DPD Dorong Pemerintah Kembangkan Pengolahan Limbah Medis
Wakil Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin. (ANTARA/HO-Humas DPD RI)
MerahPutih.com - Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI mendorong Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Kementerian Kesehatan dan Kementerian Lingkungan Hidup (KLHK) berkolaborasi mengembangkan teknologi pengolahan limbah medis.
"Peningkatan penggunaan bahan pengobatan medis masyarakat di tengah pandemi harus diikuti dengan langkah cepat dalam mengantisipasi dampak pencemaran limbah medis yang notabene cukup berbahaya bagi lingkungan hidup dan kesehatan manusia," kata Wakil Ketua DPR Sultan Najamudin dalam keterangannya, Sabtu (5/2).
Baca Juga
Menurutnya, masih buruknya pengelolaan limbah ini terlihat mulai dari kurangnya upaya pencegahan jumlah limbah, ketiadaan sistem pemilahan, penempatan atau pengumpulan limbah yang tidak sesuai aturan, serta masih tidak konsistennya sistem pengolahan dan pembuangannya.
"Fenomena pencemaran limbah medis yang terjadi di laut Bali beberapa waktu yang lalu adalah bukti bahwa pemerintah belum memiliki sistem manajemen pengendalian dan pengolahan limbah medis dan limbah B3 lainnya," ujarnya.
Padahal, lanjut dia, keaneka-ragaman dan meningkatnya kegiatan rumah sakit selama periode pandemi telah menghasilkan limbah dengan bentuk, komposisi dan jumlah yang variatif. Hal ini tentu memerlukan strategi dan pengelolaan yang baik dan konsisten dengan pendekatan teknologi yang dapat digunakan secara luas.
Baca Juga
Muncul COVID-19 Varian IHU, Peneliti BRIN: Tidak Semenular Omicron
Meski demikian, Sultan juga meminta peran serta pemerintah daerah dan masyarakat daerah untuk aktif menemukan solusi dan berinisiatif melakukan langkah taktis dalam mengendalikan potensi pencemaran lingkungan, khususnya limbah medis pasca pandemi.
"Kontribusi dan peran serta masyarakat adalah kunci dalam memastikan masa depan lingkungan hidup Indonesia yang bersih, sehat dan lestari. Kesadaran masyarakat yang ramah lingkungan harus terus disosialisasikan oleh semua pihak khususnya pemerintah daerah," tutupnya.
Seperti diberitakan, Pantai di perairan Selat Bali sisi Banyuwangi, Jawa Timur, tercemar limbah medis berupa sampah tes COVID-19 antigen. Hal itu terungkap melalui video yang beredar di media sosial. (Pon)
Baca Juga
BRIN Prediksi Perpolitikan Indonesia Tahun Ini Stabil, Akar Rumput 'Berbalas Pantun'
Bagikan
Ponco Sulaksono
Berita Terkait
BRIN Temukan 93 Habitat Paus dan Lumba-Lumba di Barat Sumatra Berada di Luar Area Konservasi
BRIN: Jakarta Utara Ambles 3,5 Cm per Tahun, Risiko Banjir Naik 40 Persen
Korban Bencana Sumatra Terancam Kena Campak di Pengungsian, Kemenkes: Penularannya Paling Tinggi
Mampu Deteksi Radiasi C-137, BRIN Sasar Produksi Massal Mesin X-Ray Peti Kemas
[HOAKS atau FAKTA]: Presiden ke-7 RI Joko Widodo Ditugaskan BRIN jadi Ketua Gugus Tugas Penanggulangan Bencana
BRIN Tunjuk Joko Widodo Ketua Satgas Penanggulangan Bencana Sumatra
Dugaan Korupsi Pembangunan RSUD Kolaka Timur Jadi Pintu bagi KPK Dalami Pembangunan 31 Proyek Lainnya di Seluruh Indonesia
Presiden Prabowo Perintahkan Optimalkan 8.000 Periset, Kembangkan Produk Indonesia
BRIN Kembangkan Pesawat Amfibi Dengan PT DI, Pas Buat Wilayah Kepulauan
BRIN Tegaskan Komitmen Kawal Program Prioritas Presiden Prabowo Bidang Pangan, Energi, dan Air