Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

BRIN Prediksi Perpolitikan Indonesia Tahun Ini Stabil, Akar Rumput 'Berbalas Pantun'

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Rabu, 02 Februari 2022
BRIN Prediksi Perpolitikan Indonesia Tahun Ini Stabil, Akar Rumput 'Berbalas Pantun'

Peneliti Senior Pusat Riset Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Firman Noor (kiri) (Antaranews)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkirakan suasana perpolitikan di Indonesia akan cenderung stabil pada 2022.

Stabilitas politik ini dibutuhkan oleh partai-partai politik agar partai politik bisa nyaman dengan aktivitasnya.

"Terkait dengan pendaftaran yang akan dilakukan pada bulan Agustus ini," ujar Peneliti Senior Pusat Riset Politik BRIN, Firman Noor.

Baca Juga

Penyelenggara Pemilu Harus Mampu Citrakan Dirinya Sebagai Figur Imparsial

Pernyataan tersebut disampaikan Firman dalam diskusi publik bertajuk 'INDONESIA POLITICAL OUTLOOK: Proyeksi Demokrasi dan Dinamika Politik 2022' yang disiarkan di kanal YouTube Pusat Riset Politik-BRIN, dan dipantau dari Jakarta, Rabu (2/2).

Atas dasar kebutuhan berbagai partai politik, mereka akan cenderung menjaga stabilitas partai politik guna mengamankan manuver politik dari masing-masing pihak dalam rangka menuju Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

"Situasi yang tidak stabil ini tidak diinginkan oleh kebanyakan elemen politik di Indonesia. Jadi, secara umum, kelihatannya politik Indonesia akan stabil," kata dia.

Baca Juga

Survei SMRC: PDIP Menang jika Pemilu Diadakan Sekarang

Akan tetapi, di tingkat akar rumput, situasi perpolitikan Indonesia akan diwarnai oleh situasi saling berbalas 'pantun' antara pihak yang pro dengan pemerintah, serta pihak yang kritis dengan kebijakan-kebijakan pemerintah.

"Sayangnya isu-isu yang berkembang di kalangan mereka adalah masalah ujaran kebencian, toleransi, dan lain sebagainya," ucap Firman.

Secara umum, pada tahun 2022, menurut dia, Indonesia akan memiliki solid government atau pemerintahan yang kuat. Namun, situasi demokrasi akan cenderung stagnan.

"Memang demokrasi masih mendapat dukungan mayoritas. Beberapa riset menunjukkan itu. Namun, hubungan eksekutif dan legislatif tidak seimbang. Hanya 104 dari 575 anggota dewan yang memosisikan diri sebagai oposisi," katanya.

Baca Juga

Perludem Sebut Karakter Pemilu di Indonesia Paling Kompleks dan Rumit di Dunia

Kesenjangan tersebut cenderung mengakibatkan pemerintahan yang executive heavy atau kekuasaan didominasi oleh pihak eksekutif.

Oleh karena itu, dia berharap agar ke depannya fungsi checks and balances dapat berjalan dengan lebih baik dan sebagaimana mestinya. (Pon)

#Partai Politik #BRIN
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Puan Tegaskan Sikap PDIP Tidak Abu-Abu, Jelas!
Partai politik yang berada di barisan pemerintah menghormati semua pendapat dan pandangan yang berbeda. Karena itu, dia menilai posisi PDIP sebaiknya harus jelas.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 02 Juli 2026
Puan Tegaskan Sikap PDIP Tidak Abu-Abu, Jelas!
Indonesia
Sekjen Partai Buruh Mundur, Bawa Gerbong 1,3 Juta Anggota
Ia menginstruksikan seluruh pengurus ORI yang menduduki jabatan struktural di Partai Buruh, mulai tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota hingga kecamatan, segera menyampaikan surat pengunduran diri
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 26 Juni 2026
Sekjen Partai Buruh Mundur, Bawa Gerbong 1,3 Juta Anggota
Indonesia
Diserang Soal Posisi Abu-Abu, Politus PDIP Ingatkan Golkar Atasi Pemadaman Listrik di Berbagai Daerah.
“Jika seluruh fraksi di DPR hanya mampu manut dan setuju terhadap eksekutif, apa bedanya dengan era Orde Baru?
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 20 Juni 2026
Diserang Soal Posisi Abu-Abu, Politus PDIP Ingatkan Golkar Atasi Pemadaman Listrik di Berbagai Daerah.
Indonesia
PDIP Sebut Bukan Oposisi Tapi Penyeimbang, Partai Golkar Ngaku Tidak Memahami
Sarmuji mengaku belum memahami apa yang dimaksud dengan posisi penyeimbang tersebut. Dia menyerahkan penilaian kepada publik.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 20 Juni 2026
PDIP Sebut Bukan Oposisi Tapi Penyeimbang, Partai Golkar Ngaku Tidak Memahami
Indonesiaku
Spesies Baru Rhododendron Ditemukan di Sulteng, Namanya Diambil dari Tokoh Adat Suku Pamona
Spesies baru Rhododendron yombuwurii di Sulawesi Tengah. Nama diambil dari tokoh adat Pamona, Pendeta Yombu Wuri.
Wisnu Cipto - Jumat, 19 Juni 2026
Spesies Baru Rhododendron Ditemukan di Sulteng, Namanya Diambil dari Tokoh Adat Suku Pamona
Indonesia
Gus Najmi Jadi Ketua Harian DPP PKB, Diberikan Tugas Perkuat Konsolidasi
Penunjukan Gus Najmi tersebut adalah bagian dari penguatan konsolidasi organisasi dan persiapan PKB menghadapi agenda-agenda strategis menuju Pemilu 2029.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 11 Juni 2026
Gus Najmi Jadi Ketua Harian DPP PKB, Diberikan Tugas Perkuat Konsolidasi
Indonesia
BRIN Minta Maaf Unggahan Garuda Pancasila tak Sesuai Aturan
BRIN menegaskan kejadian itu menjadi bahan evaluasi pihaknya, agar hal tersebut tidak terulang kembali di kemudian hari.
Dwi Astarini - Selasa, 02 Juni 2026
BRIN Minta Maaf Unggahan Garuda Pancasila tak Sesuai Aturan
Indonesia
Megawati Tegaskan Indonesia Punya Posisi Di Tingkat Global, Kedaulatan Kelautan Jadi Kunci
Kekayaan biodiversitas laut Indonesia, dapat menjadi basis lahirnya industri farmasi, bioteknologi kelautan, energi baru terbarukan, ekonomi karbon biru, produksi pangan, dan berbagai inovasi masa depan.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 23 Mei 2026
Megawati Tegaskan Indonesia Punya Posisi Di Tingkat Global, Kedaulatan Kelautan Jadi Kunci
Indonesia
BRIN Jelaskan Cara Penularan hingga Pencegahan Hantavirus, Gejalanya Mirip Flu
BRIN mengimbau masyarakat untuk memahami penularan hantavirus. Virus ini berasal dari hewan pengerat atau tikus liar.
Soffi Amira - Rabu, 13 Mei 2026
BRIN Jelaskan Cara Penularan hingga Pencegahan Hantavirus, Gejalanya Mirip Flu
Travel
Dari Sumatra Hingga Papua, Indonesia Catat Temuan 10 Spesies Baru Anggrek Langka
BRIN bersama mitra peneliti mendokumentasikan 10 spesies anggrek baru di Indonesia, dari Sumatra hingga Papua.
Wisnu Cipto - Senin, 11 Mei 2026
Dari Sumatra Hingga Papua, Indonesia Catat Temuan 10 Spesies Baru Anggrek Langka
Bagikan