BMKG Peringatkan Ancaman El Nino 2026, Risiko Kekeringan dan Karhutla Meningkat

Soffi AmiraSoffi Amira - Jumat, 10 April 2026
BMKG Peringatkan Ancaman El Nino 2026, Risiko Kekeringan dan Karhutla Meningkat

El Nino Godzilla mengancam Indonesia. (foto: unsplash/redccharlie)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi meningkatnya risiko kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia.

Ancaman ini seiring kemungkinan berkembangnya fenomena El Nino pada paruh kedua 2026.

Peluang kemunculan fenomena tersebut diperkirakan mencapai 50 hingga 80 persen dengan intensitas lemah hingga moderat.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani menyampaikan, bahwa kondisi iklim global saat ini masih berada dalam fase netral pada siklus El Nino Southern Oscillation.

Baca juga:

El Nino Bakal Terjadi Pada Semester Kedua 2026, Perparah Musik Kemarau

Meski demikian, sejumlah indikator menunjukkan adanya kecenderungan penguatan menuju El Nino yang perlu diantisipasi sejak dini karena berpotensi memperparah musim kemarau.

Menurut BMKG, hasil analisis klimatologi menunjukkan musim kemarau tahun ini berpotensi datang lebih awal dan berlangsung lebih panjang dibandingkan kondisi normal.

“Secara umum, tingkat curah hujan sepanjang 2026 juga diprediksi lebih rendah, sehingga meningkatkan kerentanan terhadap kekeringan di berbagai wilayah,” jelas Faisal dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta, Jumat (10/4).

Faisal menegaskan, bahwa fenomena kemarau dan El Nino merupakan dua hal yang berbeda. Kemarau merupakan siklus tahunan yang biasa terjadi, sedangkan El Nino merupakan anomali iklim global.

Baca juga:

Hadapi El Nino, Mentan Minta Importir Tahan Kenaikan Harga Pangan

Namun, ketika keduanya terjadi secara bersamaan, dampaknya dapat memperburuk kondisi kekeringan akibat penurunan curah hujan yang signifikan.

“Perlu dipahami bahwa kemarau dan El Nino adalah dua fenomena berbeda. Kemarau merupakan siklus klimatologis, namun jika terjadi bersamaan dengan El Nino, curah hujan akan jauh berkurang dan kondisi menjadi lebih kering,” kata Faisal

ENSO sendiri merupakan sistem iklim global yang dipengaruhi oleh perubahan suhu permukaan laut dan tekanan udara di wilayah Samudra Pasifik tropis.

Fenomena ini terdiri dari tiga fase utama, yakni El Nino yang ditandai pemanasan suhu laut, La Nina sebagai fase pendinginan, serta fase netral.

Baca juga:

Stok Pangan Indonesia Diprediksi Surplus Jelang El Nino ‘Godzilla’, Jagung hingga Daging Ayam Aman

Perubahan tersebut berdampak luas terhadap pola cuaca dunia, termasuk Indonesia yang cenderung mengalami penurunan curah hujan saat El Nino terjadi.

Sejalan dengan perkembangan tersebut, BMKG mencatat jumlah titik panas (hotspot) di Indonesia hingga awal April 2026 telah mencapai 1.601 titik.

“Angka ini meningkat dibandingkan periode yang sama pada tahun-tahun sebelumnya dan menjadi indikator awal meningkatnya potensi karhutla,” tutur Faisal.

BMKG memetakan peningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan akan mulai terlihat di wilayah Riau pada Juni mendatang.

Selanjutnya, potensi tersebut diperkirakan meluas ke Jambi dan Sumatera Selatan, sebelum menjangkau wilayah Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan pada periode Juli hingga Agustus.

Sebagai langkah antisipasi, BMKG terus mengintensifkan upaya mitigasi melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), khususnya di kawasan rawan gambut.

