Banjir Jakarta

BNPB Beberkan Banjir di Beberapa Lokasi di Jakarta Sudah Surut

Eddy FloEddy Flo - Jumat, 03 Januari 2020
 BNPB Beberkan Banjir di Beberapa Lokasi di Jakarta Sudah Surut

Penanganan korban banjir yang masih terjebak di rumah warga (Foto: ANTARA)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat BNPB Agus Wibowo mengatakan, kondisi genangan banjir di beberapa lokasi sudah mulai surut.

Menurut Agus, dari laporan dari BPBD pada pukul 12.00 WIB menunjukkan bahwa genangan air di Kabupaten Bekasi sudah surut dari 300 cm menjadi 20-50 cm, Kota Bekasi dari 600 m menjadi 20 - 300 cm, Kabupaten Bogor dari 200 cm menjadi 20 - 30 cm, Kota Tangerang dari 200 cm menjadi 30-50 cm, Kota Tangsel dari 200 cm menjadi 0-20 cm, di Kota Depok dan Kota Bogor sudah tidak ada genangan.

Baca Juga:

Diterjang Banjir, BNPB Sebut Drainase dan Serapan Air di Jakarta Buruk

"Sedangkan di DKI Jakarta genangan juga sudah surut, di Jakarta Timur dari 310 cm menjadi 20-25 cm, Jakarta Barat dari 70 cm menjadi 20-70 cm, Jakarta Selatan dari 200 cm menjadi 20-200 cm, Jakarta Utara dari 70 cm menjadi 20-70 cm, dan di Jakarta Pusat sudah tidak ada genangan," kata Agus dalam keterangannya, Jumat (3/1).

Kepala Pusat  Data Informasi BNPB Agus Wibowo
Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat BNPB Agus Wibowo (Foto: ANTARA)

Agus mengatakan, berdasarkan pantauan dari petabencana.id terdapat dua genangan saja.

"Seperti di Jakarta Utara dengan kedalamam 66 cm dan di Tangerang dengan kedalaman 23 cm," jelas Agus.

Agus menyebutkan, jumlah pengungsi paling banyak ada wilayah Kota Bekasi, yakni 366.274 orang.

Menurut Agus, tingginya jumlah pengungsi di Kota Bekasi disebabkan oleh kondisi banjir di sana yang lebih parah dibanding wilayah-wilayah lainnya.

Ia menambahkan, wilayah Bekasi sebetulnya tidak diprediksi akan terdampak banjir sebesar itu karena selama ini fokus hanya ditujukan pada ketinggian air Bendung Katulampa.

"Tiba-tiba di sebelah timur Jakarta di Bekasi ternyata di sana ada banyak sungai kan, Kali Bekasi, Kali Cikeas masuk di sana sehingga dampaknya besar, banjirnya tinggi, sehingga makanya pengungsinya banyak," kata Agus.

Bantuan yang masih diperlukan oleh para pengungsi adalah perahu karet, terpal, selimut, pakaian perempuan dan anak-anak.

Bantuan medis seperti obat-obatan dan trauma-healing serta bantuan logistik berupa makanan, minuman, air bersih, dan fasilitas MCK juga masih dibutuhkan.

Agus mengimbau masyarakat yang ingin memberikan bantuan agar menyerahkan bantuan kepada posko-posko terpusat yang sudah didirikan di tiap wilayah.

Baca Juga:

Sejumlah Pemancar BTS Down Terdampak Banjir, Menkominfo Minta Segera Diperbaiki

"Sebaiknya jangan dikirim langsung, supaya lebih merata, nanti jangan ada daerah yang banyak dapat di satu titik saja. Nah itu akan diatur oleh pos pengendali yang akan diaturnya supaya lebih merata mana yang kurang, mana yang berlebih," kata Agus.

Hujan yang mengguyur sejak Selasa hingga Rabu lalu telah mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah di Jabodetabek.

