Bulan Biru akan Menerangi Halloween Tahun Ini
Bulan biru akan menerangi langit akhir bulan Oktober. (unsplash @macauphotoagency)
HALLOWEEN tahun ini akan jadi makin seram. Fenomena langka bulan biru akan menerangi langit malam tepat pada hari itu. Seperti dilansir situs NASA Science, menurut cerita folklore modern, bulan biru adalah bulan purnama kedua dalam satu bulan kalender. Biasanya, setiap bulannya hanya terjadi satu bulan purnama. Namun, ada kalanya terjadi dua bulan purnama dalam sebulan. Ya, pada Oktober ini, akan terjadi dua purnama dalam sebulan.
Bulan purnama dipisahkan dengan 29 hari, sedangkan sebagian besar bulan bisa mencapai 30 atau 31 hari, sehingga memungkinkan untuk memuat dua bulan purnama dalam satu bulan. Fenomena itu terjadi rata-rata setiap dua setengah tahun.
BACA JUGA:
Farmers Almanac menambahkan, pada 2020, kita akan memiliki 13 bulan purnama, termasuk 2 dua supermoon. CNN mewartakan bulan purnama pertama Oktober, juga dikenal sebagai bulan panen, akan muncul pada hari pertama Oktober. Bulan purnama kedua, yang juga bulan biru, akan terlihat pada 31 Oktober. Itu akan menjadi bulan biru pertama di Amerika sejak Maret 2018.
Menurut Farmers Almanac, ini juga jadi kali pertama bulan purnama saat Halloween muncul di semua zona waktu sejak 1944. Bulan purnama saat Halloween terakhir kali muncul untuk zona waktu Tengah dan Pasifik pada 2001.
Namun, sebelum kamu gembira dan tidak sabar untuk foto-foto dan pamer hasil foto bulan biru di Instagram, bulan tersebut tidak akan terlihat benar-benar biru. Ya, meskipun warna biru tua pada langit malam dapat memengaruhi warna yang kita lihat, satelit Bumi itu amat mungkin tidak akan terlihat biru sama sekali.
Menurut NASA Science, selain karena memang karena sebuah fenomena yang langka, bulan dapat menjadi warna kebiruan saat ada asap atau partikel debu di atmosfer, seperti saat letusan gunung berapi besar.
Seperti saat 1883, ketika Gunung Krakatau meledak. Ilmuwan menyamakan ledakan itu dengan bom nuklir 100 megaton. Sejauh 600 km, orang-orang mendengar suara itu sekeras tembakan meriam. Gumpalan abu dari ledakan gunung naik ke bagian paling atas atmosfer Bumi. Hal itu membuat bulan menjadi biru.(Lev)
BACA JUGA:
Langkah Serius Menghindari si Pencuri Waktu Bernama 'Netflix'
Bagikan
Berita Terkait
Water Turbine Project: Inisiatif Pendidikan Seni Museum MACAN untuk Isu Air dan Lingkungan
Ribuan Jejak Kaki Dinosaurus Ditemukan di Pegunungan Italia, Polanya Rapi bahkan Membentuk Pertahanan
Temui Jokowi di Solo, Dato Tahir Bocorkan Tanggal Peresmian Museum Sains dan Teknologi
Studi Terbaru Ungkap Popularitas Berpotensi Turunkan Harapan Hidup Musisi, Gaya Hidup dan Kesibukan Tur Jadi Faktornya
Sepakat Kerja Sama di Bidang Ekonomi dan Sains, Presiden Brasil Harap Bisa Untungkan 2 Negara
Ilmuwan Peneliti Material Baru Terima Hadiah Nobel Kimia, Temuannya Dapat Bantu Selamatkan Planet
Tiga Ilmuwan Raih Hadiah Nobel Fisika, Berjasa dalam Komputasi Kuantum
Kayak Manusia, Kucing Juga Bisa Kena Demensia
Populasi Serangga Terancam Alterasi Pola El Nino yang Dipicu Perubahan Iklim
Arkeolog Temukan Bukti Penyintas Letusan Gunung Vesuvius Kembali Tinggal di Reruntuhan Pompeii