BGN Tegaskan Pengadaan Motor Listrik MBG Sudah Direncanakan, Bukan Program Baru

Soffi AmiraSoffi Amira - Kamis, 09 April 2026
BGN Tegaskan Pengadaan Motor Listrik MBG Sudah Direncanakan, Bukan Program Baru

Kepala BGN, Dadan Hindayana. Foto: Dok. BGN

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan pengadaan motor listrik telah direncanakan dalam kerangka anggaran dan bukan program baru.

Kepala BGN, Dadan Hindayana mengatakan, bahwa hal itu menjadi bagian untuk mendukung operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya mobilitas Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi.

"Pengadaan motor listrik ini sudah direncanakan dalam anggaran tahun 2025 sebagai bagian dari dukungan operasional Program MBG," kata Dadan kepada wartawan di Jakarta, Rabu (9/4).

Ia menjelaskan, meskipun masuk dalam anggaran 2025, realisasi pengadaan secara administratif dan keuangan dilakukan pada 2026 karena mengikuti mekanisme resmi pemerintah.

Baca juga:

Viral Puiuhan Ribu Motor Listrik untuk MBG, Menkeu Purbaya: Dulu Pernah Kami Tolak

Menurut Dadan, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) telah mengajukan Surat Perintah Membayar (SPM) pada akhir 2025, sehingga anggaran masuk ke Rekening Penampungan Akhir Tahun Anggaran (RPATA).

Mekanisme ini mengacu pada PMK 84 Tahun 2025 dengan sistem pembayaran dua tahap, yakni 60 persen pada tahap pertama dan pelunasan setelah pekerjaan selesai 100 persen.

Namun, hingga batas akhir 20 Maret 2026, penyedia hanya mampu menyelesaikan 85,01 persen atau sebanyak 21.801 unit dari total 25.644 unit yang dikontrakkan.

Sisa dana yang telah ditampung pun dikembalikan ke kas negara. Dengan begitu, realisasi pengadaan motor listrik tercatat sebanyak 21.801 unit.

Baca juga:

BGN Buka Suara soal Video Viral Motor Listrik, Tegaskan untuk Operasional MBG

Dadan menegaskan, informasi yang menyebut jumlah mencapai 70 ribu unit tidak benar.

BGN juga menyatakan bahwa seluruh motor listrik yang diproduksi merupakan produk dalam negeri dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sebesar 48,5 persen. Produksi dilakukan di fasilitas manufaktur yang berlokasi di Citeureup, Jawa Barat.

Ia menambahkan, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung industri nasional melalui pemanfaatan produk dalam negeri.

Saat ini, seluruh unit kendaraan masih dalam proses penyelesaian administrasi sebagai Barang Milik Negara (BMN) sebelum didistribusikan kepada penerima manfaat.

Distribusi akan dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan operasional di masing-masing wilayah. (knu)

#Makan Bergizi Gratis #Motor Listrik #SPPG #Badan Gizi Nasional
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Lebih dari 2.000 Dapur MBG Ditutup Permanen, BGN Ungkap Penyebabnya
BGN kini sudah menutup lebih dari 2.000 dapur MBG. Alasannya karena SPPG tersebut tidak memenuhi syarat higiene.
Soffi Amira - Senin, 02 November 2026
Lebih dari 2.000 Dapur MBG Ditutup Permanen, BGN Ungkap Penyebabnya
Fun
PEVS 2026 Banjir Promo Kendaraan Listrik, Ada Cashback Rp 200 Juta hingga Diskon Rp 6 Juta
PEVS 2026 menghadirkan promo mobil dan motor listrik dari BAIC, MG, Chery, Wuling, ALVA, dan Polytron. Ada cashback hingga Rp 200 juta.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 31 Oktober 2026
PEVS 2026 Banjir Promo Kendaraan Listrik, Ada Cashback Rp 200 Juta hingga Diskon Rp 6 Juta
Indonesia
Biaya Operasional MBG Dibatasi Rp 3.000 per Porsi, BGN Ungkap Jaminan Kualitasnya
Dana operasional sebesar Rp 3.000 menggunakan mekanisme at cost, yakni berdasarkan biaya yang dikeluarkan.
Dwi Astarini - Kamis, 29 Oktober 2026
Biaya Operasional MBG Dibatasi Rp 3.000 per Porsi, BGN Ungkap Jaminan Kualitasnya
Indonesia
Masyarakat Bisa Lihat Langsung Proses Masak MBG
BGN membuka ruang pengawasan bagi seluruh pihak, termasuk orangtua siswa, petugas posyandu, dan guru.
Dwi Astarini - Kamis, 29 Oktober 2026
Masyarakat Bisa Lihat Langsung Proses Masak MBG
Indonesia
BGN Klaim Efisiensi Anggaran MBG Capai Rp 44 Triliun dalam 100 Hari
Efisiensi tersebut dilakukan melalui penataan penggunaan anggaran, evaluasi biaya operasional dapur, serta penguatan pengawasan keuangan.
Dwi Astarini - Kamis, 29 Oktober 2026
BGN Klaim Efisiensi Anggaran MBG Capai Rp 44 Triliun dalam 100 Hari
Indonesia
Mendagri Keluarkan SE, Kepala Daerah Bantu Awasi Program MBG
Salah satu bentuk pelibatan pemerintah daerah yakni inspeksi terhadap operasional SPPG.
Dwi Astarini - Kamis, 29 Oktober 2026
Mendagri Keluarkan SE, Kepala Daerah Bantu Awasi Program MBG
Indonesia
BGN Hentikan Operasional 6.100 Dapur MBG, Pengelola Belum Laporkan Dana Harian
BGN menghentikan operasional 6.100 dapur MBG karena laporan penggunaan dana harian belum dipenuhi. Sudaryono menegaskan persoalannya bukan kekurangan anggaran.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 29 Oktober 2026
BGN Hentikan Operasional 6.100 Dapur MBG, Pengelola Belum Laporkan Dana Harian
Indonesia
MBG Bakal Pakai Sistem Prasmanan, BGN Targetkan 10 Ribu SPPG hingga Akhir 2026
BGN mulai menerapkan MBG prasmanan. Sebanyak 10 ribu SPPG ditargetkan rampung hingga akhir 2026.
Soffi Amira - Kamis, 29 Oktober 2026
MBG Bakal Pakai Sistem Prasmanan, BGN Targetkan 10 Ribu SPPG hingga Akhir 2026
Indonesia
Kepala SPPG di Cirebon dan Bogor Dipecat Imbas Keracunan Siswa
Sudaryono mengungkapkan kasus keracunan di Bogor disebabkan pembelian bahan makanan jadi.
Dwi Astarini - Rabu, 28 Oktober 2026
Kepala SPPG di Cirebon dan Bogor Dipecat Imbas Keracunan Siswa
Indonesia
BGN Ungkap 3 Penyebab Dana Operasional SPPG untuk Program MBG Tidak Cair
BGN mengungkap tiga penyebab dana operasional SPPG untuk Program Makan Bergizi Gratis tidak cair, mulai dari pelaporan hingga penggunaan anggaran.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 27 Oktober 2026
BGN Ungkap 3 Penyebab Dana Operasional SPPG untuk Program MBG Tidak Cair
Bagikan