MerahPutih.com - Antisipasi tanah longsor di kawasan Bukit Menoreh perlu ditingkatkan terutama di musim penghujan seperti sekarang. Kawasan ini merupakan zona merah bencana tanah longsor salah satunya untuk wilayah Kabupaten Kulon Progo.
Seperti diketahui, hujan deras yang mengguyur wilayah Kulon Progo pada Senin (22/11) dengan intensitas tinggi, menyebabkan 19 titik longsor di kawasan Bukit Menoreh.
Sebelumnya, ada dua titik lokasi di Kecamatan Girimulyo yang menutup akses jalan, salah satunya menutup jalan menuju objek wisata Kedung Pedut.
Baca Juga:
TPA Leuwihgajah Cimahi Yang Longsor 2015 Bakal Jadi Area Ketahanan Pangan
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, berencana menambah alat sistem peringatan dini (early warning system/EWS) tanah longsor di kawasan Bukit Menoreh.
Kepala BPBD Kulon Progo Joko Satyo Agus Nahrowi mengatakan, EWS yang sudah terpasang selama ini dinilai kurang banyak untuk memantau potensi tanah longsor. Pasalnya, titik rawan longsor di wilayah ini sangat luas meliputi lima kecamatan yakni Kalibawang, Girimulyo, Samigaluh, Kokap, dan sebagian Pengasih. Apalagi sejumlah EWS sudah tidak bisa berfungsi dengan baik.
"Kami berencana menambah EWS dalam waktu dekat karena ada beberapa EWS di beberapa titik sudah tidak berfungsi," kata Joko di Kulonprogo, Rabu (23/11).
Alat peringatan dini yang ada saat ini berjumlah 17 unit dan terpasang di 17 titik.
Joko merinci lokasi ke-17 EWS tersebut dipasang di Kecamatan Samigaluh dengan lokasi Desa Ngargosari, Banjarsari, Kebonharjo, Purwoharjo, Pagerharjo dan Sidoharjo. Empat EWS di Kecamatan Kokap meliputi Desa Hargotirto, Hargowilis, Kalirejo dan Hargomulyo. Kemudian, tiga EWS di Kecamatan Girimulyo meliputi Desa Giripurwo, Jatimulyo dan Purwosari.
Baca Juga:
4 Orang Meninggal Akibat Longsor di Banjarnegara
Selanjutnya, tiga EWS di Kecamatan Kalibawang meliputi Desa Banjarsari dua EWS dan satu EWS di Banjaroya. Serta satu EWS di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pengasih.
"Ada tiga EWS sisanya masih kami simpan sebagai cadangan di kantor BPBD Kulon Progo. Nanti akan dipasang apabila ada desa yang memerlukan. Seluruh EWS yang telah terpasang tersebut masih aktif," kata Joko.
Ketua DPRD Kulon Progo Akhid Nuryati meminta BPBD Kulon Progo benar-benar melakukan mitigasi potensi bencana untuk menekan korban jiwa dampak tanah longsor. Saat ini, baru memasuki musim hujan sudah ada beberapa lokasi titik longsor, dan beberapa di antaranya menutup akses jalan masyarakat.
"Kami berharap BPBD Kulon Progo dan tim relawan siaga bencana 24 jam. Kami juga minta mitigasi bencana benar-benar menjadi perhatian serius BPBD dan tim," harapnya. (Patricia Vicka/Yogyakarta)
Baca Juga:
Banjir Bengawan Solo dan Tanah Longsor Masih Jadi Ancaman Warga