BPOM Bagikan Tips Memahami Label Kemasan Makanan
Label kemasan makanan terkadang jarang dibaca. (Foto: Unsplash/Melanie Lim)
BUAT kamu yang lagi diet, jujur saja, pasti sering membaca label kemasan untuk memperhatikan jumlah kalori makanan. Sebenarnya, seberapa penting sih kita membaca label kemasan pada makanan?
Koordinator Kelompok Substansi Pemberdayaan Masyarakat, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Dra. Indriemayatie Asri Gani, Apt, menjelaskan cara memahami kandungan gizi dari makanan yang kita konsumsi lewat label kemasan.
Label kemasan pada pangan olahan merupakan media informasi yang memuat keterangan tentang pangan dan sudah seharunya memberikan informasi benar dan jelas. Tapi terkadang, label tersebut mencantumkan hal yang berlebihan atau menyamarkan sesuatu sehingga memberikan makna yang tidak sesuai.
Baca juga:
“Oleh karena itu, label pangan olahan yang diperdagangkan perlu diatur agar membuat keterangan yang benar dan tidak menyesatkan,” kata Indriemayatie, mengutip laman ANTARA, Kamis (30/12).
Ia memaparkan bahwa label kemasan pada pangan olahan paling sedikit memuat nama produk, daftar bahan yang digunakan, berat atau isi bersih, nama dan alamat pihak produsen atau pengimpor, tanggal kedaluwarsa, nomor izin edar, asal-usul bahan pangan, serta tanggal dan kode produksi.
“Untuk menjadi konsumen yang cerdas, BPOM mengimbau teman-teman untuk senantias melakukan Cek KLIK yakni Kemasan, Label, Izin edar, dan Kedaluwarsa. Pastikan kemasan tidak penyok, kemudian baca semua informasi yang tercantum,” ungkapnya.
Ia melanjutkan, kandungan gizi pada produk pangan terkemas yang harus dibatasi adalah gula, garam, dan lemak. Oleh karena itu, BPOM mengeluarkan logo ‘Pilihan Lebih Sehat’ pada kemasan pangan, tujuannya agar konsumen lebih bijak dalam membeli pangan olahan.
Baca juga:
Setelah melihat label dengan informasi yang terkandung di dalamnya, konsumen akan dimudahkan dalam mengambil keputusan untuk membeli atau tidak, sesuai dengan kebutuhan.
Terakhir, membaca label dengan tepat dan sesuai dapat berdampak pada penurunan prevalensi penyakit menular seperti diabetes, kanker, hipertensi, dan lainnya. Sebab, dalam label tersebut dicantumkan komposisi serta informasi nilai gizi sehingga konsumen bisa memilih produk yang ssuai kebutuhan gula, garam, dan lemak mereka.
Agar lebih mudah membaca tabel informasi nilai gizi pada label pangan olahan, Indriemayatie menyarankan konsumen fokus pada jumlah sajian untuk setiap kemasan, informasi nilai gizi, total Angka Kecukupan Gizi (AKG), dan total kalori. (and)
Baca juga:
Label Busana Batik Kekinian yang Meramu Tradisional dalam Kemasan Modern
Bagikan
Andreas Pranatalta
Berita Terkait
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya