Berstatus Tokoh Lokal, Partai Koalisi Tak Berikan Lampu Hijau TGB Dampingi Jokowi?
Presiden Jokowi bersama TGB Zainul Majdi di Mataram beberapa waktu lalu (Foto: ANTARA FOTO)
Merahputih.com - Peneliti Lingkaran Survei Indonesia Denny JA, Aji Al Farabi, menilai Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi sulit menjadi calon wakil presiden mendampingi Joko Widodo karena akan mendapat resistensi dari parpol koalisi.
"TGB masih muda, usianya baru 46 tahun. Kalau TGB menjadi cawapres saat ini, nantinya akan memiliki peluang besar maju sebagai capres pada Pemilu 2024," kata Aji Al Farabi saat dihubungi, Jumat (13/7).
Menurut Aji Al Farabi, hal ini yang menjadi salah satu faktor parti-partai politik mitra koalisi pendukung Joko Widodo akan resisten terhadap TGB Muhammad Zainul Majdi.
Selain itu, muncul persepsi bahwa parpol koalisi pendukung Jokowi menginginkan cawapres pendampingi Jokowi adalah tokoh senior yang berpengalaman. Sehingga tokoh ini nantinya tidak akan maju lagi sebagai capres pada Pemilu Presiden 2024.
"Sehingga semua parpol koalisi akan memiliki posisi start yang sama pada tahun 2024," katanya.
Di sisi lain, Aji juga mempertanyakan komunikasi pribadi antara TGB dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Aji melihat TGB tidak memiliki komunikasi yang baik dan intensif dengan Megawati. Padahal, Megawati adalah salah satu faktor penentu pemilihan cawapres untuk Jokowi.
Presiden Jokowi dan TGB berswafoto di Pantai Mandalika, Lombok (Foto: humaspemprovlombok.go.id)
Menurut Aji, kalau nama TGB disebut-sebut dalam bursa bakal cawapres yang akan mendampingi Joko Widodo karena Jokowi membutuhkan tokoh representasi muslim untuk menaikkan elektoralnya dari pemilih muslim yang mayoritas di Indonesia.
TGB Zainul Majdi, kata dia, adalah tokoh lokal di Nusa Tenggara Barat (NTB) yang berlatar belakang muslim. "TGB memiliki pengalaman sebagai Gubernur NTB dua periode dan namanya sudah sering dibicarakan dakam bursa politik nasional," katanya dikutip Antara.
Kalau TGB dipilih menjadi cawapres Jokowi, menurut dia, dapat memenuhi kriteria sebagai representasi muslim dan memiliki pengalaman sebagai gubernur. Namun, figur TGB harus dapat dierima oleh semua parpol koalisi pendukung Jokowi. "Ini yang menjadi tantangan bagi TGB," katanya. (*)
Bagikan
Angga Yudha Pratama
Berita Terkait
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Berwasiat Agar Gibran dan Kaesang Jadi Pasangan Capres-Cawapres di Pemilu 2029
Hadir Bawa Badan, Eks Menpora Dito Siap Diperiksa KPK soal Dampingi Jokowi Lobi Haji
Roy Suryo Ajukan Ahli Bedah Saraf hingga Pendeteksi Gambar ke Polda Metro, Tepis Penetapan Status Tersangka Dirinya
Ketua Komisi III DPR Sebut Restorative Justice Kasus Ijazah Jokowi, Bukti Implementasi KUHP Baru
Eggi Sudjana Ajukan RJ ke Polda, Kasus Hoaks Ijazah Jokowi Berpotensi Damai
Kuasa Hukum Jokowi: Terlalu Dini Simpulkan Restorative Justice usai Pertemuan dengan Eggi Sudjana
Jokowi Maafkan 2 Tersangka Kasus Ijazah Palsu, PSI: Proses Hukum Harus Tetap Berjalan
2 Tersangka Kasus Ijazah Palsu Kunjungi Rumah Jokowi di Solo, Apa Saja yang Dibahas?
Sidang Gugatan Ijazah Jokowi, Tergugat tak Bisa Tunjukkan Ijazah karena Dibawa Polda Metro
SBY Dibawa-bawa dalam Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Demokrat Tegaskan itu Fitnah