BPBD Perbanyak EWS Tanah Longsor di Bukit Menoreh

Zulfikar SyZulfikar Sy - Rabu, 24 November 2021
BPBD Perbanyak EWS Tanah Longsor di Bukit Menoreh

Tanah longsor di Kabupaten Kulon Progo menutupi jalan umum. (Foto: Twitter TRC BPBD DIY)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Antisipasi tanah longsor di kawasan Bukit Menoreh perlu ditingkatkan terutama di musim penghujan seperti sekarang. Kawasan ini merupakan zona merah bencana tanah longsor salah satunya untuk wilayah Kabupaten Kulon Progo.

Seperti diketahui, hujan deras yang mengguyur wilayah Kulon Progo pada Senin (22/11) dengan intensitas tinggi, menyebabkan 19 titik longsor di kawasan Bukit Menoreh.

Sebelumnya, ada dua titik lokasi di Kecamatan Girimulyo yang menutup akses jalan, salah satunya menutup jalan menuju objek wisata Kedung Pedut.

Baca Juga:

TPA Leuwihgajah Cimahi Yang Longsor 2015 Bakal Jadi Area Ketahanan Pangan

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, berencana menambah alat sistem peringatan dini (early warning system/EWS) tanah longsor di kawasan Bukit Menoreh.

Kepala BPBD Kulon Progo Joko Satyo Agus Nahrowi mengatakan, EWS yang sudah terpasang selama ini dinilai kurang banyak untuk memantau potensi tanah longsor. Pasalnya, titik rawan longsor di wilayah ini sangat luas meliputi lima kecamatan yakni Kalibawang, Girimulyo, Samigaluh, Kokap, dan sebagian Pengasih. Apalagi sejumlah EWS sudah tidak bisa berfungsi dengan baik.

"Kami berencana menambah EWS dalam waktu dekat karena ada beberapa EWS di beberapa titik sudah tidak berfungsi," kata Joko di Kulonprogo, Rabu (23/11).

Tanah longsor di Kabupaten Kulon Progo menutupi jalan umum. (Foto: Twitter TRC BPBD DIY)
Tanah longsor di Kabupaten Kulon Progo menutupi jalan umum. (Foto: Twitter TRC BPBD DIY)

Alat peringatan dini yang ada saat ini berjumlah 17 unit dan terpasang di 17 titik.

Joko merinci lokasi ke-17 EWS tersebut dipasang di Kecamatan Samigaluh dengan lokasi Desa Ngargosari, Banjarsari, Kebonharjo, Purwoharjo, Pagerharjo dan Sidoharjo. Empat EWS di Kecamatan Kokap meliputi Desa Hargotirto, Hargowilis, Kalirejo dan Hargomulyo. Kemudian, tiga EWS di Kecamatan Girimulyo meliputi Desa Giripurwo, Jatimulyo dan Purwosari.

Baca Juga:

4 Orang Meninggal Akibat Longsor di Banjarnegara

Selanjutnya, tiga EWS di Kecamatan Kalibawang meliputi Desa Banjarsari dua EWS dan satu EWS di Banjaroya. Serta satu EWS di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pengasih.

"Ada tiga EWS sisanya masih kami simpan sebagai cadangan di kantor BPBD Kulon Progo. Nanti akan dipasang apabila ada desa yang memerlukan. Seluruh EWS yang telah terpasang tersebut masih aktif," kata Joko.

Ketua DPRD Kulon Progo Akhid Nuryati meminta BPBD Kulon Progo benar-benar melakukan mitigasi potensi bencana untuk menekan korban jiwa dampak tanah longsor. Saat ini, baru memasuki musim hujan sudah ada beberapa lokasi titik longsor, dan beberapa di antaranya menutup akses jalan masyarakat.

