MerahPutih.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali jadi sorotan. Dalam kurun waktu 1–3 September 2026, dugaan keracunan massal terjadi di berbagai daerah: Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Barat, hingga Sulawesi Selatan.
Total sekitar 2.000 siswa, santri, guru, dan penerima manfaat mengalami gejala mulai dari mual, pusing, hingga diare, diduga akibat keracunan saat mengonsumsi menu MBG.
Baca juga:

Kepala BGN Sudaryono. (MP/Didik)
Sudah Ada Kasus Dugaan Keracunan MBG yang Disidik Polisi
Kondisi itu menjadi pukulan tersendiri bagi Badan Gizi Nasional. Kepala BGN Sudaryono mengungkapkan tidak menutup kemungkinan menyerahkan kasus ini ke ranah hukum.
Pidana atau tidaknya itu tergantung hasil penyelidikan aparat penegak hukum. Kami sangat terpukul, tapi tidak boleh menyerah. Insya Allah tata kelola akan kami perbaiki,
Kepala BGN Sudaryono.
Sudaryono menambahkan berdasarkan laporan yang diterimanya, sejumlah kasus gangguan itu telah masuk tahap penyidikan. Dilansir Antara, Kepala belum bersedia memerinci lokasi maupun kasus dugaan keracunan MBG yang sudah disidik polisi.
“Apakah ada yang tersangka atau tidak? Kita serahkan kepada hasil penyidikan atau penyelidikan oleh aparat penegak hukum di lapangan,” tandasnya.
Baca juga:
BGN Tetapkan Ketentuan Jam Kerja Kepala Dapur MBG, Wajib Hadir di Dini Hari
BGN Mau Pindah Kantor ke Grha Merah Putih, Karyawan Telkom Geser ke Gedung Belakang
Kronologi Kasus MBG 1–3 September
-
1 September – Sidoarjo, Jatim: Ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam dan siswa penerima MBG dari SPPG Kalitengah alami gangguan kesehatan. Hingga 3 September, korban tercatat 730 orang. Menu: nasi putih, telur orak-arik, tempe bumbu Bali, tumis buncis, baby corn, apel.
-
2 September – Nganjuk, Jatim: Puluhan siswa SMAN 3 Nganjuk alami gejala serupa. Sebagian dirawat di rumah sakit, sebagian pulang.
-
2 September – Agam, Sumbar: Awalnya 237 korban, berkembang jadi 334 orang (siswa, guru, penerima manfaat). Sampel makanan dikirim ke laboratorium.
-
3 September – Tana Toraja, Sulsel: Sekitar 150 orang alami gangguan kesehatan. Sampel makanan diperiksa.
-
3 September – Lasem, Rembang, Jateng: Kasus terbesar, 777 orang (752 siswa, 25 guru SMAN 1 Lasem) alami diare. Diduga akibat lauk ayam bakar yang kondisinya berubah. Kepala sekolah menyebut ayam “sudah berlendir” saat dibagikan.
Rekap Dugaan Keracunan MBG 1–3 September: Menu, Jumlah Siswa dan TKP
| Tanggal | Lokasi | Jumlah Korban | Menu Diduga Bermasalah | Status Penyelidikan |
|---|---|---|---|---|
| 1 Sept | Sidoarjo, Jatim | 730 | Telur orak-arik, tempe, apel | SPPG dihentikan |
| 2 Sept | Nganjuk, Jatim | Puluhan | MBG sekolah | Perawatan RS |
| 2 Sept | Agam, Sumbar | 334 | Sampel dikirim lab | SPPG dihentikan |
| 3 Sept | Tana Toraja, Sulsel | 150 | MBG sekolah | Sampel diperiksa |
| 3 Sept | Lasem, Rembang, Jateng | 777 | Ayam bakar | Evaluasi BGN |
| Total | 5 daerah | ±2.000 | Beragam menu MBG | Proses hukum berjalan |