Gus Salam Ramaikan Bursa Calon Ketum PBNU, Keliling Daerah Cari Dukungan

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Senin, 29 Juni 2026
Gus Salam  Ramaikan Bursa Calon Ketum PBNU,  Keliling Daerah Cari Dukungan

Calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam bersilaturrahmi dengan pengurus PWNU Aceh dan Cabang se Aceh di sela-sela kegiatan Musyawarah Kerja Wilayah NU Aceh, di Banda Aceh, Minggu. ANTARA/Rahmat Fajri

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama 2026 telah menyepakati pelaksanaan Muktamar ke-35 NU pada 1–5 Agustus 2026. Tetapi, untuk lokasi penyelenggaraan muktamar belum ditentukan.

H Abdussalam Shohib atau Gus Salam menyatakan niatnya maju sebagai kandidat calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) atas perintah dari sesepuh KH Nurul Huda Djazuli serta tokoh besar NU lainnya.

Latar belakang kami berikhtiar untuk mengabdi di PBNU pada Muktamar akan datang, yang paling utama atas perintah KH Nurul Huda Djazuli,

kata Gus Salam, di Banda Aceh, Minggu (29/6).

Pernyataan itu disampaikan Gus Salam saat bersilaturrahmi dengan pengurus PWNU Aceh dan Cabang se Aceh di sela-sela kegiatan Musyawarah Kerja Wilayah NU Aceh, di Banda Aceh.

Baca juga:

PBNU Selesaikan Polemik Kepemilikan Tambang di Konbes Al Falah Ploso

Dirinya menyampaikan, KH Nurul Huda Djazuli menginginkan pengurus PBNU selalu bersatu, rukun dan kompak, mengingat organisasi ini merupakan tempat berkumpulnya para ulama yang menjadi panutan masyarakat.

Beliau sangat sedih (KH Nurul Huda Djazuli), dan prihatin melihat adanya konflik terbuka di pengurus PBNU,

ujarnya.

Karena itu, beberapa waktu lalu dalam kegiatan pertemuan di Malang. KH Nurul Huda Djazuli menyampaikan, langsung perintah tersebut kepada dirinya untuk menjadi pemimpin di Nahdlatul Ulama.

Kamu sebagai santri. Kamu juga mengabdi di NU sekarang. Harus ikhtiar menjadi pemimpin di Muktamar yang akan datang,

ujarnya mengulangi ucapan ulama yang akrab disapa Kiai Da itu.

Gus Salam menuturkan, Kiai Da memberikan dua tugas penting kepadanya, pertama harus membuat PBNU menjadi lebih rukun, kompak dan bersatu, serta mampu melakukan rekonsiliasi secara menyeluruh.

Kedua, bagaimana membuat tata kelola NU harus benar-benar menjaga nilai-nilai pesantren. Karena ini warna-warna yang paling terlihat di dalam organisasi yang diisi para ulama tersebut.

Dua pesan utama itu yang beliau sampaikan kepada kami. Dan itu tidak hanya sekali,

katanya.

Setelah mendapatkan perintah tersebut, lanjut Gus Salam, kemudian dirinya merenungi apakah pantas berikhtiar menjadi pemimpin di PBNU. Bahkan, sempat meragukan perintah tersebut karena merasa diri belum layak.

Saya sendiri mengatakan saya tidak pantas, maka saya kemudian meminta kepastian lagi kepada pendamping beliau (Kiai Da). Apakah benar ini meminta saya untuk ikhtiar di muktamar ini. Apakah tidak salah? Dan ternyata memang itu dari beliau,

katanya.
#PBNU #Muktamar NU #Nahdlatul Ulama
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Presiden Prabowo Subianto Dijadwalkan Buka Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama
Kehadiran Presiden diperkirakan turut meningkatkan jumlah warga yang datang ke Jombang, baik peserta muktamar maupun warga NU dari berbagai daerah.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 11 Agustus 2026
Presiden Prabowo Subianto Dijadwalkan Buka Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama
Indonesia
Muktamar ke-35 Akan Luncurkan Peta Jalan NU 2050
Substansi yang akan dibahas dalam Muktamar NU pada dasarnya telah dipersiapkan, mulai dari hasil Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU di Ploso
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 10 Agustus 2026
Muktamar ke-35 Akan Luncurkan Peta Jalan NU 2050
Indonesia
Komisi Organisasi Muktamar NU: Semakin Banyak Calon Ketua Umum, Semakin Baik
Kemunculan banyak figur kandidat justru akan semakin memperkaya proses demokratisasi serta diskursus gagasan di internal organisasi. 

