BRIN Temukan 93 Habitat Paus dan Lumba-Lumba di Barat Sumatra Berada di Luar Area Konservasi

Dwi AstariniDwi Astarini - Kamis, 15 Januari 2026
BRIN Temukan 93 Habitat Paus dan Lumba-Lumba di Barat Sumatra Berada di Luar Area Konservasi

Penampakan paus omura (Balaenoptera omurai) di perairan barat Sumatera saat ekspedisi OceanX Indonesia Mission di perairan barat Sumatera, Senin (3/6/2024) ANTARA/HO-OceanX

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — SEBANYAK 93 persen wilayah habitat paus dan lumba-lumba di perairan barat Sumatra berada di luar kawasan konservasi yang patut dilindungi. Demikian temuan survei yang dilakukan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Konservasi Indonesia (KI), dan OceanX. Oleh karena itu, BRIN mendorong informasi ilmiah yang memadai untuk merancang intervensi tepat.

Seperti dilansir ANTARA, Direktur Pengelolaan Armada Kapal Riset BRIN, Nugroho Dwi Hananto menyatakan ketersediaan dan informasi ilmiah yang sahih sangat penting guna memberikan masukan bagi pemerintah dalam upaya merancang intervensi yang relevan dan dapat diimplementasikan secara efektif.

"Dalam bidang riset ilmiah kelautan, penyediaan armada kapal riset dengan berbagai peralatan riset canggih menjadi penting guna mengumpulkan data dan informasi tentang keanekaragaman biodiversitas dan sumber daya laut di Indonesia. Kerja sama penggunaan Kapal Riset RV OceanXploration milik OceanX dengan melibatkan para periset dari BRIN, Konservasi Indonesia, dan perguruan tinggi kini telah menghasilkan temuan penting yang akan berdampak signifikan," katanya.

OceanX Indonesia Mission yang dilaksanakan pada Mei hingga Juli 2024 menyurvei wilayah yang mencakup 15.043 kilometer. Kegiatan ini mencatat 77 sighting dari 10 spesies cetacean atau ordo mamalia laut, termasuk konfirmasi udara pertama paus pembunuh (Orcinus orca) dan paus pembunuh kerdil (Feresa attenuata) di wilayah barat Indonesia. Hasil survei ekspedisi OceanX Indonesia Mission baru saja dipublikasikan dalam Frontiers in Marine Science.

Baca juga:

6 Paus Pilot Mati Terdampar di Pantai Terpencil Selandia Baru, 15 Ekor masih Berusaha Diselamatkan



Dengan mengintegrasikan data historis, jumlah spesies cetacean yang terdokumentasi di kawasan itu kini mencapai 23 spesies atau 68 persen dari total cetacean yang diketahui di Indonesia. Titik kepadatan tinggi, yang didominasi lumba-lumba moncong panjang (Stenella longirostris) dan lumba-lumba belang atau lumba-lumba garis (Stenella coeruleoalba) teridentifikasi terutama di luar kawasan konservasi.

Sebanyak 93 persen titik berada di luar kawasan konservasi laut yang ada maupun yang diusulkan. Peneliti dalam studi ini mengidentifikasi hal tersebut sebagai penanda ketidaksesuaian antara jejaring kawasan konservasi saat ini dan distribusi aktual habitat penting cetacean, khususnya di wilayah offshore.


Pemodelan spasial juga menunjukkan tumpang tindih yang signifikan antara habitat cetacean dengan aktivitas perikanan intensif dan lalu lintas maritim, yang berpotensi meningkatkan risiko bagi spesies tertentu, seperti paus pembunuh, paus Omura (Balaenoptera omurai), dan paus sperma (Physeter macrocephalus) yang masuk kategori spesies terancam punah.

"Survei ini mengisi kekosongan data yang selama ini membatasi pengelolaan cetacean di laut lepas Indonesia," ujar Iqbal Herwata selaku Focal Species Conservation Senior Manager of Konservasi Indonesia dan penulis utama studi.

Ia menyebut skala dan kualitas data ini memungkinkan perencanaan konservasi yang benar-benar berbasis bukti.

Konservasi Indonesia, yang berkolaborasi dengan OceanX dan BRIN dalam ekspedisi ini, menilai temuan tersebut menegaskan kebutuhan akan perlindungan spasial yang terarah, perencanaan ruang laut adaptif, serta langkah mitigasi spesifik per spesies sebagai pelengkap upaya perluasan kawasan konservasi laut Indonesia menuju target 30×45.

Temuan itu juga memperkuat pelaksanaan program inisiatif nasional Blue Halo S, yang fokus pada penguatan tata kelola perikanan, perlindungan habitat laut penting, serta pengembangan ekonomi biru berkelanjutan di perairan barat Sumatra.(*)

Baca juga:

Lumba-Lumba Kini Sering Muncul di Pulau Pramuka Itu Pertanda Apa?