Hingga Kamis malam, BNPB mencatat terdapat 35 korban tewas akibat banjir di Jabodetabek.(Knu)

Baca Juga:

Dengan Perahu Karet, Banser Berjibaku Selamatkan Para Korban Banjir

#BNPB #Banjir Jakarta #Korban Banjir #Penyebab Banjir Jakarta
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Karhutla Meluas, 64 Pesawat Dikerahkan untuk Water Bombing, Puluhan Ribu Personel Turun Tangan
Sejak Agustus 2026, sebanyak 64 pesawat telah dilibatkan dalam operasi pemadaman melalui metode water bombing.
Yusuf Abdillah - Senin, 21 September 2026
Karhutla Meluas, 64 Pesawat Dikerahkan untuk Water Bombing, Puluhan Ribu Personel Turun Tangan
Indonesia
BNPB Kerahkan Helikopter Water Bombing ke Sumatra-Kalimantan, Ini Daftar Lokasinya
BNPB merencanakan operasi water bombing karhutla pada 18 September 2026 di enam provinsi Sumatra dan Kalimantan. Simak daftar lokasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 18 September 2026
BNPB Kerahkan Helikopter Water Bombing ke Sumatra-Kalimantan, Ini Daftar Lokasinya
Indonesia
94 Orang Meninggal di Pengungsian Gempa NTT, BNPB Ungkap Penyebabnya
BNPB mengungkap penyebab 94 orang meninggal dunia di pengungsian gempa NTT. Mayoritas merupakan kelompok rentan.
Soffi Amira - Kamis, 17 September 2026
94 Orang Meninggal di Pengungsian Gempa NTT, BNPB Ungkap Penyebabnya
Indonesia
Kekeringan Mengancam Sejumlah Wilayah, BNPB Siapkan 4 Strategi Antisipasi
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan menjalankan empat strategi utama sebagai antisipasi terhadap kekeringan di sejumlah wilayah Indonesia.
Yusuf Abdillah - Selasa, 15 September 2026
Kekeringan Mengancam Sejumlah Wilayah, BNPB Siapkan 4 Strategi Antisipasi
Indonesia
Update Kebakaran Hutan di Bromo, Semeru, dan Wilayah Jawa Timur Lainnya, Asap Masih Mengepul
Wisata Bromo tutup total gara-gara kebakaran hutan (karhutla) Jatim yang masih berlanjut. Cek update kondisi terkini titik api di Bromo, Semeru, dan Argopuro di sini!
Angga Yudha Pratama - Senin, 14 September 2026
Update Kebakaran Hutan di Bromo, Semeru, dan Wilayah Jawa Timur Lainnya, Asap Masih Mengepul
Indonesia
Inspeksi Pesisir Banten, Alat Deteksi Dini Tsunami Tanjung Lesung Masih Rusak
Inspeksi maraton mencakup wilayah Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang, hingga Kota Cilegon dengan mengacu pada indikator standar internasional Tsunami Ready.
Wisnu Cipto - Kamis, 10 September 2026
Inspeksi Pesisir Banten, Alat Deteksi Dini Tsunami Tanjung Lesung Masih Rusak
Indonesia
Anggaran Bencana Bisa Ditambah Tanpa Batas, Purbaya Ungkap Dana BNPB Hampir Rp 1 Triliun
Pemerintah memastikan anggaran penanganan bencana dapat ditambah sesuai kebutuhan. BNPB saat ini memiliki dana hampir Rp 1 triliun.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 10 September 2026
Anggaran Bencana Bisa Ditambah Tanpa Batas, Purbaya Ungkap Dana BNPB Hampir Rp 1 Triliun
Indonesia
Abu Vulkanik Anak Krakatau Mengarah ke Laut Hindia, Lampung hingga Jakarta Lebih Kondusif
BNPB menyebut abu vulkanik Gunung Anak Krakatau cenderung bergerak ke Laut Hindia. Lampung, Banten, Jawa Barat hingga Jakarta lebih kondusif.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 08 September 2026
Abu Vulkanik Anak Krakatau Mengarah ke Laut Hindia, Lampung hingga Jakarta Lebih Kondusif
Indonesia
2026 Banyak Bencana, BNPB Minta Tambahan Dana Siap Pakai Rp 5,67 Triliun
BNPB minta tambahan Dana Siap Pakai Rp 5,67 triliun ke Kemenkeu untuk mempercepat penanganan bencana 2026. Anggaran rutin Rp 1,08 triliun dinilai tak cukup
Wisnu Cipto - Selasa, 08 September 2026
2026 Banyak Bencana, BNPB Minta Tambahan Dana Siap Pakai Rp 5,67 Triliun
Indonesia
OMC Dimulai, BMKG Berupaya Percepat Pembersihan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
BMKG bersama BNPB dan pihak terkait menggelar OMC sejak 7 September 2026 untuk mempercepat pembersihan atmosfer dari abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 08 September 2026
OMC Dimulai, BMKG Berupaya Percepat Pembersihan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
Bagikan