Pemulihan Ekonomi

BI Ingatkan Negara Maju Sukseskan Vaksinasi COVID-19

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Senin, 01 Maret 2021
BI Ingatkan Negara Maju Sukseskan Vaksinasi COVID-19

Bank Indonesia. (Foto: Antara).

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Bank Indonesia mengingatkan, realisasi dari program vaksinasi yang dapat berjalan dengan baik bakal mendukung pemulihan ekonomi di dalam negeri.

"Pentingnya program vaksinasi dapat berjalan dengan baik untuk mendukung pemulihan ekonomi,” kata Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral negara-negara G20 di Jakarta, Minggu (28/2).

Baca Juga:

[Hoaks atau Fakta]: Bank Indonesia Bagi Bagi Uang ke Rekening Pribadi

Perry menegaskan, pihaknya selalu bersinergi dan mendukung stimulus fiskal yang telah dilakukan pemerintah untuk mengatasi pandemi dan mendukung pemulihan ekonomi melalui stimulus moneter.

Berbagai stimulus moneter itu berupa penurunan suku bunga kebijakan hingga 150 bps sejak 2020, menambah likuiditas atau quantitative easing di perbankan senilai 4,8 persen dari PDB dan melakukan pembelian SBN di pasar perdana sekitar 3 persen dari PDB pada 2020.

Selain itu, BI juga mendorong pengembangan ekonomi digital untuk meningkatkan akses keuangan bagi UMKM, penyaluran bansos serta kebijakan sistem pembayaran seperti perluasan akseptasi QRIS dan pengembangan infrastrukturnya.

Hal ini sejalan dengan komitmen negara G20 untuk mendorong inklusi keuangan melalui pemanfaatan teknologi dan perluasan akses bagi UMKM.

Perry juga menyampaikan dukungan rencana Financial Stability Board (FSB) dan lembaga keuangan internasional untuk mengidentifikasi pelajaran yang didapat dari pandemi guna mengatasi kerentanan di sektor keuangan.

Sustainable Finance Study Group (SFSG) turut diaktifkan kembali guna mendiskusikan pengembangan pembiayaan beraspek lingkungan hidup, memitigasi risiko dan menggarisbawahi pentingnya pendekatan yang inklusif untuk meningkatkan peran negara berkembang.

Gubernur Bank Indonesia. (Foto: Antara)
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. (Foto: Antara)

Dalam pertemuan ini, negara-negara G20 sepakat untuk meningkatkan kerja sama dan koordinasi global dalam mengatasi pandemi dan kerentanan yang terjadi untuk menjaga serta mendorong pemulihan ekonomi global.

Pemulihan ekonomi global harus diarahkan untuk mendukung pertumbuhan yang kuat, berkelanjutan, dan inklusif dengan memperhatikan lingkungan serta meningkatkan resiliensi sektor keuangan khususnya nonbank.

Hal tersebut harus dilakukan mengingat dukungan kebijakan moneter dan fiskal telah mampu mendukung pemulihan ekonomi di berbagai negara dengan proyeksi IMF untuk pertumbuhan global 2021 mencapai 5,5 persen.

Forum tersebut, menyepakati penguatan kerja sama untuk membantu negara berpenghasilan rendah dalam menghadapi pandemi dan meningkatkan kapasitas pengelolaan utang.

G20 meminta IMF untuk mempersiapkan proposal alokasi Special Drawing Rights (SDR) untuk negara-negara anggota guna menjaga likuiditas dan memperkuat cadangan devisa di tengah masih tingginya ketidakpastian akibat pandemi COVID-19. (*)

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Bank Indonesia Cetak Uang Rp300 Triliun

#Bank Indonesia #Pemulihan Ekonomi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Rupiah Melemah ke Rp 18.000, Arus Keluar Dana Masih Akan Berlanjut
MSCI mengumumkan untuk membuka konsultasi dengan pelaku pasar mengenai usulan perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia dari Emerging Market (pasar berkembang) ke Standalone Market (pasar mandiri).
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
Rupiah Melemah ke Rp 18.000, Arus Keluar Dana Masih Akan Berlanjut
Indonesia
Nilai Tukar Rupiah Tertekan Inflasi Global dan Risiko Fiska
Tekanan nilai tukar juga didorong oleh kebutuhan valas importir menjelang akhir triwulan III, serta arus keluar dana dari portofolio aset negara emerging markets di tengah kenaikan imbal hasil (yield) obligasi.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Nilai Tukar Rupiah Tertekan Inflasi Global dan Risiko Fiska
Indonesia
67 Juta Orang Indonesia Sudah Pakai QRIS Buat Transaksi
BI menargetkan jumlah pengguna QRIS mencapai 69,32 juta pada akhir tahun ini atau tumbuh sebesar 20,26 persen secara tahunan.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
67 Juta Orang Indonesia Sudah Pakai QRIS Buat Transaksi
Indonesia
Utang BLBI Lunas, para Obligor Tetap Dikejar
Tugas penagihan kewajiban itu akan dialihkan kepada Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan, melalui Panitia Urusan Piutang Negara (PUPN).
Dwi Astarini - Selasa, 22 September 2026
Utang BLBI Lunas, para Obligor Tetap Dikejar
Indonesia
Utang BLBI 30 Dekade ke BI Lunas, Kemenkeu Ambil Alih Tugas Satgas Tagih Aset Obligor
Pemerintah resmi melunasi utang BLBI Rp218,3 T ke BI setelah 30 tahun. Hak tagih dan penyitaan aset obligor nakal diambil alih Kemenkeu!
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Utang BLBI 30 Dekade ke BI Lunas, Kemenkeu Ambil Alih Tugas Satgas Tagih Aset Obligor
Indonesia
Utang Luar Negeri Kembali Naik, Per Juli 2026 Capai USD 454,8 Miliar
Perkembangan ULN pemerintah tersebut terutama dipengaruhi oleh aliran masuk pada Surat Berharga Negara (SBN) internasional
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
Utang Luar Negeri Kembali Naik, Per Juli 2026 Capai USD 454,8 Miliar
Indonesia
Profil Deputi Gubernur Senior BI Aida S Budiman, Eks Wadir Eksekutif IMF Jadi Orang Nomor Dua Bank Sentral
Dengan rekam jejak internasional di IMF dan pengalaman panjang di BI, Aida S Budiman diharapkan mampu menjaga stabilitas moneter Indonesia
Wisnu Cipto - Selasa, 01 September 2026
Profil Deputi Gubernur Senior BI Aida S Budiman, Eks Wadir Eksekutif IMF Jadi Orang Nomor Dua Bank Sentral
Indonesia
Destry Damayanti Telah Disetujui DPR Jadi Gubernur BI, Ini Tim Anyar Pimpinan BI
Komisi XI DPR RI telah menggelar uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) selama dua hari berturut-turut.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 28 Agustus 2026
Destry Damayanti Telah Disetujui DPR Jadi Gubernur BI, Ini Tim Anyar Pimpinan BI
Berita Foto
Aida S. Budiman Jalani Fit and Proper Test Calon Deputi Gubernur Senior BI di Komisi XI DPR
Calon Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Aida S. Budiman saat mengikuti uji kelayakan dan kepatutan bersama Komisi XI DPR di Jakarta, Rabu (26/8/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 26 Agustus 2026
Aida S. Budiman Jalani Fit and Proper Test Calon Deputi Gubernur Senior BI di Komisi XI DPR
Indonesia
Bakom Tegaskan tak Ada Niat Menempatkan BI di Bawah Pemerintah
Independensi tidak boleh mengorbankan koordinasi antarlembaga.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
Bakom Tegaskan tak Ada Niat Menempatkan BI di Bawah Pemerintah
Bagikan