MerahPutih.com - Perum Bulog meminta tambahan kuota MinyaKita kepada Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk mengatasi kelangkaan komoditas itu yang terjadi di sejumlah pasar.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani meminta jajaran di daerah segera menggelar operasi pasar guna mengatasi kelangkaan dan menjaga stabilitas MinyaKita agar sesuai harga eceran tertinggi yang ditetapkan pemerintah Rp 15.700 per liter.
"Nah ini sudah kami tekankan kepada seluruh teman-teman yang ada di daerah untuk melaksanakan operasi pasar terkait beras. Termasuk juga melaksanakan operasi pasar terkait MinyaKita," kata Rizal ditemui usai Rapat Percepatan Realisasi Pendanaan Penyerapan Gabah Setara Beras di Kantor Bulog Jakarta, Senin.
Langkah tersebut diambil setelah muncul keluhan masyarakat terkait harga MinyaKita yang dijual di atas harga eceran tertinggi di berbagai daerah.
Baca juga:
Lebaran, Bulog Surakarta Pastikan Stok 67.225 Ton Beras Aman
Bulog telah menggelar rapat evaluasi nasional secara daring bersama seluruh jajaran wilayah untuk membahas kondisi harga pangan termasuk beras dan minyak goreng.
Dalam rapat tersebut, salah satu fokus utama adalah memastikan stabilitas harga sembako tetap terjaga serta mengidentifikasi penyebab kenaikan harga di tingkat pasar.
Bulog kemudian menekankan kepada seluruh jajaran di daerah untuk segera melaksanakan operasi pasar baik untuk komoditas beras karena Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat komoditas itu penyumbang inflasi 0,03 persen maupun MinyaKita karena langka dan di atas HET.
Ia menegaskan, pentingnya langkah tersebut sebagai respons cepat guna menekan lonjakan harga serta memastikan ketersediaan MinyaKita tetap terjaga bagi masyarakat luas.
Pihaknya memimpin langsung operasi pasar khusus MinyaKita yang dijadwalkan mulai dilaksanakan dalam waktu dekat dengan prioritas wilayah DKI Jakarta.
"Targetnya Minggu ini kami akan melaksanakan operasi pasar terkait dengan MinyaKita khususnya di DKI dulu ya. Kami akan laksanakan dalam satu dua hari ini secepatnya," jelasnya.
Menurutnya, percepatan langkah itu penting untuk meredam kepanikan masyarakat sekaligus memastikan distribusi MinyaKita kembali berjalan normal di pasar.

