Bobby Perintahkan Para Anak Buahnya Untuk Bekerja Sama

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Senin, 01 Maret 2021
Bobby Perintahkan Para Anak Buahnya Untuk Bekerja Sama

Wali Kota Medan Bobby Nasution. (Foto: Antara)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution, langsung tancap gas, dengan mengumpulkan bawahanya setingkat camat usai dilantik jadi wali kota. 21 camat yang merupakan pimpinan kecamatan di lingkungan Pemerintah Kota Medan diperintahkanmelakukan pembenahan.

"Semuanya harus memiliki target kerja, sehingga kita paham program mana yang belum terealisasi. Jika ada pimpinan organisasi perangkat daerah dan camat tak mau bekerja sama, laporkan kepada kami agar ditindak," ujar Bobby di Medan, Minggu (1/3).

Baca Juga:

Ini Pidato Perdana Menantu Jokowi sebagai Wali Kota Medan

Ia mengingatkan, setiap pimpinan kewilayanan ini fokus terhadap kondisi dan situasi khususnya kebersihan, kesehatan, dan pendataan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Untuk masalah kebersihan, lanjut dia, pihak kecamatan harus melakukan pemantauan wilayahnya dan berkoordinasi dengan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Medan.

"Camat juga harus cepat tanggap, dan sigap dalam penanganan COVID-19 terkait data masyarakat yang terpapar agar bisa segera dilakukan penanganan," ungkap Bobby dikutip Antara.

Wali Kota Meda Bobby Nasution. (Foto: Antara)
Wali Kota Meda Bobby Nasution. (Foto: Antara)

Wakil Wali Kota Medan Aulia Rachman mengharapkan, seluruh organisasi perangkat daerah dan kecamatan dapat mengubah sistem kerja menjadi lebih baik lagi.

Ia menginagatkan, untuk menghilangkan batas antar OPD tertentu dan pihak kecamatan.

"Camat harus berkoordinasi dengan Puskesmas dan gugus tugas kecamatan. Dinas Kesehatan dengan kecamatan, terkait cara mendapatkan vaksin gratis bagi masyarakat. Camat jangan sampai vakum, dan terpenting kolaborasi," katanya. (*)

Baca Juga:

Hari Ini, Mantu Jokowi Dilantik Jadi Wali Kota Medan

#Bobby Nasution #Bobby Afif Nasution #Jokowi #Kota Medan
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Berwasiat Agar Gibran dan Kaesang Jadi Pasangan Capres-Cawapres di Pemilu 2029
Beredar informasi yang menyebut Presiden ke-7 RI Joko Widodo akan menduetkan Gibran-Kaesang di Pilpres 2029. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 28 Januari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Berwasiat Agar Gibran dan Kaesang Jadi Pasangan Capres-Cawapres di Pemilu 2029
Indonesia
Hadir Bawa Badan, Eks Menpora Dito Siap Diperiksa KPK soal Dampingi Jokowi Lobi Haji
Dito Ariotedjo ikut mendampingi Jokowi bertemu PM Arab Saudi Mohammed bin Salman Al-Saud membahas lobi penambahan kuota haji Indonesia tahun 2024.
Wisnu Cipto - Jumat, 23 Januari 2026
Hadir Bawa Badan, Eks Menpora Dito Siap Diperiksa KPK soal Dampingi Jokowi Lobi Haji
Indonesia
Roy Suryo Ajukan Ahli Bedah Saraf hingga Pendeteksi Gambar ke Polda Metro, Tepis Penetapan Status Tersangka Dirinya
Polda Metro Jaya menjadwalkan pemeriksaan sejumlah saksi dan ahli meringankan yang diajukan Roy Suryo Cs dalam kasus tudingan ijazah palsu Jokowi.
Dwi Astarini - Selasa, 20 Januari 2026
Roy Suryo Ajukan Ahli Bedah Saraf hingga Pendeteksi Gambar ke Polda Metro, Tepis Penetapan Status Tersangka Dirinya
Indonesia
Ketua Komisi III DPR Sebut Restorative Justice Kasus Ijazah Jokowi, Bukti Implementasi KUHP Baru
Penerapan mekanisme keadilan restoratif (restorative justice/RJ) dalam perkara tersebut mencerminkan arah kebijakan hukum pidana nasional di masa depan.
Dwi Astarini - Senin, 19 Januari 2026
Ketua Komisi III DPR Sebut Restorative Justice Kasus Ijazah Jokowi, Bukti Implementasi KUHP Baru
Indonesia
Eggi Sudjana Ajukan RJ ke Polda, Kasus Hoaks Ijazah Jokowi Berpotensi Damai
Tersangka Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis telah mengajukan surat permohonan restorative justice (RJ) ke Polda Metro Jaya.
Wisnu Cipto - Jumat, 16 Januari 2026
Eggi Sudjana Ajukan RJ ke Polda, Kasus Hoaks Ijazah Jokowi Berpotensi Damai
Indonesia
Kuasa Hukum Jokowi: Terlalu Dini Simpulkan Restorative Justice usai Pertemuan dengan Eggi Sudjana
Kuasa hukum Jokowi, Yakup Hasibuan mengatakan, terlalu dini membicarkan restorative justice usai kliennya bertemu dengan Eggi Sudjana.
Soffi Amira - Sabtu, 10 Januari 2026
Kuasa Hukum Jokowi: Terlalu Dini Simpulkan Restorative Justice usai Pertemuan dengan Eggi Sudjana
Indonesia
Jokowi Maafkan 2 Tersangka Kasus Ijazah Palsu, PSI: Proses Hukum Harus Tetap Berjalan
Presiden ke-7 RI, Jokowi, memaafkan dua tersangka kasus ijazah palsu. Namun, PSI menyebutkan bahwa proses hukum harus tetap berjalan.
Soffi Amira - Sabtu, 10 Januari 2026
Jokowi Maafkan 2 Tersangka Kasus Ijazah Palsu, PSI: Proses Hukum Harus Tetap Berjalan
Indonesia
2 Tersangka Kasus Ijazah Palsu Kunjungi Rumah Jokowi di Solo, Apa Saja yang Dibahas?
Dua tersangka kasus ijazah palsu menemui Jokowi di Solo, Kamis (8/1) sore. Lokasi kediamannya pun langsung disterilkan.
Soffi Amira - Jumat, 09 Januari 2026
2 Tersangka Kasus Ijazah Palsu Kunjungi Rumah Jokowi di Solo, Apa Saja yang Dibahas?
Indonesia
Sidang Gugatan Ijazah Jokowi, Tergugat tak Bisa Tunjukkan Ijazah karena Dibawa Polda Metro
Tim kuasa hukum tergugat hanya mengajukan satu alat bukti berupa salinan hasil pemindaian laporan polisi yang menyatakan ijazah sedang disita.
Dwi Astarini - Rabu, 07 Januari 2026
Sidang Gugatan Ijazah Jokowi, Tergugat tak Bisa Tunjukkan Ijazah karena Dibawa Polda Metro
Indonesia
SBY Dibawa-bawa dalam Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Demokrat Tegaskan itu Fitnah
Susilo Bambayng Yudhoyono (SBY) dikaitkan dengan isu ijazah palsu Jokowi. Partai Demokrat pun menegaskan, bahwa hal itu merupakan fitnah.
Soffi Amira - Jumat, 02 Januari 2026
SBY Dibawa-bawa dalam Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Demokrat Tegaskan itu Fitnah
Bagikan