Dwi Astarini - Sabtu, 08 Agustus 2026
Komisi Organisasi Muktamar NU: Semakin Banyak Calon Ketua Umum, Semakin Baik
Indonesia
Jadi Biang Kegaduhan NU, Kiai Miftah dan Gus Yahya Dinilai tak Layak Maju lagi di Muktamar
Warga NU di tingkat bawah memiliki aspirasi sederhana, yakni agar para muktamirin memilih calon pemimpin yang benar-benar mampu membawa perubahan.
Dwi Astarini - Sabtu, 08 Agustus 2026
Jadi Biang Kegaduhan NU, Kiai Miftah dan Gus Yahya Dinilai tak Layak Maju lagi di Muktamar
Indonesia
Ahmad Baso Ungkit Sejarah NU, Minta Larangan Rangkap Jabatan Dibahas di Muktamar ke-35
Ahmad Baso menilai larangan rangkap jabatan dalam ART NU perlu ditinjau kembali dan mendorong pembahasannya dalam Muktamar ke-35 NU.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 07 Agustus 2026
Ahmad Baso Ungkit Sejarah NU, Minta Larangan Rangkap Jabatan Dibahas di Muktamar ke-35
Indonesia
AS Hikam Yakin Muktamar NU Lancar Walau Ada Riak-Riak di Internal, Tetap Kedepankan Tradisi Musyawarah
Mencari format kepemimpinan ideal bukan berarti meremehkan kepemimpinan saat ini, melainkan merespons tantangan zaman dengan berpijak pada warisan para masyayikh.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 01 Agustus 2026
AS Hikam Yakin Muktamar NU Lancar Walau Ada Riak-Riak di Internal, Tetap Kedepankan Tradisi Musyawarah
Indonesia
Jelang Muktamar NU, Guru Besar UI: Ketum PBNU Harus Miliki Program Konkret, bukan Mengawang-Awang
Organisasi sebesar NU membutuhkan kemampuan manajerial yang mampu menggerakkan perubahan secara nyata.
Dwi Astarini - Sabtu, 01 Agustus 2026
Jelang Muktamar NU, Guru Besar UI: Ketum PBNU Harus Miliki Program Konkret, bukan Mengawang-Awang
Indonesia
Elite PBNU Terlibat Saling Pecat, Gus Faris: Rais Aam, Ketum, dan Sekjen tak Layak Dicalonkan Lagi
Saling memberhentikan pengurus dengan dasar aturan organisasi merupakan fenomena yang belum pernah terjadi dalam sejarah NU.
Dwi Astarini - Sabtu, 01 Agustus 2026
Elite PBNU Terlibat Saling Pecat, Gus Faris: Rais Aam, Ketum, dan Sekjen tak Layak Dicalonkan Lagi
Indonesia
Jelang Muktamar PBNU, Guru Besar UI Usulkan Ketua Umum Dipilih AHWA
AHWA tidak semestinya hanya berperan dalam memilih Rais Aam, tetapi juga perlu diperkuat untuk menyeleksi calon Ketua Umum PBNU.
Dwi Astarini - Sabtu, 01 Agustus 2026
Jelang Muktamar PBNU, Guru Besar UI Usulkan Ketua Umum Dipilih AHWA
Indonesia
Ketum PBNU dan PP Muhammadiyah Ikut ke Iran Hadiri Pemakaman Ali Khamenei
Delegasi Indonesia ke Iran tersebut merupakan perwakilan bangsa Indonesia yang diutus Presiden Prabowo Subianto untuk mengunjungi Iran, sebagai negara sahabat bagi Indonesia.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 09 Juli 2026
Ketum PBNU dan PP Muhammadiyah Ikut ke Iran Hadiri Pemakaman Ali Khamenei
Bagikan