BMKG Imbau Warga Cianjur Tidak Bangun Tenda Pengungsian di Bantaran Sungai

Mula AkmalMula Akmal - Kamis, 24 November 2022
BMKG Imbau Warga Cianjur Tidak Bangun Tenda Pengungsian di Bantaran Sungai

Warga yang terdampak gempa mengungsi di tenda terpal di Desa Ciputri, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat, Rabu (23/11/2022). (ANTARA FOTO/WAHYU PUTRO A)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta warga untuk tidak membangun tenda pengungsian di titik-titik rawan, seperti bantaran sungai maupun di pinggir lembah, karena berpotensi menimbulkan bahaya.

"Ini mohon tadi kami melihat di lapangan tuh ada tenda-tenda (pengungsian) yang didirikan, mohon jangan terlalu dekat dengan pinggir lembah," ujar Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati dalam konferensi pers Update Penanganan Gempa Cianjur yang diikuti dari Jakarta secara virtual, Kamis.

Baca Juga:

272 Orang Meninggal dan 39 Masih Hilang akibat Gempa Cianjur

Dwikorita mengatakan titik-titik rawan tersebut berpotensi terjadi longsor dan banjir bandang imbas dari gempa magnitudo 5,6 yang melanda kawasan Cianjur pada Senin (21/11).

Permukaan tanah yang telah diguncang gempa menjadi tidak stabil. Kondisi itu diperparah jika diguyur hujan, apalagi Cianjur beberapa hari terakhir mengalami hujan. Material tanah akan terbawa air yang akhirnya berpotensi mengakibatkan longsor dan banjir bandang.

Ia mengimbau agar pendirian tenda berada di lokasi yang benar-benar aman, seperti lapangan terbuka.

"Jangan terlalu dekat dengan lereng, karena masih mungkin terguyur hujan akhirnya longsor atau kena getaran akhirnya runtuh, jadi hati-hati saja dalam menentukan tempat sementara," kata dia.

Menurut dia, imbauan ini bukan untuk membuat masyarakat khawatir, justru harus semakin waspada dan berhati-hati.

Baca Juga:

Polda Metro Kirim 48 Truk Bantuan untuk Korban Gempa Cianjur

"Maksud saya disampaikan biar masyarakat semakin tenang karena kejadian gempa. Gempa memang masih terjadi, ada gempa susulan tetapi semakin lemah dan semakin lemah," kata dia.

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 272 korban meninggal dunia di hari keempat pasca bencana gempa yang terjadi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Angka tersebut bertambah satu korban setelah BNPB menyatakan pada hari sebelumnya, Rabu (23/11), sebanyak 271 korban meninggal dunia akibat gempa berkekuatan 5,6 magnitudo pada Senin (21/11).

"Karena hari ini ditemukan satu jenazah atas nama ibu Nining umur 64 tahun, sekarang jadi 272 (korban meninggal)," kata Kepala BNPB Suharyanto.

Menurutnya, dari 272 korban meninggal itu, 165 jenazah diantaranya sudah teridentifikasi identitasnya. Sehingga, kata dia, masih ada 107 jenazah yang identitasnya masih diverifikasi. (*)

Baca Juga:

Jokowi Pastikan Pencarian Korban Hilang Gempa Cianjur Jadi Prioritas

#BMKG #Gempa #Cianjur
Bagikan
Ditulis Oleh

Mula Akmal

Jurnalis dan profesional komunikasi dengan pengalaman memimpin redaksi, menggarap strategi konten, dan menjembatani informasi publik lintas sektor. Bagi saya, setiap berita adalah peluang untuk menghadirkan akurasi, relevansi, dan dampak nyata bagi pembaca.

