Brand Skincare Lokal Buat Kampanye Peduli Korban Pelecehan Seksual

annehsannehs - Jumat, 03 Desember 2021
Brand Skincare Lokal Buat Kampanye Peduli Korban Pelecehan Seksual

(Kiri - Kanan) - Teuku Mayoga selaku CEO Jiera, Egi Gustiana Putra selaku Digital Partnership Human Initiative. (Foto ist)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PELECEHAN seksual menjadi hal yang masih melekat bagi masyarakat Indonesia. Apalagi, Tanah Air kita masih menganut budaya patriarki sehingga perempuan sering dianggap tidak setara dengan laki-laki dan mendorong pemikiran bahwa perempuan 'tidak apa-apa' untuk dikasari.

Salah satu penyebab pelecehan seksual di Indonesia dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan dan edukasi. Masih banyak orang yang menganut 'budaya menyalahkan korban' atau victim blaming sehingga membuat korban atau penyintas tindak pelecehan seksual enggan untuk menceritakan atau melaporkan pengalaman pahitnya tersebut.

Menanggapi isu penting ini, brand skincare lokal Jiera berupaya menyediakan platform untuk mengedukasi masyarakat terkait penyebab terjadinya pelecehan sesksual dan melawan budaya victim blaming.

 (Kiri - Kanan) - Enggar Banyu Biru selaku Chief Product Officer Jiera, Teuku Mayoga selaku CEO Jiera. (Foto ist)
(Kiri - Kanan) - Enggar Banyu Biru selaku Chief Product Officer Jiera, Teuku Mayoga selaku CEO Jiera. (Foto ist)

Dikutip dari siaran pers, Jiera bekerjasama dengan Human Initiative untuk menciptakan kampanye bernama It's Okay yang dimulai sejak 29 November sampai 5 Desember 2021 yang diselenggarakan di The Meet Market, PIK Avenue Mall, Jakarta Utara.

Baca Juga:

3 Gaya Rambut Badai untuk Menyegarkan Penampilanmu Pada 2021

“Motivasi kami melakukan kampanye ini bermula ketika influencer atau dari tim kami membuat sebuah video endorsement yang dimana video tersebut hanya ingin menjelaskan cara tutorial dan efek penggunaan produk Jiera. Pada kenyataannya, video tersebut mendapatkan komentar-komentar negatif berupa pelecehan seksual secara verbal terhadap fisik. Maka dari itu kami berupaya mengangkat kasus ini agar lebih dapat dimengerti lebih luas,” ungkap Enggar Banyu Biru selaku Chief Product Officer Jiera.

Bagi Jiera, kampanye ini menjadi media edukasi dan berbagi pengalaman yang berlandaskan keinginan untuk melangkah bersama dalam menciptakan perubahan yang dimulai dari hal kecil.

Kampanye #Itsokay menggunakan booth sebagai media utama dalam penyampaian pesan kampanye termasuk pesan informatif, interaktif, dan persuasif agar pesannya bisa tersampaikan secara maksimal.

Enggar Banyu Biru selaku Chief Product Officer Jiera, Bapak Muhammad Hamdi selaku Psikolog Human Initiative, Teuku Mayoga selaku CEO Jiera, Egi Gustiana Putra selaku Digital Partnership Human Initiative
Enggar Banyu Biru selaku Chief Product Officer Jiera, Bapak Muhammad Hamdi selaku Psikolog Human Initiative, Teuku Mayoga selaku CEO Jiera, Egi Gustiana Putra selaku Digital Partnership Human Initiative. (Foto ist)

“Tujuan dari kampanye ini agar menghormati dan melindungi Anak & Perempuan dari kekerasan, eksploitasi & seksual. Termasuk di lokasi bencana & Wilayah Program Pemberdayaan, dengan menghadirkan ruang menyusui darurat, tempat berhubungan suami istri darurat, dan rumah senyum untuk keluarga,” ujar Egi Gustiana Putra selaku Digital Partnership Human Intiative.

Kampanye #Itsokay ini juga direalisasikan pada produk edisi terbatas Jiera x Human Initiative. Hasil penjualan produk kolaborasi ini akan disalurkan melalui Human Initiative sebagai dukungan untuk para korban.

