kesehatan mental peserta didik.
Dwi Astarini - Rabu, 29 Juli 2026
DPR Nilai Penggunaan Gawai Anak sudah Lampaui Batas, Minta Sekolah Punya Aturan Jelas
Lifestyle
Cara Batasi Waktu Bermain Roblox Anak: Panduan Parental Control dan Blokir Jaringan
Langkah sistematis ini memastikan batas waktu bermain berjalan otomatis tanpa perlu penyitaan perangkat secara fisik
Angga Yudha Pratama - Selasa, 28 Juli 2026
Cara Batasi Waktu Bermain Roblox Anak: Panduan Parental Control dan Blokir Jaringan
Fun
S-26 Exceptional Journey Hadir di Jakarta, Ajak Orang Tua Pahami Perkembangan Otak Anak
S-26 Exceptional Journey: Journey Inside The Brain menghadirkan pengalaman edukatif imersif yang mengajak orang tua memahami perkembangan anak.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 25 Juli 2026
S-26 Exceptional Journey Hadir di Jakarta, Ajak Orang Tua Pahami Perkembangan Otak Anak
Fun
Popok Tipis Anti Bocor Bantu Dorong Kebebasan Gerak dan Tumbuh Kembang Anak
MAKUKU perkenalkan popok comfort fit. Hadirkan teknologi SAP dan 360 Leak Protection, dirancang mendukung kebebasan gerak anak.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 12 Februari 2026
Popok Tipis Anti Bocor Bantu Dorong Kebebasan Gerak dan Tumbuh Kembang Anak
Lifestyle
Bunda, Coba deh Lavender & Chamomile untuk Tenangkan Bayi Rewel secara Alami
Lavender dan chamomile kerap menjadi pilihan utama dalam praktik mindful parenting.
Dwi Astarini - Minggu, 07 September 2025
Bunda, Coba deh Lavender & Chamomile untuk Tenangkan Bayi Rewel secara Alami
Fun
Liburan Bersama Anak di Kolam Renang: Seru, Sehat, dan Penuh Manfaat
Periode libur long weekend di Agustus ini jadi saat yang tepat untuk mengunjungi kolam renang.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 17 Agustus 2025
Liburan Bersama Anak di Kolam Renang: Seru, Sehat, dan Penuh Manfaat
Indonesia
Tak hanya Melarang Roblox, Pemerintah Dituntut Lakukan Reformasi Literasi Digital untuk Anak-Anak
Perlu diiringi dengan edukasi yang mencakup tiga elemen kunci yakni anak, orangtua, dan tenaga pendidik.
Dwi Astarini - Jumat, 08 Agustus 2025
Tak hanya Melarang Roblox, Pemerintah Dituntut Lakukan Reformasi Literasi Digital untuk Anak-Anak
Lifestyle
Tak Melulu Negatif, Roblox Tawarkan Manfaat Pengembangan Kreavitas untuk Pemain
Orangtua juga perlu tahu bahwa ada sisi positif dari gim daring ini.
Dwi Astarini - Jumat, 08 Agustus 2025
 Tak Melulu Negatif, Roblox Tawarkan Manfaat Pengembangan Kreavitas untuk Pemain
Bagikan