Parenting

Bunda, Hati-Hati Saat Unggah Foto Si Kecil

Iftinavia PradinantiaIftinavia Pradinantia - Senin, 19 Juli 2021
Bunda, Hati-Hati Saat Unggah Foto Si Kecil

Hati-hati saat unggah foto si kecil. (Foto: Pixabay/Gilmanshin)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

ERA media sosial memberikan banyak sekali fenomena baru. Salah satunya yang dikenal dengan istilah sharenting. Sharenting adalah praktik ketika orang tua tampaknya terlalu sering menggunakan media sosial saat membagikan foto dan pembaruan anak mereka ke seluruh dunia.

Para orang tua mungkin memiliki niat baik saat melakukannya. Namun niat tersebut bisa berakhir membahayakan anak-anaknya. Berikut jenis foto anak yang harus dihindari orangtua untuk diunggah di berbagai akun media sosial mereka.

Baca juga:

Perkembangan Anak Lamban? Lakukan Ini Moms

1. Gambar yang menunjukkan sekolah anak

foto anak
Foto anak di sekolah. (Foto: Pexels/artem beliakin)

Di masa pandemi ini, anak mungkin belajar dari rumah dan tidak pergi ke sekolah. Namun, bukan berarti kita bebas membagikan info terkait dimana anak bersekolah.

Hal tersebut bisa disalahgunakan oleh orang jahat dan mereka bisa mengambil kesempatan ketika sekolah kembali normal.

Foto yang menunjukkan anak mengenakan seragam sekolah berpotensi menarik predator yang dapat mengidentifikasi sekolah tempat anak bersekolah hanya dengan melihat foto tersebut.

Seragam bukan satu-satunya hal yang berbahaya tentang memposting foto sekolah. Detail kecil di latar belakang foto, seperti gedung sekolah atau logo klub olahraga, dapat mengungkapkan informasi yang cukup tentang lokasi anak dan itu membahayakan mereka.

2. Gambar dengan tag nama

nametag
Foto anak dengan nama jelas. (foto: Brightside)

Gambar yang menunjukkan anak dengan label nama adalah jenis foto lain yang dapat mengungkapkan identitas mereka. Jika kamu masih ingin mengunggah gambar seperti itu, pastikan telah mengaburkan nama pada tag dan nama yang ada pada anak-anak lain dalam gambar tersebut.

Baca juga:

Pertanda Anak Menjadi Korban Bully

3. Gambar dengan metadata dan penandaan geografis

Foto lokasi. (Foto: Brightside)

Jika kamu suka dan sering memberikan pembaruan tentang kehidupan keluarga di media sosial, lebih baik pastikan platform yang digunakan untuk memposting gambar tidak mengungkapkan metadata foto.

Metadata, atau data EXIF, berisi informasi tentang waktu dan tempat pengambilan gambar. Itu dapat digunakan untuk menemukan lokasi anak dan jadi santapan lezat para predator. Kamu juga dapat memilih untuk menonaktifkan penandaan geografis dan metadata untuk semua foto.

Sebaiknya periksa juga pengaturan privasi di akun media sosial dan pastikan kamu hanya membagikan foto anak dengan orang yang kamu percayai.

4. Gambar yang menunjukkan tubuh anak Anda yang tidak tertutup

bayi
Foto anak telanjang (Sumber: Pexels/Meruyert)

Setelah kita mengunggah gambar ke Internet, kita tidak lagi memiliki kendali penuh atas itu. Siapapun dapat melihat, menyalin, atau membagikan foto kita.

Mengunggah gambar yang menunjukkan tubuh anak yang telanjang atau tertutup sebagian dapat menarik predator online. Foto-foto semacam itu juga dapat membuat anak merasa malu ketika mereka dewasa dan melihatnya diunggah di Internet.

5. Gambar yang menunjukkan amukan atau perilaku buruk

anak mengamuk
Foto anak mengamuk (Foto: Pexels/Keira Burton)

Jenis foto lain yang dapat membuat anak merasa malu dan frustrasi ketika melihatnya secara online, adalah foto yang menunjukkan perilaku buruk atau momen kelemahan lainnya.