Berita Terkait

Indonesia
Prakiraan Cuaca Indonesia 19-22 Juni 2026: Belasa Kota-Kota di Indonesia Bakal Diguyur Hujan Ringan-Sedang
Meskipun indikator kategori "Siaga" (hujan lebat - sangat lebat) terpantau Nihil, potensi bahaya sekunder tetap mengintai
Angga Yudha Pratama - Kamis, 18 Juni 2026
Prakiraan Cuaca Indonesia 19-22 Juni 2026: Belasa Kota-Kota di Indonesia Bakal Diguyur Hujan Ringan-Sedang
Indonesia
BMKG Ramal Langit Ibu Kota Bersih Tanpa Drama Hujan Sepanjang Rabu (18/6)
Cuaca Jakarta Hari Ini: BMKG Ramal Cerah Berawan Seharian
Angga Yudha Pratama - Kamis, 18 Juni 2026
BMKG Ramal Langit Ibu Kota Bersih Tanpa Drama Hujan Sepanjang Rabu (18/6)
Indonesia
Kondisi Terkini Dampak Gempa Magnitudo 6,7 di Palu, Warga Mengungsi Mandiri Dengan Tenda Terpal
Terdeteksi aktivitas gempa bumi susulan sebanyak 118 kali dengan tren magnitudo yang terus mengecil
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 17 Juni 2026
Kondisi Terkini Dampak Gempa Magnitudo 6,7 di Palu, Warga Mengungsi Mandiri Dengan Tenda Terpal
Indonesia
Gempa Palu, Sulteng, Korban Tewas dan Puluhan Bangunan Rusak Parah
Seorang warga dilaporkan meninggal dunia di Kabupaten Sigi.
Dwi Astarini - Rabu, 17 Juni 2026
Gempa Palu, Sulteng, Korban Tewas dan Puluhan Bangunan Rusak Parah
Indonesia
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini: Cerah Berawan Seharian, Langit Jakarta Lagi Ramah
Memasuki waktu siang hingga malam hari, situasi udara di Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara berubah
Angga Yudha Pratama - Rabu, 17 Juni 2026
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini: Cerah Berawan Seharian, Langit Jakarta Lagi Ramah
Indonesia
BMKG Sebut Gempa M 6,7 yang Guncang Palu Termasuk Gempa Dangkal, Dipicu Pergerakan Sesar Aktif
Gempa ini dikategorikan dalam gempa dangkal yang dipicu sesar aktif.
Frengky Aruan - Selasa, 16 Juni 2026
BMKG Sebut Gempa M 6,7 yang Guncang Palu Termasuk Gempa Dangkal, Dipicu Pergerakan Sesar Aktif
Indonesia
Indonesia Terbelah Dua! Wilayah Selatan Membeku Kedinginan, Bagian Utara Malah Kebanjiran Hujan Lebat
Ketiadaan awan pemantul menciptakan dua sisi mata uang cuaca ekstrem ekstrem pada Juni 2026
Angga Yudha Pratama - Senin, 15 Juni 2026
Indonesia Terbelah Dua! Wilayah Selatan Membeku Kedinginan, Bagian Utara Malah Kebanjiran Hujan Lebat
Indonesia
Prakiraan Cuaca 15-18 Juni: Daftar Wilayah Siaga Hujan Ringan Hingga Lebat
Kondisi lebih ekstrem berupa hujan lebat disertai kilat dan angin kencang masuk dalam kategori tingkat peringatan dini khusus
Angga Yudha Pratama - Senin, 15 Juni 2026
Prakiraan Cuaca 15-18 Juni: Daftar Wilayah Siaga Hujan Ringan Hingga Lebat
Lifestyle
Cuaca Jabodetabek 16-17 Juni 2026: Hujan Ringan Mendominasi
BMKG memprediksi cuaca Jabodetabek 16–17 Juni 2026 didominasi hujan ringan di berbagai wilayah. Simak rincian cuaca Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi, dan Tangerang
ImanK - Senin, 15 Juni 2026
Cuaca Jabodetabek 16-17 Juni 2026: Hujan Ringan Mendominasi
Indonesia
Awan dan Hujan Menyelimuti Wilayah Indonesia, Minggu (14/6)
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan adanya potensi cuaca ekstrem.
Dwi Astarini - Minggu, 14 Juni 2026
Awan dan Hujan Menyelimuti Wilayah Indonesia, Minggu (14/6)
Bagikan