Produk-produk yang dipamerkan pada booth tersebut termasuk Jiera Pink Lip Serum, Natural Lip Serum, dan Limited Edition Jiera x Human Initiative Lip Serum. (SHN)

Baca juga:

Modis Bermodalkan Jersey Basket

#Kekerasan Seksual
Bagikan
Ditulis Oleh

annehs

Berita Terkait

Indonesia
Menteri PPPA Larang Kasus Kekerasan Seksual Diselesaikan Secara Restorative Justice
Menteri PPPA Arifah Fauzi menegaskan kasus kekerasan seksual tidak boleh diselesaikan damai.
Wisnu Cipto - Kamis, 04 Juni 2026
Menteri PPPA Larang Kasus Kekerasan Seksual Diselesaikan Secara Restorative Justice
Indonesia
PBNU Minta Jangan Hakimi Pesantren Akibat Ulah Bejat Segelintir Oknum Akibat Kasus Kekerasan Seksual
PBNU mendukung penuh langkah penegakan hukum sekaligus penguatan sistem perlindungan santri secara internal
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 30 Mei 2026
PBNU Minta Jangan Hakimi Pesantren Akibat Ulah Bejat Segelintir Oknum Akibat Kasus Kekerasan Seksual
Indonesia
Komisi X DPR Desak Investigasi Transparan Kasus Dugaan Kekerasan Seksual di UPN Veteran Yogyakarta
DPR menilai kasus dugaan kekerasan seksual di UPN Veteran Yogyakarta sudah masuk kategori darurat dan tak boleh ditutup-tutupi.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 22 Mei 2026
Komisi X DPR Desak Investigasi Transparan Kasus Dugaan Kekerasan Seksual di UPN Veteran Yogyakarta
Indonesia
Temu Nasional Pesantren Sepakat Pelaku Kekerasan Seksual tak akan Dilindungi
Momentum penting bagi pesantren, pemerintah, dan aparat penegak hukum untuk membangun komitmen dalam memberantas kekerasan seksual di lembaga pendidikan berbasis keagamaan.
Dwi Astarini - Rabu, 20 Mei 2026
Temu Nasional Pesantren Sepakat Pelaku Kekerasan Seksual tak akan Dilindungi
Indonesia
Menag Nasaruddin Umar: Pencegahan Kekerasan Seksual di Pesantren Tak Cukup dengan Regulasi
Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan pencegahan kekerasan seksual di pesantren tidak cukup hanya lewat regulasi, tetapi juga perubahan budaya dan relasi sosial.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 19 Mei 2026
Menag Nasaruddin Umar: Pencegahan Kekerasan Seksual di Pesantren Tak Cukup dengan Regulasi
Indonesia
Kemenag Tegas Cabut Izin Pesantren Terlibat Kasus Kekerasan Seksual
Kementerian Agama mencabut izin operasional pondok pesantren terkait dugaan kekerasan seksual dan menegaskan pelaku harus dihukum berat.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 13 Mei 2026
Kemenag Tegas Cabut Izin Pesantren Terlibat Kasus Kekerasan Seksual
Indonesia
Soroti Kasus Dugaan Pelecehan di Ponpes Pati, DPR Desak Negara ‘Selamatkan’ para Korban
Korban ialah kelompok rentan yang butuh pendekatan layanan kesehatan yang sensitif dan berperspektif korban.
Dwi Astarini - Jumat, 08 Mei 2026
Soroti Kasus Dugaan Pelecehan di Ponpes Pati, DPR Desak Negara ‘Selamatkan’ para Korban
Indonesia
Sebut Kekerasan Seksual di Pati Tindakan Biadab, Wakil Ketua Komisi IX DPR Tekankan Perlindungan Korban
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI mengecam kasus dugaan kekerasan seksual di Pati dan meminta korban mendapat perlindungan serta pendampingan menyeluruh.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 08 Mei 2026
Sebut Kekerasan Seksual di Pati Tindakan Biadab, Wakil Ketua Komisi IX DPR Tekankan Perlindungan Korban
Indonesia
Kasus Kekerasan Seksual di Ponpes Pati Terungkap, Polisi Sebut Modus Pengobatan Spiritual
Polresta Pati mengungkap kasus dugaan kekerasan seksual di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo. Polisi menyebut pelaku memakai modus pengobatan spiritual.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 08 Mei 2026
Kasus Kekerasan Seksual di Ponpes Pati Terungkap, Polisi Sebut Modus Pengobatan Spiritual
Indonesia
Pemprov Jateng Kawal Kasus Kekerasan Seksual di Pati, Jamin Pendidikan Korban Tetap Berjalan
Wagub Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menegaskan komitmennya mengawal kasus kekerasan seksual di Pati dan memastikan korban tetap mendapat akses pendidikan.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 08 Mei 2026
Pemprov Jateng Kawal Kasus Kekerasan Seksual di Pati, Jamin Pendidikan Korban Tetap Berjalan
Bagikan