Buntut Pelaporan Gus Muwafiq, Banser Bentrok dengan Ormas Islam di Solo

Eddy FloEddy Flo - Jumat, 06 Desember 2019
 Buntut Pelaporan Gus Muwafiq, Banser Bentrok dengan Ormas Islam di Solo

Massa Banser dan Pagar Nusa dari PCNU Solo bentrok dengan ormas Islam di di Kantor PCNU Solo, Jalan Honggowongso, Kelurahan Jayengan, Kecamatan Serengan, Solo, Jawa Tengah, Jumat (6/12). (MP/Ismail)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Ratusan anggota Banser dan Pagar Nusa yang merupakan organisasi Nahdlatul Ulama (NU) Solo terlibat bentrok dengan ormas Islam Solo di Kantor PCNU Solo, Jawa Tengah, Jalan Honggowongso, Kelurahan Jayengan, Kecamatan Serengan, Solo, Jawa Tengah, Jumat, (6/12).

Beruntung tidak ada korban jiwa atas kejadian tersebut setelah anggota Polresta Surakarta tiba dilokasi kejadian memukul mundur mereka semua.

Baca Juga:

Gus Muwafiq Dipolisikan atas Kasus Dugaan Penistaan Agama

Informasi dihimpun merahputih.com, peristiwa terjadi pukul 14.40 WIB bermula saat puluhan massa ormas Islam pulang menggelar aksi unjuk rasa menuntut KH Ahmad Muwafiq atau Gus Muwafiq diproses hukum dalam kasus penistaan agama di Polresta Surakarta, pulang lewat kantor PCNU.

Bentrokan Banser dengan ormas Islam di depan kantor PCNU Solo
Polisi membubarkan massa Banser dan Pagar Nusa dengan ormas Islam di Solo (MP/Ismail)

Setibanya di Kantor PCNU Solo langsung adu mulut dengan ratusan anggota Banser dan Pagar Nusa yang sebelumnya telah berjaga-jaga di kantor. Anggota Banser dan Pagar Nusa terlibat adu mulut dan saling lempar batu serta kayu dengan ormas Islam.

Ratusan anggota Brimob dan Dalmas Polresta Surakarta tiba di lokasi kejadian langsung memukul mundur Anggota Banser bersama Pagar Nusa dan ormas Islam itu.

"Bentrokan berlangsung cepat. Kedua kubu langsung saling lempar batu dan kayu. Saya lihat massa Ormas Islam datang mengendarai sepeda motor lewat di kantor PCNU Solo," saksi mata, Mawardi (48).

Bentrokan kedua massa, kata dia, hanya berlangsung sekitar lima menit. Polisi datang langsung memukul mundur kedua massa. Warga banyak yang lari sembunyi takut terkena lemparan batu.

Gus Muwafiq dilaporkan Banser dan Pagar Nusa bentrok dengan ormas Islam
Massa ormas Islam bentrok dengan Banser dan Pagar Ayu di depan kantor PCNU Solo (MP/Ismail)

Ketua PCNU Solo, M. Mashuri membenarkan adanya kasus gesekan antara Banser dan Pagar Nusa yang berjaga di kantor PCNU dengan ormas Islam.

"Saya sudah imbau semuanya agar Banser dan Pagar Nusa bisa tenang dan tidak terprovokasi," kata Mashuri.

Lebih lanjut, Mashuri meminta kepada siapapun yang tidak terima dengan ucapan Gus Muwafiq yang dianggap kontroversial silahkan ambil langkah hukum. Gus Muwafiq sudah meminta maaf secara terbuka ke publik sehingga tidak perlu dipersoalkan lagi.

"Saya imbau jika masih tidak terima silahkan ambil langkah hukum. Negara ini negara hukum tidak perlu anarkis. Kalau sudah minta maaf ya maafkan," katanya.

Baca Juga:

Gus Muwafiq Sudah Minta Maaf, Habib Novel: Yang Berbicara Biarlah Hukum

Wakapolresta Solo, AKBP Iwan Saktiadi mengatakan gesekan terjadi akibat salah paham. Kedua belah pihak sudah kita mediasi. Polresta tidak tahu siapa yang memulainya. Tiba-tiba Ormas Islam datang ke Kantor PCNU Solo.

Wakapolresta Surakarta sebut massa Banser dan ormas Islam sudah dipukul mundur
Wakapolresta Solo, AKBP Iwan Saktiadi, Jumat (6/12). (MP/Ismail).

"Situasi keamanan sudah terkendali. Kami masih jaga ketat kantor PCNU Solo sebagai upaya antisipasi agar tidak ada lagi gesekan," pungkasnya.(*)

Berita ini ditulis berdasarkan laporan Ismail, reporter dan kontributor merahputih.com untuk wilayah Jawa Tengah.