"Kami berharap BPBD Kulon Progo dan tim relawan siaga bencana 24 jam. Kami juga minta mitigasi bencana benar-benar menjadi perhatian serius BPBD dan tim," harapnya. (Patricia Vicka/Yogyakarta)

Baca Juga:

Banjir Bengawan Solo dan Tanah Longsor Masih Jadi Ancaman Warga

#Bencana Alam #Longsor
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Jabar Bersiap Tetapkan Status Siaga Bencana Hidrometeorologi Sampai Maret 2027
Sebagian besar wilayah Jawa Barat mulai memasuki musim hujan pada November 2026 dengan puncak musim hujan diprakirakan Februari 2027.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 29 Oktober 2026
Jabar Bersiap Tetapkan Status Siaga Bencana Hidrometeorologi Sampai Maret 2027
Indonesia
16 Orang Tewas dan 54 Terluka Akibat Gempa di Tibet China
pemerintah telah meningkatkan respons darurat gempa nasional dari Level IV menjadi Level III pada Jumat (23/10).
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 23 Oktober 2026
16 Orang Tewas dan 54 Terluka Akibat Gempa di Tibet China
Indonesia
Banjir Bandang Padang: 120 Rumah Terdampak, Kementerian PU Percepat Pemulihan
Kementerian PU merampungkan tanggul darurat 200 meter di Padang setelah banjir bandang merendam 120 rumah. Simak rencana normalisasi sungai dan pembangunan check dam.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 13 Oktober 2026
Banjir Bandang Padang: 120 Rumah Terdampak, Kementerian PU Percepat Pemulihan
Dunia
Lagi, Banjir Bandang Terjang Nepal, Rumah-Rumah dan Jembatan Tersapu
Air bah yang dahsyat menerjang lembah dan menyapu seluruh kompleks bangunan.
Dwi Astarini - Senin, 12 Oktober 2026
Lagi, Banjir Bandang Terjang Nepal, Rumah-Rumah dan Jembatan Tersapu
Indonesia
Banjir Rendam 9 Kecamatan di Aceh Tamiang
Saat ini, petugas gabungan dari BPBD, Dinas Damkarmat serta Satgas SAR masih berada di lapangan untuk melakukan observasi, pendataan kerugian materiil, serta membantu proses evakuasi warga terdampak.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 12 Oktober 2026
Banjir Rendam 9 Kecamatan di Aceh Tamiang
Indonesia
87 Rumah Sakit dan 4.922 Sekolah Terdampak Bencana Sumatra Kembali Beroperasi
Rumah sakit hingga sekolah terdampak bencana Sumatra kini sudah kembali beroperasi. Hal itu diungkapkan Ketua PRR Pascabencana Sumatra, Tito Karnavian.
Soffi Amira - Minggu, 11 Oktober 2026
87 Rumah Sakit dan 4.922 Sekolah Terdampak Bencana Sumatra Kembali Beroperasi
Dunia
Nepal Hentikan Pencarian Ribuan Korban Banjir, Fokus pada Rehabiitasi
Sejauh ini, tim penyelamat telah menemukan setidaknya 1.455 jenazah, tetapi 5.285 orang lainnya masih dinyatakan hilang, termasuk ratusan warga negara asing.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Nepal Hentikan Pencarian Ribuan Korban Banjir, Fokus pada Rehabiitasi
Indonesia
2 Orang Meninggal Tertimbun Longsor di Pekalongan Jawa Tengah
Tim petugas gabungan termasuk dari BPBD Pekalongan saat ini sedang melakukan kaji cepat terhadap dampak dari longsor ini.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 07 Oktober 2026
 2 Orang Meninggal Tertimbun Longsor di Pekalongan Jawa Tengah
Dunia
Longsor masih Mengintai Nepal, para Pendaki Dievakuasi dengan Helikopter
Ratusan pendaki di Jalur Annapurna, yang sangat krusial bagi perekonomian Nepal, harus menghentikan pendakian lebih awal untuk menyelamatkan diri.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Longsor masih Mengintai Nepal, para Pendaki Dievakuasi dengan Helikopter
Indonesia
Banjir Bandang Solok Tewaskan Warga, 1 Jasad Ditemukan Lainnya Masih Dicari
Banjir bandang menerjang Nagari Batang Barus, Solok. Satu korban ditemukan meninggal dunia, tim SAR masih mencari korban hilang lainnya.
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Banjir Bandang Solok Tewaskan Warga, 1 Jasad Ditemukan Lainnya Masih Dicari
Bagikan