Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Kesehatan

Bungee Jumping Bukan Sekadar Olahraga Bagi yang Kuat Jantungnya

P Suryo RP Suryo R - Senin, 27 Juni 2022
Bungee Jumping Bukan Sekadar Olahraga Bagi yang Kuat Jantungnya

Bungee jumping dapat menghilangkan stres. (Foto: Pixabay/bungeeinternational)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BUNGEE jumping bisa disebut sebagai salah satu jenis olahraga ekstrim yang membuat adrenalin terpacu. Olahraga ini membutuhkan nyali besar, karena harus melompat dari bibir jurang yang tinggi puluhan atau ratusan meter dari permukaan tanah.

Yang punya nyali kecil tak pernah disarankan ikut aktivitas ini daripada mempermalukan diri sendiri. Apalagi untuk orang yang memiliki riwayat penyakit jantung dan ibu hamil sangat tidak direkomendasikan. Lalu tidak semua usia diperbolehkan melakukan bungee jumping.

Buat kamu yang memiliki keberanian untuk melakukan olahraga ekstrim sangat direkomendasikan untuk mencobanya. Di balik itu olahraga ini ternyata memiliki manfaat untuk kesehatan tubuh.

Baca Juga:

Perempuan Harus Berani Ambil Keputusan Tubuhnya Sendiri

olahraga
Aktivitas bagi pecandu andrenalin tinggi. (Foto: Unsplash/Simon Billy)

Hilangkan stres


Olahraga ekstrem ini sangat memacu adrealin. Bungee jumping adalah opsi lain untuk menghilangkan stres. Saat melakukan bungee jumping kamu akan mengalahkan rasa takut pada ketinggian dan mempunyai keberanian untuk melompat. Pada saat melompat kamu akan berteriak sekeras-kerasnya yang membuat pikiran dan perasaan lebih ringan.

Hilangkan rasa takut


Pada saat pertama kali melakukan bungee jumping akan merasakan perasaan yang amat takut bagi yang pertama kali mencobanya. Sesudah melakukannya perasaan rasa takut yang ada di dalam diri akan menghilang, menjadikan olahraga ini sebagai hal yang positif untuk berani melawan rasa takut dalam diri.

Baca Juga:

Berani Coba? Diet ala Zaman Prasejarah

olahraga
Bukan untuk mereka yang memiliki riwayat sakit jantung. (Foto: Pixabay/mikefoster)

Bangkitkan rasa percaya diri


Olahraga ini akan membuat diri lebih percaya akan keputusan yang akan diambil. Apabila kamu berhasil melakukannya dengan baik akan timbul perasaan lebih percaya diri dan keberanian kalau kamu bisa melakukan hal yang ekstrim sekalipun.

Latih kesehatan mental


Karena untuk melakukan olahraga ini memerlukan mental yang kuat, tidak semua orang mau melakukan olahraga ekstrim ini. Pada saat kamu melakukannya itu akan membuat mental kamu semakin kuat, karena saat melakukannya mental akan terbentuk dengan sendirinya. Semua perasaan sudah tercampur menghasilkan mental yang kuat dan terciptanya keberanian. Kalau tidak mencoba kamu tidak akan memiliki keberanian untuk melakukan segala hal.(den)

Baca Juga:

Berani Menginap di Hotel Daredevil Cliff? Pengalaman Paling Menyeramkan di Ujung Tebing