Upaya ini difokuskan pada pembasahan lahan atau rewetting guna menjaga kelembapan tanah agar tidak mudah terbakar. (knu)

#Fenomena El Nino #Cuaca Ekstrem #Kebakaran Hutan #Kekeringan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Kemarau Panjang Makin Terasa, 2.000 Santri Gelar Salat Istisqa dan Panjatkan Doa
Sebanyak 2.000 santri Ponpes Budi Utomo menggelar Salat Istisqa di tengah kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah Soloraya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 10 September 2026
Kemarau Panjang Makin Terasa, 2.000 Santri Gelar Salat Istisqa dan Panjatkan Doa
Indonesia
Kekeringan Melanda Berbagai Daerah, Kementerian PU Tangani 2.200 Lokasi dan Selamatkan 53.052 Hektare Sawah
Kementerian PU menangani 2.200 lokasi terdampak kekeringan. Sebanyak 53.052 hektare sawah dijaga dan 14,1 juta liter air bersih disalurkan.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 09 September 2026
Kekeringan Melanda Berbagai Daerah, Kementerian PU Tangani 2.200 Lokasi dan Selamatkan 53.052 Hektare Sawah
Indonesia
Dari Air Bersih hingga Sawah, Jurus Pemerintah Tangani Dampak Kekeringan di 2.200 Lokasi
Melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU), penanganan darurat telah dilakukan di 2.200 lokasi yang terdampak kekeringan di berbagai daerah.
Dwi Astarini - Rabu, 09 September 2026
Dari Air Bersih hingga Sawah, Jurus Pemerintah Tangani Dampak Kekeringan di 2.200 Lokasi
Indonesia
180 Personel Militer dan Heli CH-47 Chinook Jepang Bantu Padamkan Karhutla di Kalimantan
Helikopter tersebut juga merupakan salah satu bantuan yang dikirim pemerintah Jepang kepada pemerintah Indonesia untuk menangani karhutla.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 09 September 2026
180 Personel Militer dan Heli CH-47 Chinook Jepang Bantu Padamkan Karhutla di Kalimantan
Indonesia
Hari Ini Jakarta Akan Diliputi Awan Tebal, Hujan Bisa Turun di Sore Hari
Proses belajar mengajar dan kegiatan sekolah kembali berjalan normal mulai Rabu (9/9) karena situasi setelah erupsi Gunung Anak Krakatau dinilai cukup membaik.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 09 September 2026
Hari Ini Jakarta Akan Diliputi Awan Tebal, Hujan Bisa Turun di Sore Hari
Indonesia
Pramono Akui Sejumlah Wilayah Jakarta Alami Kekeringan, tapi sudah Teratasi
Masih bisa diatasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI karena ketersediaan air masih mencukupi.
Dwi Astarini - Selasa, 08 September 2026
Pramono Akui Sejumlah Wilayah Jakarta Alami Kekeringan, tapi sudah Teratasi
Indonesia
Kebakaran TPA Putri Cempo belum Padam, ASN Solo Salat Istisqa Memohon Hujan
Salat istisqa tersebut dilakukan di tengah musim kemarau panjang dan kebakaran TPA Putri Cempo yang belum padam
Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
Kebakaran TPA Putri Cempo belum Padam, ASN Solo Salat Istisqa Memohon Hujan
Dunia
Peringatan WMO: Kebakaran Hutan dan Gelombang Panas Bisa Perparah Polusi Udara Global
Peningkatan polusi udara akibat kebakaran hutan dan gelombang panas dapat menghambat upaya global memperbaiki kualitas udara.
Yusuf Abdillah - Senin, 07 September 2026
Peringatan WMO: Kebakaran Hutan dan Gelombang Panas Bisa Perparah Polusi Udara Global
Indonesia
BMKG Keluarkan Peringatan Dini untuk Wilayah Sumatera Utara, Ada Potensi Bencana Hidrometeorologi
BMKG keluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Sumatera Utara (Sumut) dalam sepekan ke depan.
Frengky Aruan - Senin, 07 September 2026
BMKG Keluarkan Peringatan Dini untuk Wilayah Sumatera Utara, Ada Potensi Bencana Hidrometeorologi
Indonesia
Masuki Puncak Musik Kemarau, BMKG Keluarkan Peringatan Berbagai Dampak Bencana
Musim kemarau tahun ini diperparah dengan aktifnya fenomena El Nino dengan intensitas sangat kuat. El Nino diperkirakan masih akan berlangsung sampai awal 2027
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 07 September 2026
Masuki Puncak Musik Kemarau, BMKG Keluarkan Peringatan Berbagai Dampak Bencana
Bagikan