BI: PDRB Jawa Barat Diprediksi Tumbuh 5,3-5,6 Persen

Luhung SaptoLuhung Sapto - Selasa, 16 Januari 2018
BI: PDRB Jawa Barat Diprediksi Tumbuh 5,3-5,6 Persen

ilustrasi (Foto Setkab)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) rata-rata di Jawa Barat pada tahun 2017 lalu tumbuh 5,31 persen. Pada tahun 2018, BI memprediksi PDRB akan tumbuh 5,3-5,6 persen.

Kepala Kantor Bank Indonesia (BI) Jawa Barat, Wiwiek Warsito mengatakan proyek pembangunan infrastruktur di Jawa Barat memicu pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat pada tahun 2018 akan lebih baik dibandingkan pada tahun 2017 lalu.

"Kalau Jawa Barat ke depannya dari sisi ekonominya membaik dibandingkan dengan 2017 lalu," kata Wiwiek seusai menjadi narasumber pada seminar ekonomi Ciayumajakuning dengan tema ''Prospek dan Tantangan Ekonomi Menjaga Momentum Perbaikan Ekonomi" di aula Kantor Perwakilan BI Cirebon, Jawa Barat, Selasa (16/1).

Selain pembangunan infrastruktur, beberapa faktor lain yang dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat di antaranya pilkada serentak tahun 2018, bantuan dana APBN dari Pemerintah Pusat dan mulai beroperasinya Bandara Internasional Jawa Barat di Majalengka.

"Adanya Pilkada di 16 kabupaten/kota ditambah provinsi, itu pasti akan menambah likuiditas ekonomi di masyarakat. Ya buat beli baju, seragam, pamflet, spanduk dan lainnya, sudah pasti itu tambahan likuiditas di masyarakat," sebutnya.

Wiwiek melanjutkan, meningkatnya peredaran uang di masyarakat tahun 2018 ini tentunya akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. (*)

Berita ini berdasarkan laporan Mauritz, kontributor Merahputih.com untuk wilayah Cirebon dan sekitarnya. Baca juga berita lainnya di: Muslimah Majalengka Sebut Perkembangan Komunitas LGBT Kian Meresahkan

#Cirebon #Jawa Barat #Pertumbuhan Ekonomi #Bank Indonesia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Luhung Sapto

Penggemar Jones, Penjelajah, suka makan dan antimasak
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Rupiah Melemah ke Rp 18.000, Arus Keluar Dana Masih Akan Berlanjut
MSCI mengumumkan untuk membuka konsultasi dengan pelaku pasar mengenai usulan perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia dari Emerging Market (pasar berkembang) ke Standalone Market (pasar mandiri).
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
Rupiah Melemah ke Rp 18.000, Arus Keluar Dana Masih Akan Berlanjut
Indonesia
Alasan Kenapa Indonesia Harus Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Indonesia memiliki waktu terbatas untuk memanfaatkan besarnya penduduk usia produktif sebelum populasi menua dan rasio ketergantungan meningkat
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 13 Oktober 2026
Alasan Kenapa Indonesia Harus Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Indonesia
Ungkap Arah APBN 2027, Menkeu Suahasil: Kejar Pertumbuhan 6 Persen Tetap Jaga Disiplin Fiskal
APBN 2027 menganggarkan belanja Rp 4.106,3 triliun dengan defisit Rp 671,2 triliun atau 2,4 persen PDB untuk mendukung target ekonomi 6 persen.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 08 Oktober 2026
Ungkap Arah APBN 2027, Menkeu Suahasil: Kejar Pertumbuhan 6 Persen Tetap Jaga Disiplin Fiskal
Indonesia
Bank Dunia Naikkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, Tapi Aktivitas Ekonomi Domestik Tunjukan Pelemahan
Bauran kebijakan pemerintah dinilai turut menopang pertumbuhan ekonomi jangka pendek, namun pada saat yang sama berkontribusi terhadap pelebaran ketidakseimbangan fiskal dan eksternal.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 06 Oktober 2026
Bank Dunia Naikkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, Tapi Aktivitas Ekonomi Domestik Tunjukan Pelemahan
Indonesia
Nilai Tukar Rupiah Tertekan Inflasi Global dan Risiko Fiska
Tekanan nilai tukar juga didorong oleh kebutuhan valas importir menjelang akhir triwulan III, serta arus keluar dana dari portofolio aset negara emerging markets di tengah kenaikan imbal hasil (yield) obligasi.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Nilai Tukar Rupiah Tertekan Inflasi Global dan Risiko Fiska
Indonesia
67 Juta Orang Indonesia Sudah Pakai QRIS Buat Transaksi
BI menargetkan jumlah pengguna QRIS mencapai 69,32 juta pada akhir tahun ini atau tumbuh sebesar 20,26 persen secara tahunan.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
67 Juta Orang Indonesia Sudah Pakai QRIS Buat Transaksi
Berita Foto
Kemarau Panjang, Danau Cinere Berubah Menjadi Hamparan Tanah Kering
Anak-anak berjalan di antara tanah yang retak akibat mengeringnya Danau Cinere di Depok, Jawa Barat, Selasa (23/9/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 23 September 2026
Kemarau Panjang, Danau Cinere Berubah Menjadi Hamparan Tanah Kering
Indonesia
Utang BLBI Lunas, para Obligor Tetap Dikejar
Tugas penagihan kewajiban itu akan dialihkan kepada Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan, melalui Panitia Urusan Piutang Negara (PUPN).
Dwi Astarini - Selasa, 22 September 2026
Utang BLBI Lunas, para Obligor Tetap Dikejar
Indonesia
Utang BLBI 30 Dekade ke BI Lunas, Kemenkeu Ambil Alih Tugas Satgas Tagih Aset Obligor
Pemerintah resmi melunasi utang BLBI Rp218,3 T ke BI setelah 30 tahun. Hak tagih dan penyitaan aset obligor nakal diambil alih Kemenkeu!
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Utang BLBI 30 Dekade ke BI Lunas, Kemenkeu Ambil Alih Tugas Satgas Tagih Aset Obligor
Indonesia
Utang Luar Negeri Kembali Naik, Per Juli 2026 Capai USD 454,8 Miliar
Perkembangan ULN pemerintah tersebut terutama dipengaruhi oleh aliran masuk pada Surat Berharga Negara (SBN) internasional
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
Utang Luar Negeri Kembali Naik, Per Juli 2026 Capai USD 454,8 Miliar
Bagikan