Fenomena Supermoon Dituding Penyebab Banjir Rob Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu
Banjir rob menggenangi ruas jalan RE Martadinata di Kelurahan Papanggo, Kecamatan Jakarta Utara, Jumat (5/12/2025). ANTARA/HO-BPBD Jakut.
Merahputih.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menjelaskan bahwa peristiwa banjir rob yang melanda sejumlah wilayah Jakarta, khususnya Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, beberapa hari terakhir disebabkan oleh fenomena alam supermoon atau purnama perige.
"Kemarin memang rob yang terjadi karena bulan supermoon. Jadi, supermoon itu bulan penuh," ungkap Pramono, Senin.
Antisipasi Dini dan Prioritas Penanganan Banjir Rob
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengklaim telah menyiapkan langkah-langkah antisipasi terhadap banjir rob sejak 15 hari sebelumnya di beberapa lokasi kritis seperti Muara Baru, Muara Angke, dan R.E Martadinata.
Baca juga:
Puncak Banjir Rob Jakarta Utara Sudah Lewat, Genangan Mulai Surut
Pramono menegaskan bahwa penanganan banjir rob telah menjadi prioritas utama sejak 10 bulan pertama masa kepemimpinannya.
"Sebenarnya kami sudah mengantisipasi sejak awal. Dalam 10 bulan pemerintahan yang saya pimpin, saya sudah langsung ini menjadi prioritas," ujarnya.
Kesiapan Jangka Panjang dan Proyek Tanggul Laut Raksasa (NCICD)
Masyarakat diimbau untuk waspada karena banjir rob diperkirakan akan terus terjadi di masa mendatang. Oleh karena itu, Pemprov DKI berjanji akan terus melakukan upaya antisipasi di berbagai titik rawan.
Dalam rangka penanggulangan jangka panjang, Pemprov DKI Jakarta akan berkoordinasi erat dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Kementerian Kelautan dan Perikanan, Pelindo, dan Dinas Sumber Daya Air (SDA).
Pramono menyatakan rasa syukurnya karena Jakarta dinilai telah mampu mengantisipasi banjir rob jauh-jauh hari, salah satunya dengan kesiapan pompa air milik pemerintah daerah.
Selain itu, Pemprov DKI juga telah menyiapkan alokasi anggaran untuk melanjutkan pembangunan tanggul laut raksasa, National Capital Integrated Coastal Development (NCICD), pada tahun 2026.
Baca juga:
Tinjau Tanggul Muara Baru, Pramono Bakal Prioritaskan Banjir Rob di Pesisir Jakarta
Pembangunan NCICD yang direncanakan akan dilanjutkan meliputi area Pluit sepanjang 530 meter, Muara Angke 350 meter, dan Kali Lencong 750 meter.
“Di tahun 2026, kami sudah menganggarkan untuk melanjutkan NCICD untuk Pluit sepanjang 530 meter, Muara Angke 350 meter, Kali Lencong 750 meter,” kata Pramono, meskipun ia tidak merinci besaran pasti anggaran yang telah disiapkan.
Sebagai informasi, NCICD yang telah selesai dibangun pada tahun ini mencakup kawasan Ancol sepanjang 1,2 kilometer, tanggul mitigasi Muara Angke 1,1 kilometer, dan Bywalk Pluit sepanjang 400 meter dari total 600 meter.
Bagikan
Angga Yudha Pratama
Berita Terkait
Tanggapan Santai Pramono Pedagang Daging di Jakarta Ancam Mogok Jualan 3 Hari
Jakarta Dikepung Genangan, Polisi Turun Tangan Cegah Warga Terjebak Banjir
Hujan Deras, 8 Ruas Jalan di Jakarta Tergenang dan Bikin Macet
Ruang Terbuka Hijau Jakarta Baru 5,6 Persen di 2025, Pemprov Kejar Target 30 Persen pada 2045
Dukung Akses Pendidikan Inklusif, Pemprov DKI Tambah Bus Sekolah Ramah Disabilitas
Dana Transfer Daerah Dipangkas, Target Sekolah Swasta Gratis DKI 2026 Turun Jadi 100 Sekolah
Jakarta Siaga Cuaca Ekstrem, Pramono Siapkan Kebijakan WFH dan PJJ
Pramono Sebut Pembayar QRIS di Jakarta Meroket Hingga 177 Persen di 2025, Tembus 5 Miliar Transaksi
Pemprov DKI Kucurkan Subsidi Rp 6,4 Triliun untuk Urusan Transportasi, Perut Sampai Pengelolaan Air Limbah
Pramono Tegaskan Ekonomi Jakarta 2025 Surplus Rp3,89 Triliun, Investasi Tembus Target