MerahPutih.com - Presiden Prabowo Subianto bertemu sekitar 150 periset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Halaman Tengah Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6/8).
Presiden Prabowo Subianto menegaskan dirinya ingin memimpin pemerintahan dengan berlandaskan fakta dan realitas.
Marilah kita, saya terutama mengajak tim saya dan saudara-saudara sekalian. Kalau saya memimpin, saya sukanya itu memimpin dengan fakta, facts, realita, dengan keadaan yang sebenarnya,
kata Prabowo.
Menurut Presiden, keberanian melihat kondisi yang sebenarnya menjadi langkah awal untuk menyelesaikan berbagai persoalan bangsa.
Baca juga:
Prabowo Heran Indonesia Gagal ke Piala Dunia 2026, Bandingkan dengan Cape Verde
Fakta yang tidak menyenangkan tidak boleh dihindari, tegas Prabowo, kondisi tersebut harus dijadikan dasar untuk melakukan evaluasi dan mencari jalan keluar.
Sebagai contoh, Prabowo menyinggung belum mampunya Indonesia lolos ke putaran final Piala Dunia sepak bola meski menjadi negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia. Menurut dia, kondisi itu harus diterima sebagai kenyataan yang perlu dievaluasi.
Ini yang harus kita introspeksi, harus kita lihat. Tidak ada gunanya kita mengeluh menurut saya,
ujarnya.
Prabowo mengingatkan agar setiap persoalan tidak disikapi dengan mencari kambing hitam. Penting adalah mempelajari penyebab suatu masalah, melihat praktik terbaik yang dilakukan pihak lain, kemudian berani mengambil langkah perbaikan.
Saya bilang jangan mengeluh, jangan mencari kambing hitam, karena itu tidak akan membantu. Sekarang belajar bagaimana kenapa kok bisa negara itu masuk. Apa yang dilakukan? Pelatihnya dari mana? Guru-gurunya dari mana? Jadi kita cari penyebabnya apa. Baru kita harus berani berbuat,
katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden kembali menegaskan bahwa penguasaan sains dan teknologi merupakan kunci kemajuan bangsa. Oleh karena itu, dirinya mengajak para periset BRIN terus menghasilkan inovasi yang dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan dan penyelesaian berbagai persoalan nasional.
Jadi bangsa yang mampu menguasai sains dan teknologi, bangsa itu akan maju dengan pesat. Kuncinya adalah sain dan teknologi. Ini adalah fakta dan kenyataan,
kata Presiden.