Baca Juga:

Penghapusan Istilah Kafir, Gus Muwafiq: Wacana Itu Bukan Muncul dari Ulama NU

#Banser #Ormas Islam #Nahdlatul Ulama # Penistaan Agama
Bagikan
Ditulis Oleh

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian

Berita Terkait

Indonesia
PBNU Minta Jangan Hakimi Pesantren Akibat Ulah Bejat Segelintir Oknum Akibat Kasus Kekerasan Seksual
PBNU mendukung penuh langkah penegakan hukum sekaligus penguatan sistem perlindungan santri secara internal
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 30 Mei 2026
PBNU Minta Jangan Hakimi Pesantren Akibat Ulah Bejat Segelintir Oknum Akibat Kasus Kekerasan Seksual
Indonesia
Muktamar ke-35 NU Digelar 1 - 5 Agustus 2026, Tempat Masih Belum Ditetapkan
Hingga saat ini, persiapan menuju Muktamar ke-35 NU masih terus dimatangkan. PBNU juga sedang memverifikasi daftar peserta yang memiliki hak suara.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 07 Mei 2026
Muktamar ke-35 NU Digelar 1 - 5 Agustus 2026, Tempat Masih Belum Ditetapkan
Indonesia
PBNU Mulai Verifikasi Administrasi Kepengurusan Jelang Muktamar, Diketuai Muhammad Nuh
Dalam menuju Muktamar NU, panitia kecil saat ini sudah dibentuk dan sedang merampungkan berbagai kebutuhan teknis penyelenggaraan kegiatan.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 27 April 2026
PBNU Mulai Verifikasi Administrasi Kepengurusan Jelang Muktamar, Diketuai Muhammad Nuh
Indonesia
Ratusan Banser Datangi KPK Saat Yaqut Diperiksa dalam Kasus Kuota Haji
Ratusan anggota Banser mendatangi Gedung KPK saat Yaqut Cholil Qoumas diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji dengan kerugian negara Rp622 miliar.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 12 Maret 2026
Ratusan Banser Datangi KPK Saat Yaqut Diperiksa dalam Kasus Kuota Haji
Indonesia
PBNU Tetapkan Awal Ramadan Kamis 19 Februari, Sama Seperti Pemerintah
Gus Yahya juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para petugas yang bekerja di berbagai wilayah
Angga Yudha Pratama - Selasa, 17 Februari 2026
PBNU Tetapkan Awal Ramadan Kamis 19 Februari, Sama Seperti Pemerintah
Indonesia
Pemprov DKI Ingatkan Ormas Jangan Jadi 'Superhero' di Siang Bolong Saat Ramadan
Chico Hakim menambahkan bahwa tindakan main hakim sendiri berpotensi melanggar ketertiban umum
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 14 Februari 2026
Pemprov DKI Ingatkan Ormas Jangan Jadi 'Superhero' di Siang Bolong Saat Ramadan
Indonesia
Kasus Dugaan Penistaan Agama Pandji Pragiwaksono, Polisi Dalami Materi ‘Mens Rea’
Kasus dugaan penistaan agama Pandji Pragiwaksono kini mandek. Polda Metro Jaya masih mendalami materi Mens Rea, sehingga belum menggelar perkara.
Soffi Amira - Selasa, 10 Februari 2026
Kasus Dugaan Penistaan Agama Pandji Pragiwaksono, Polisi Dalami Materi ‘Mens Rea’
Indonesia
Kasus Pandji Pragiwaksono Masuk Tahap Krusial, Pemeriksaan Saksi Ahli Jadi Penentu Status Penyidikan
Pandji Pragiwaksono menyatakan kesiapannya mengikuti prosedur hukum yang berlaku dan menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki niat menista agama manapun
Angga Yudha Pratama - Senin, 09 Februari 2026
Kasus Pandji Pragiwaksono Masuk Tahap Krusial, Pemeriksaan Saksi Ahli Jadi Penentu Status Penyidikan
Indonesia
Prabowo Ingin Pemimpin Menanggalkan Kebencian dan Dengki
Presiden mengingatkan, musyawarah untuk mufakat merupakan jati diri bangsa Indonesia. Tradisi musyawarah mufakat telah lama dicontohkan oleh NU dalam menjaga harmoni sosial.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 08 Februari 2026
Prabowo Ingin Pemimpin Menanggalkan Kebencian dan Dengki
Indonesia
Di Hadapan Jemaah NU, Prabowo Janjikan Kampung Haji Indonesia Terwujud Dalam 3 Tahun
Dalam tahap awal, diperkirakan sekitar seribu kamar akan tersedia dalam beberapa bulan mendatang, dan pembangunan akan terus dilanjutkan secara bertahap.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 08 Februari 2026
Di Hadapan Jemaah NU, Prabowo Janjikan Kampung Haji Indonesia Terwujud Dalam 3 Tahun
Bagikan