Sekalipun alasan kesusahan anak tampaknya cukup lucu untuk dibagikan, ingatlah bahwa bagi anak itu mungkin merupakan tragedi nyata saat ini, dan perasaan mereka tidak boleh ditertawakan. (avia)

Baca juga:

Belum Berpengalaman dengan Anak Kecil? Ini 3 Cara agar Disukai Mereka

#Anak #Parenting #Ilmu Parenting
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Iftinavia Pradinantia

I am the master of my fate and the captain of my soul
Show More

Berita Terkait

Lifestyle
8 Cara Keluarga Cegah Anak Terpapar Pemahaman Kekerasan dan Radikalisme
Regulasi penggunaan sosial media pada anak di Indonesia belum seketat negara maju lainnya.
Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
8 Cara Keluarga Cegah Anak Terpapar Pemahaman Kekerasan dan Radikalisme
Indonesia
620 Anak Terhubung Terorisme, BNPT Soroti Bahaya Paparan Radikalisme di Media Sosial
BNPT mengungkap 620 anak usia 11-18 tahun terpapar kekerasan dan radikalisme. 6 anak di Jakarta diarahkan menjalani rehabilitasi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 03 September 2026
620 Anak Terhubung Terorisme, BNPT Soroti Bahaya Paparan Radikalisme di Media Sosial
Lainnya
Jangan Dianggap Sakit Perut Biasa, Ini Ciri-Ciri Gejala Usus Buntu Anak!
Usus buntu bisa mengakibatkan kematian. Jangan anggap semua sakit perut anak sebagai keluhan biasa.
Wisnu Cipto - Selasa, 01 September 2026
Jangan Dianggap Sakit Perut Biasa, Ini Ciri-Ciri Gejala Usus Buntu Anak!
Berita Foto
Jaring Bibit Padel Muda Lewat Rosiade Padel Tournament Youth Series 2026
Sejumlah anak mengikuti pertandingan padel dalam ajang Rosiade Padel Tournament Youth Series 2026 di Tangerang, Banten, Sabtu (29/8/2026).
Didik Setiawan - Sabtu, 29 Agustus 2026
Jaring Bibit Padel Muda Lewat Rosiade Padel Tournament Youth Series 2026
Indonesia
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Survei Forum Anak di Jawa Tengah terhadap lebih dari 20 ribu anak menunjukkan 80 persen lebih nyaman curhat kepada teman dibanding orang tua.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Foto Essay
Peluh dan Semangat Anak Menteng Berlatih Tinju Melawan Keterbatasan
Gio dan Hamzah berlatih tinju dengan alat seadanya di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (15/8/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 19 Agustus 2026
Peluh dan Semangat Anak Menteng Berlatih Tinju Melawan Keterbatasan
Indonesia
Ramai Bincang Anak Jadi Bintang Vape di Media Sosial, DPR Desak Polisi Bertindak
Perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama. Jangan pernah menjadikan anak sebagai alat untuk memperoleh keuntungan ekonomi
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 03 Agustus 2026
Ramai Bincang Anak Jadi Bintang Vape di Media Sosial, DPR Desak Polisi Bertindak
Indonesia
KPAI Soroti Dugaan Anak Dijadikan Promosi Vape, Minta Penegak Hukum Bertindak
KPAI menyoroti dugaan keterlibatan anak dalam promosi vape di YouTube dan meminta aparat penegak hukum segera melakukan penyelidikan.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 03 Agustus 2026
KPAI Soroti Dugaan Anak Dijadikan Promosi Vape, Minta Penegak Hukum Bertindak
Lifestyle
AIMI Ingatkan Risiko Mitos Menyusui yang tidak Berbasis Bukti
Masyarakat diharapkan lebih kritis dalam menerima informasi, terutama yang disampaikan key opinion leader (KOL) atau figur publik.
Dwi Astarini - Jumat, 31 Juli 2026
AIMI Ingatkan Risiko Mitos Menyusui yang tidak Berbasis Bukti
Indonesia
DPR Nilai Penggunaan Gawai Anak sudah Lampaui Batas, Minta Sekolah Punya Aturan Jelas
Penggunaan perangkat digital yang berlebihan dapat mengurangi interaksi sosial hingga memengaruhi kesehatan mental peserta didik.
Dwi Astarini - Rabu, 29 Juli 2026
DPR Nilai Penggunaan Gawai Anak sudah Lampaui Batas, Minta Sekolah Punya Aturan Jelas
Bagikan