Bukan Hanya Air Putih, Minuman ini Baik Untuk Menghidrasi

P Suryo RP Suryo R - Selasa, 09 Mei 2023
Bukan Hanya Air Putih, Minuman ini Baik Untuk Menghidrasi

Ternyata segelas air putih atau H20 biasa bukanlah minuman yang paling menghidrasi. (freepik/cookie_studio)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KAMU haus dan sangat membutuhkan minuman yang menyegarkan dan menghilangkan dahaga? Sudah pasti jawabannya adalah segelas air putih. Hanya saja, ternyata H20 biasa bukanlah minuman yang paling menghidrasi loh!

Melansir dari laman CNN, menurut penelitian dari Universitas St. Andrews Skotlandia yang membandingkan respons hidrasi dari beberapa minuman berbeda. Para peneliti mengungkapkan meskipun air melakukan pekerjaan yang cukup baik untuk menghidrasi tubuh dengan cepat. Namun minuman dengan sedikit gula, lemak, atau protein melakukan pekerjaan yang lebih baik untuk membuat kita tetap terhidrasi lebih lama.

Baca Juga:

Olahraga Jelas Tingkatkan Kesehatan Otak

air
Segelas susu ternyata lebih menghidrasi daripada air biasa karena mengandung gula laktosa, protein dan lemak sehingga memperlambat pengosongan cairan dari perut. (freepik/kamranaydinov)

Alasannya berkaitan dengan bagaimana tubuh kita merespons minuman, menurut Ronald Maughan, seorang profesor di Fakultas Kedokteran St. Andrews dan penulis studi tersebut. Salah satu faktornya adalah volume minuman yang diberikan. Semakin banyak kamu minum, semakin cepat minuman tersebut dikosongkan dari perutmu dan diserap ke dalam aliran darah, yang dapat mengencerkan cairan tubuh dan menghidrasi.

Faktor lain yang mempengaruhi seberapa baik minuman terhidrasi berkaitan dengan komposisi nutrisi minuman. Misalnya, susu ternyata lebih menghidrasi daripada air biasa karena mengandung gula laktosa, beberapa protein dan beberapa lemak, yang semuanya membantu memperlambat pengosongan cairan dari perut dan menjaga hidrasi terjadi dalam waktu yang lebih lama.

Susu juga mengandung natrium, yang berfungsi seperti spons dan menahan air di dalam tubuh dan menghasilkan lebih sedikit urin yang diproduksi. Hal yang sama berlaku untuk larutan rehidrasi oral yang digunakan untuk mengobati diare. Itu mengandung sedikit gula, serta natrium dan kalium, yang juga dapat membantu meningkatkan retensi air dalam tubuh.

Tim peneliti di Universitas St. Andrews menguji 13 minuman umum untuk melihat pengaruhnya terhadap hidrasi. Inilah yang mereka temukan, peringkat dari yang paling menghidrasi selama periode empat jam hingga yang paling sedikit.

Penelitian yang dimuat pada The American Journal of Clinical Nutrition, Volume 103, Edisi 3, Maret 2016, Halaman 717–723, mengungkapkan:

1. Susu skim

2. Larutan rehidrasi oral (seperti Pedialyte atau Liquid IV)

3. Susu penuh lemak

4. Jus jeruk

5. Soda

6. Diet Cola

7. Teh dingin

8. Teh

9. Minuman olahraga

10. Air mineral

11. Air soda

12. Lager

13. Kopi

Baca Juga:

Tidur Siang Terlalu Lama Berisiko Obesitas-Hipertensi

air
Kontradiksinya, minuman seperti jus buah mengandung gula lebih pekat butuh proses fisiologis yang disebut osmosis. (freepik/benzoix)

"Studi ini memberi tahu kita banyak hal yang sudah kita ketahui, seperti Elektrolit (seperti natrium dan kalium) berkontribusi pada hidrasi yang lebih baik, sementara kalori dalam minuman menghasilkan pengosongan lambung yang lebih lambat dan pelepasan buang air kecil yang lebih lambat," jelas Melissa Majumdar, pakar diet dan juru bicara Academy of Nutrition and Dietetics yang tidak terlibat dalam penelitian ini.

Tapi di sinilah rumitnya, minuman dengan gula yang lebih pekat, seperti jus buah atau cola, belum tentu menghidrasi seperti minuman rendah gula lainnya. Minuman ini mungkin menghabiskan lebih banyak waktu di perut dan mengosongkan lebih lambat dibandingkan dengan air biasa, tetapi begitu minuman ini memasuki usus kecil, konsentrasi gula yang tinggi akan diencerkan selama proses fisiologis yang disebut osmosis.

Proses ini sebenarnya 'menarik' air dari tubuh ke dalam usus kecil untuk mengencerkan gula yang dikandung minuman ini. Secara teknis, apapun yang ada di dalam usus berada di luar tubuh kamu.

Meskipun tetap terhidrasi, namu penting untukmu melakukan kegiatan olahraga agar persendian kita tetap terlumasi, membantu mencegah infeksi dan membawa nutrisi ke sel kita. Walaupun pada beberapa orang tidak perlu terlalu khawatir tentang seberapa menghidrasi minuman mereka.

"Jika kamu haus, tubuhmu akan menyuruh minum lebih banyak," jelas Maughan.

Tetapi untuk atlet yang berlatih serius dalam kondisi hangat dengan kehilangan keringat yang tinggi atau untuk seseorang yang fungsi kognitifnya mungkin terpengaruh secara negatif dengan bekerja berjam-jam tanpa istirahat, maka minum sangat diperlukan karena jika kamu dehidrasi maka akan menjadi masalah yang serius. (dgs)

Baca Juga:

Ketahui Hal Ini Bila Ingin Menindik Bagian Tubuh

#Kesehatan
Bagikan
Ditulis Oleh

P Suryo R

Stay stoned on your love

Berita Terkait

Berita Foto
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Ketua Tim Bidang Penyusunan Rencana Prioritas Pemanfaatan Dana Desa, Sappe M. P. Sirait saat Program Keluarga Sigap di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Januari 2026
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Indonesia
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Ratusan pengungsi pascabanjir bandang di Aceh Tamiang mengalami berbagai penyakit seperti ISPA hingga diare. Tim Dokkes Polri turun beri layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Indonesia
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Indonesia
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar jenis virus ini.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Lifestyle
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Siloam Hospitals Kebon Jeruk memiliki dan mengoperasikan tiga sistem robotik, yakni Da Vinci Xi (urologi, ginekologi, bedah digestif, dan bedah umum), Biobot MonaLisa (khusus diagnostik kanker prostat presisi tinggi), dan ROSA (ortopedi total knee replacement).
Dwi Astarini - Jumat, 19 Desember 2025
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Indonesia
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Pemkot segera mulai menyiapkan kebutuhan tenaga medis, mulai dari dokter hingga perawat.
Dwi Astarini - Senin, 24 November 2025
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Indonesia
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
emerintah memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan penghapusan tunggakan iuran sehingga mereka bisa kembali aktif menikmati layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Rabu, 19 November 2025
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
Bagikan