Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

BI Masih Cari Waktu Yang Pas Buat Redenominasi Rupiah

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Jumat, 23 Juni 2023
BI Masih Cari Waktu Yang Pas Buat Redenominasi Rupiah

Uang Rupiah. (Foto: Antara)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Bank Indonesia terus mematangkan rencana redenominasi rupiah. Saat ini, masih terdapat tiga faktor yang menyebabkan pelaksanaannya belum dilakukan.

"Redenominasi sudah kami siapkan dari dulu. Masalah desain, tahapannya, sudah kami siapkan semua secara operasional dan langkah-langkahnya," kata Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo.

Baca Juga:

Bank Indonesia Pertahankan Suku Bunga 5,75 Persen

Ia mengatakan, Bank Sentral belum menemukan waktu yang pas untuk melaksanakannya. Adapun terdapat tiga faktor yang mempengaruhi keputusan tersebut.

Faktor pertama yakni kondisi makroekonomi. Saat ini, kondisi makroekonomi Indonesia memang sudah membaik dan pulih, tetapi masih terdapat potensi dampak rambatan (spillover) dari ekonomi global yang masih dirundung ketidakpastian.

Ketidakpastian perekonomian global kembali meningkat dengan kecenderungan risiko pertumbuhan yang melambat dan kebijakan suku bunga moneter di negara maju yang lebih tinggi.

Pertumbuhan ekonomi global diperkirakan sebesar 2,7 persen pada tahun ini, dengan risiko perlambatan terutama di Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok.

Di AS, kata ia, tekanan inflasi masih tinggi terutama karena keketatan pasar tenaga kerja, di tengah kondisi ekonomi yang cukup baik dan tekanan stabilitas sistem keuangan yang mereda, sehingga mendorong kemungkinan kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral AS, The Fed, ke depan.

Kebijakan moneter juga masih ketat di Eropa, sedangkan di Jepang masih longgar. Sementara itu, di Tiongkok pertumbuhan ekonomi juga tidak sekuat perkiraan di tengah inflasi yang rendah sehingga mendorong pelonggaran kebijakan moneter.

Kemudian faktor kedua, yakni kondisi moneter dan stabilitas sistem keuangan. Di Tanah Air, kondisi moneter dan stabilitas sistem keuangan sudah stabil, namun Indonesia masih dihantui oleh ketidakpastian global.

Faktor ketiga yakni kondisi sosial dan politik, dimana untuk melakukan redenominasi diperlukan kondisi sosial dan politik yang kondusif, mendukung, positif, serta kuat.

"Untuk kondisi sosial dan politik ini pemerintah yang lebih mengetahui," ungkapnya.

Redenominasi didefinisikan sebagai penyederhanaan nilai mata uang rupiah tanpa mengubah nilai tukarnya. Redenominasi bertujuan untuk menyederhanakan jumlah digit pada pecahan rupiah tanpa mengurangi daya beli, harga atau nilai rupiah terhadap harga barang dan/atau jasa. (Asp)

Baca Juga:

Kendalikan Kenaikan Harga, BI Pertahankan Suku Bunga Acuan

#Rupiah #Redenominasi #Pemulihan Ekonomi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
IHSG dan Rupiah Kompak Anjlok Berjamaah Akibat Sentimen Ekonomi pada Pembukaan Perdagangan Hari Ini
Perbandingan menunjukkan posisi sebelumnya berada di level Rp17.936 per dolar AS
Angga Yudha Pratama - Jumat, 24 Juli 2026
IHSG dan Rupiah Kompak Anjlok Berjamaah Akibat Sentimen Ekonomi pada Pembukaan Perdagangan Hari Ini
Indonesia
Sinyal Hijau Sektor Keuangan, IHSG Melesat Bersama Penguatan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS
Penguatan IHSG berjalan selaras dengan pergerakan kelompok saham unggulan pada papan utama perdagangan
Angga Yudha Pratama - Kamis, 23 Juli 2026
Sinyal Hijau Sektor Keuangan, IHSG Melesat Bersama Penguatan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS
Indonesia
Rupiah Loyo Dihantam Konflik AS-Iran, Merosot Tembus Rp17.888 Per Dolar AS
Ibrahim Assuaibi menambahkan, ancaman gangguan pada perairan penting Teluk berdampak langsung terhadap rantai pasok minyak dunia
Angga Yudha Pratama - Rabu, 22 Juli 2026
Rupiah Loyo Dihantam Konflik AS-Iran, Merosot Tembus Rp17.888 Per Dolar AS
Indonesia
BI Putusan Suku Bunga Acuan Tetap di Level 5,75, Perkuat Stabilitas Rupiah
Keputusan terkait BI-Rate dan sejumlah kebijakan lain dimaksud merupakan bagian terintegrasi dari bauran kebijakan Bank Indonesia yang tetap konsisten.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 22 Juli 2026
BI Putusan Suku Bunga Acuan Tetap di Level 5,75, Perkuat Stabilitas Rupiah
Indonesia
IHSG Hari Ini Menguat 41 Poin, Rupiah Naik Ke Rp17.937 Per Dolar
Penguatan tajam pergerakan indeks melengkapi gairah pasar uang setelah mata uang Garuda turut bergerak menguat
Angga Yudha Pratama - Selasa, 21 Juli 2026
IHSG Hari Ini Menguat 41 Poin, Rupiah Naik Ke Rp17.937 Per Dolar
Indonesia
Rupiah Amblas Dekati Rp18.000 Per Dolar AS,Sentimen Perang Global Hantam Pasar Keuangan Domestik
Konflik militer terbuka antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran jadi penyebab lonjakan harga minyak mentah dan memperkuat indeks dolar AS
Angga Yudha Pratama - Senin, 20 Juli 2026
Rupiah Amblas Dekati Rp18.000 Per Dolar AS,Sentimen Perang Global Hantam Pasar Keuangan Domestik
Indonesia
Dolar AS Akhirnya Tumbang, Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Langsung Melesat Tajam Jelang Rapat Dewan Gubernur BI
Langkah intervensi melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) turut menjaga ekspektasi inflasi tetap berada dalam koridor target Bank Indonesia
Angga Yudha Pratama - Kamis, 16 Juli 2026
Dolar AS Akhirnya Tumbang, Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Langsung Melesat Tajam Jelang Rapat Dewan Gubernur BI
Indonesia
Rasio Utang Pemerintah Terus Meningkat, Tercatat Telah Capai 40,54 Persen PDB
Menkeu dalam merespons kekhawatiran sejumlah fraksi DPR RI soal rasio utang yang kian meningkat
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 14 Juli 2026
Rasio Utang Pemerintah Terus Meningkat, Tercatat Telah Capai 40,54 Persen PDB
Indonesia
Rupiah Hancur Lebur Tembus Rp18.109 Per Dolar AS Sore Ini akibat Perang Rudal Amerika-Iran
Pembatalan pembukaan Selat Hormuz memicu kekhawatiran datangnya guncangan inflasi jilid baru akibat kenaikan biaya logistik dunia
Angga Yudha Pratama - Senin, 13 Juli 2026
Rupiah Hancur Lebur Tembus Rp18.109 Per Dolar AS Sore Ini akibat Perang Rudal Amerika-Iran
Indonesia
Rupiah Kembali Tunjukan Pelemahan, Berbagai Sentimen Terus Menekan Nilai Tukar
Tukar rupiah diperkirakan bergerak pada kisaran Rp 18.000 - Rp 18.128 per dolar AS dalam sepekan ke depan.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 13 Juli 2026
Rupiah Kembali Tunjukan Pelemahan, Berbagai Sentimen Terus Menekan Nilai Tukar
Bagikan