Budaya Klarifikasi Informasi Perlu Ditumbuhkan dalam Masyarakat

Eddy FloEddy Flo - Selasa, 22 Agustus 2017
Budaya Klarifikasi Informasi Perlu Ditumbuhkan dalam Masyarakat

Ilustrasi media sosial (Foto: Pixabay)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Derasnya informasi yang mengisi ruang publik entar melalui media massa atau media sosial, perlu kecakapan khusus untuk menyaring dan memastikan kebenarannya.

Salah satu memastikan kebenaran sebuah informasi yakni melalui klarifikasi. Kebiasaan memberikan klarifikasi belum nampak dalam masyarat kita. Oleh karena itu, menurut Sosilog Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Zuly Qodir budaya masyarakat Indonesia untuk mengklarifikasi setiap informasi yang diterima melalui media sosial perlu ditumbuhkan.

Hal ini guna menghindari penyebarluasan informasi yang menyesatkan dan berpotensi mengusik perdamaian bangsa.

"Kalau dapat informasi yang tidak jelas sumbernya sebaiknya harus 'tabayyun' (klarifikasi) dulu, jangan asal dikonsumsi atau disebarluaskan," kata Zuly dalam diskusi kebangsaan dengan tema "Kebangsaan Dalam Masyarakat Multikultural" di Universitas Atmajaya Yogyakarta (UAJY), Selasa (22/8).

Zuly menilai belakangan ini tren masyarakat mengonsumsi serta menyebarluaskan informasi melalui media sosial sangat pesat. Sayangnya, semangat mengonsumsi dan menyebarkan informasi itu kerap tidak diimbangi dengan budaya klarifikasi sehingga justru menimbulkan maraknya penyebarluasan informasi palsu atau "hoax" atau bermuatan fitnah yang justru mengusik perdamaian Indonesia.

"Saya melihat seolah-olah masyarakat kita tidak butuh klarifikasi, mereka hanya melihat dan langsung ikut menyebarkan padahal isinya fitnah dan bermuatan kebencian," kata dia.

Oleh sebab itu, ia mengatakan kemajuan teknologi informasi bisa menjadi bumerang bagi Bangsa Indonesia sendiri apabila dalam pemanfaatannya tidak diimbangi dengan penerapan nilai-nilai kebijaksanaan. "Karena itu saya menilai kedamaian bangsa ini bisa terusik dengan penyebaran berita hoax," kata dia.

Sementara itu, Rektor Universitas Atmajaya Yogyakarta Gregorius Sri Nurhartanto memaklumi tantangan bangsa dalam mengelola informasi semakin meningkat mengingat Indonesia merupakan salah satu negara dengan pengguna media sosial teraktif di dunia.

"Tantangan ada di depan mata, kita tidak mungkin melangkah mundur," kata Nurhartanto dalam acara yang diselenggarakan UAJY dan Paguyuban Wartawan Sepuh (PWS) Yogyakarta ini.(*)

#Media Sosial #Tips Media Sosial #Berita Hoax #Yogyakarta #Media Hoax
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pesisir Banten dan Lampung Darurat Tsunami akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau?
Banten dan Lampung darurat tsunami akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Namun, apakah informasi ini benar?
Soffi Amira - Jumat, 11 September 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Pesisir Banten dan Lampung Darurat Tsunami akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau?
Dunia
Jumlah Anak Pengguna Media Sosial di Australia Justru Kembali Meningkat Setelah Adanya Larangan
Efektivitas larangan penggunaan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun di Australia menjadi pertanyaan.
Yusuf Abdillah - Rabu, 26 Agustus 2026
Jumlah Anak Pengguna Media Sosial di Australia Justru Kembali Meningkat Setelah Adanya Larangan
Dunia
Selandia Baru Siapkan UU Larangan Medsos untuk Anak di Bawah 16 Tahun, Tutup Akses ke Instagram dan TikTok
Selandia Baru telah mengkaji rencana pelarangan media sosial selama lebih dari setahun.
Dwi Astarini - Senin, 24 Agustus 2026
Selandia Baru Siapkan UU Larangan Medsos untuk Anak di Bawah 16 Tahun, Tutup Akses ke Instagram dan TikTok
ShowBiz
Indonesia Podcast Festival 2026 Resmi Gelar Roadshow di 5 Kota
Pertumbuhan pendengar podcast di Indonesia menunjukkan potensi yang besar.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
Indonesia Podcast Festival 2026 Resmi Gelar Roadshow di 5 Kota
Indonesia
Bantul Gempa Magnitudo 3,6, 20 KA Daops 6 Yogyakarta Berhenti Luar Biasa
Setelah hasil pemeriksaan oleh tim lapangan menyatakan semua lintas dan jalur KA aman, seluruh kereta api telah melanjutkan perjalanannya kembali.
Dwi Astarini - Kamis, 20 Agustus 2026
Bantul Gempa Magnitudo 3,6, 20 KA Daops 6 Yogyakarta Berhenti Luar Biasa
Dunia
Meta Disidang di 29 Negara Bagian AS, Bisa Ubah Masa Depan Instagram dan Facebook
Persidangan ini akan menguji tuduhan empat negara bagian tersebut bahwa Meta merancang Facebook dan Instagram agar bersifat adiktif bagi anak-anak dan remaja.
Dwi Astarini - Kamis, 20 Agustus 2026
 Meta Disidang di 29 Negara Bagian AS, Bisa Ubah Masa Depan Instagram dan Facebook
Fun
Instagram Ganti Logo Teks Setelah 10 Tahun, Malah Bikin Pengguna Salah Baca
Instagram memperbarui logo teks setelah sekitar 10 tahun. Desain baru tampil lebih bersih dan modern, dengan bentuk huruf yang menyerupai tulisan tangan.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 14 Agustus 2026
Instagram Ganti Logo Teks Setelah 10 Tahun, Malah Bikin Pengguna Salah Baca
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Benarkah Prabowo dan Gibran Ambil Alih Pengesahan RUU Perampasan Aset?
Presiden RI, Prabowo Subianto dan Wapres RI, Gibran Rakabuming Raka, dikabarkan mengambil alih pengesahan RUU Perampasan Aset.
Soffi Amira - Selasa, 11 Agustus 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Benarkah Prabowo dan Gibran Ambil Alih Pengesahan RUU Perampasan Aset?
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Benarkah WNI yang Tidak Bayar Pajak Bakal Dicabut Status Kewarganegaraannya?
WNI yang tidak membayar pajak akan dicabut status kewarganegaraannya. Lalu, apakah informasi ini benar?
Soffi Amira - Jumat, 07 Agustus 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Benarkah WNI yang Tidak Bayar Pajak Bakal Dicabut Status Kewarganegaraannya?
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Viral Demo Ajakan Tidak Bayar Pajak, Ramai Jadi Perbincangan
Media sosial tengah viral adanya ajakan demo tidak bayar pajak. Lalu, apakah informasi ini benar?
Soffi Amira - Kamis, 06 Agustus 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Viral Demo Ajakan Tidak Bayar Pajak, Ramai Jadi Perbincangan
Bagikan