#Olahraga #Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan 40,8% Anak Punya Gigi Berlubang
Pemeriksaan sejak 1 Januari hingga 14 Juli 2026, karies gigi atau gigi berlubang menjadi keluhan terbanyak, disusul anemia pada remaja putri dan hipertensi.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan 40,8% Anak Punya Gigi Berlubang
Olahraga
NOC Indonesia Pilih Fokus Siapkan Atlet untuk Olimpiade Los Angeles 2028
Pertimbangan tersebut menjadi salah satu dasar penundaan kongres yang memuat agenda pemilihan kepengurusan hingga Maret 2029.
Dwi Astarini - Selasa, 21 Juli 2026
NOC Indonesia Pilih Fokus Siapkan Atlet untuk Olimpiade Los Angeles 2028
Olahraga
JHL Sport Competition 2026: Synchronize to Win Resmi Dimulai, Tebarkan Semangat Sportmanship Jelang HUT Ke-80 RI
Ajang kompetisi berbagai cabang olahraga ini digelar untuk merayakan kemeriahan peringatan ulang tahun ke-80 Indonesia.
Dwi Astarini - Selasa, 21 Juli 2026
JHL Sport Competition 2026: Synchronize to Win Resmi Dimulai, Tebarkan Semangat Sportmanship Jelang HUT Ke-80 RI
Olahraga
FIP Bronze Banten 2026 Berakhir, Pasangan Spanyol dan Duet Jerman-Belanda Raih Gelar Juara
Sebanyak 141 pasangan ambil bagian dalam turnamen, terdiri dari 108 pasangan putra dan 34 pasangan putri.
Dwi Astarini - Senin, 20 Juli 2026
FIP Bronze Banten 2026 Berakhir, Pasangan Spanyol dan Duet Jerman-Belanda Raih Gelar Juara
Olahraga
NOC Indonesia Perkuat Safe Sport dan Kesetaraan Gender bagi Atlet
Langkah ini dilakukan NOC Indonesia mengikuti IWG Global Summit on Women & Sport 2026 di Birmingham, Inggris.
Dwi Astarini - Kamis, 16 Juli 2026
NOC Indonesia Perkuat Safe Sport dan Kesetaraan Gender bagi Atlet
Berita
Atlet Indonesia Menginap di Kapal Pesiar saat Asian Games 2026, Persiapan Sudah Dimatangkan
Atlet Indonesia akan menginap di kapal pesiar selama Asian Games 2026. Hal itu diungkapkan CdM Asian Games 2026.
Soffi Amira - Kamis, 16 Juli 2026
Atlet Indonesia Menginap di Kapal Pesiar saat Asian Games 2026, Persiapan Sudah Dimatangkan
Fun
GRID Cardio Rush 2026 Makin Meriah, Influencer dan Pebasket Top Siap Turun ke Lintasan!
GRID Cardio Rush 2026 menggandeng influencer hingga pebasket top. Ajang lari ini akan digelar 2 Agustus 2026.
Soffi Amira - Sabtu, 11 Juli 2026
GRID Cardio Rush 2026 Makin Meriah, Influencer dan Pebasket Top Siap Turun ke Lintasan!
Fun
GRID Cardio Rush 2026 Gabungkan Lari dan Konservasi, Targetkan 1.500 Bibit Pohon
GRID Cardio Rush 2026 akan kembali digelar. Event ini menggabungkan konsep lari dan konservasi dengan menanam 1.500 bibit pohon.
Soffi Amira - Sabtu, 11 Juli 2026
GRID Cardio Rush 2026 Gabungkan Lari dan Konservasi, Targetkan 1.500 Bibit Pohon
Olahraga
Legislator Tanggapi Pengakuan Desak Made Rita, Minta Tata Kelola Dukungan Atlet Dievaluasi
Desak Made Rita mengharumkan nama Indonesia dengan meraih medali emas dalam ajang bergengsi tersebut. 

Dwi Astarini - Rabu, 08 Juli 2026
Legislator Tanggapi Pengakuan Desak Made Rita, Minta Tata Kelola Dukungan Atlet Dievaluasi
Olahraga
NOC Indonesia Pelajari Ekosistem Olahraga AS, Siapkan Model Pembinaan Atlet Berkelanjutan
NOC Indonesia memanfaatkan program IVLP di Amerika Serikat untuk mempelajari sistem pembinaan atlet dan tata kelola olahraga.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 08 Juli 2026
NOC Indonesia Pelajari Ekosistem Olahraga AS, Siapkan Model Pembinaan Atlet Berkelanjutan
Bagikan