#BRIN #Pelestarian Lingkungan #Lumba-lumba
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Tragedi KM Virgo Transport Makin Misterius, Data BRIN Tunjukkan Ombak Laut Bersahabat
BRIN merilis analisis ilmiah hilangnya KM Virgo Transport di Laut Jawa. Tinggi gelombang bukan kategori ekstrem hanya 1,5 m. Simak temuan selengkapnya di sini!
Wisnu Cipto - Selasa, 15 September 2026
Tragedi KM Virgo Transport Makin Misterius, Data BRIN Tunjukkan Ombak Laut Bersahabat
Indonesia
3 Teknologi untuk Rumah Tahan Gempa, dari Seismic Rubber Bearing hingga Papan Komposit Polimer
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) merilis sejumlah terobosan khusus terkait dengan kesiapan bencana dalam bentuk pembangunan rumah.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
3 Teknologi untuk Rumah Tahan Gempa, dari Seismic Rubber Bearing hingga Papan Komposit Polimer
Indonesia
Pesawat N219 dan Varian Amfibinya Bakal Dirangcang Buat Visi Ambulans Udara Presiden Prabowo
Sebagai tulang punggung sistem nirawak, ia menjelaskan BRIN mengembangkan Pesawat Udara Nirawak (PUNA) MALE yang mampu mengudara selama 24 jam nonstop
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 16 Agustus 2026
Pesawat N219 dan Varian Amfibinya Bakal Dirangcang Buat Visi Ambulans Udara Presiden Prabowo
Indonesia
BRIN Perkuat Penguasaan Teknologi Nuklir, Siapkan Indonesia Hadapi Era PLTN
BRIN membangun ekosistem teknologi nuklir dari hulu hingga hilir agar Indonesia siap memasuki era PLTN tanpa bergantung pada teknologi asing.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 07 Agustus 2026
BRIN Perkuat Penguasaan Teknologi Nuklir, Siapkan Indonesia Hadapi Era PLTN
Indonesia
BRIN Pastikan Kelola Data Satelit Lampung-1 Yang Diluncurkan Perusahaan Antariksa Komersial China
Selain memastikan keamanan data proyek satelit tersebut, Arif mengungkapkan BRIN juga tengah menyiapkan peluncuran satelit buatan dalam negeri, BRIN NEO-1, yang dijadwalkan mengorbit pada awal 2027.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 06 Agustus 2026
BRIN Pastikan Kelola Data Satelit Lampung-1 Yang Diluncurkan Perusahaan Antariksa Komersial China
Indonesia
Presiden Prabowo Bangun Sekolah Unggulan hingga Undang Universitas Terbaik Dunia
Presiden menegaskan fondasi utama untuk menguasai sains dan teknologi yakni sistem pendidikan yang kuat.
Dwi Astarini - Kamis, 06 Agustus 2026
Presiden Prabowo Bangun Sekolah Unggulan hingga Undang Universitas Terbaik Dunia
Indonesia
BRIN Fokus Kembangkan Teknologi Nuklir hingga AI, Tingkatkan Daya Saing Indonesia
BRIN fokus mengembangkan teknologi-teknologi maju yang diharapkan mampu memperkuat daya saing ekonomi Indonesia dalam dua hingga tiga dekade mendatang.
Dwi Astarini - Kamis, 06 Agustus 2026
BRIN Fokus Kembangkan Teknologi Nuklir hingga AI, Tingkatkan Daya Saing Indonesia
Indonesia
Dihadapan Periset BRIN, Presiden Ingin Pimpin Pemerintahan Berdasar Realitas
Prabowo mengingatkan agar setiap persoalan tidak disikapi dengan mencari kambing hitam.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 06 Agustus 2026
Dihadapan Periset BRIN, Presiden Ingin Pimpin Pemerintahan Berdasar Realitas
Travel
Spesies Ikan Baru Ditemukan di Banyuwangi, Namanya Terinspirasi The Sunrise of Java
: BRIN menemukan spesies ikan baru di Banyuwangi bernama Tomiyamichthys oriens. Penamaan terinspirasi dari The Sunrise of Java, ciri khas bercak jingga terang dan habitat pesisir berpasir.
Wisnu Cipto - Selasa, 21 Juli 2026
Spesies Ikan Baru Ditemukan di Banyuwangi, Namanya Terinspirasi The Sunrise of Java
Indonesiaku
Spesies Baru Rhododendron Ditemukan di Sulteng, Namanya Diambil dari Tokoh Adat Suku Pamona
Spesies baru Rhododendron yombuwurii di Sulawesi Tengah. Nama diambil dari tokoh adat Pamona, Pendeta Yombu Wuri.
Wisnu Cipto - Jumat, 19 Juni 2026
Spesies Baru Rhododendron Ditemukan di Sulteng, Namanya Diambil dari Tokoh Adat Suku Pamona
Bagikan