Bergaya Oposisi, PSI Sebut Jokowi Berikan Pendidikan Politik

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Senin, 04 Februari 2019
Bergaya Oposisi, PSI Sebut Jokowi Berikan Pendidikan Politik

Raja Juli Antoni Foto: Twitter/@psi_id

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni menanggapi tuduhan pihak oposisi yang menyebut Petahana Jokowi mulai ofensif terhadap lawan politik.

Menurut Antoni, sapaan akrabnya, Jokowi tidak sedang menyerang lawan dengan menyatakan pihak oposisi menggunakan 'propaganda Rusia', Firehouse of Falsehood.

Justru, kata dia, Petahana sedang memberikan pendidikan politik kepada rakyat agar dapat membedakan pemimpin yang optimis dan pemimpin yang pesimis.

"Pak Jokowi tidak ofensif. Pak Jokowi hanya melakukan pendidikan politik kepada rakyat agar rakyat bisa membedekan mana pemimpin yang optomis dan pesimis. Mana pemimpin yang grasa-grusu ketika menerima informasi mana pemimpin yang tertata dan tidak emosional," kata Antoni kepada wartawan, Senin (4/2).

Presiden Joko Widodo. (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)
Presiden Joko Widodo. (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)

Dia menjelaskan, Jokowi sendiri sudah berkali-kali mengingatkan agar dalam berkompetisi tidak menghalalkan segala cara, menyebar hoaks dan fitnah, ujaran kebencian yang dapat berdampak pada keutuhan berbangsa.

"Pak Jokowi tentu saja suka dengan kompetisi demokrasi tapi nafsu dan ambisi politik jangan menyebabkan pemimpin menghalalkan segala cara termasuk berbohong dan manipulatif dengan mengatakan selang cuci darah dipakai bergantian 40 kali. Karena nafsu politik Haiti dibilang ada di Afrika," tutur Antoni.

Terkait tudingan tersebut, wakil sekretaris tim pemenangan Jokowi-Ma'ruf mengingatkan agar publik tidak tertipu dengan manuver politik 'Firehouse of Falsehood'.

"Sekali lagi, Pak Jokowi hanya sedang melakukan pendidikan politik, agar hati-hati memilih pemimpin yang mengumbar retorika tapi tidak bisa kerja," pungkasnya.

Sebelumnya dikabarkan, petahana Jokowi dinilai mulai melakukan pola kampanye ofensif dengan menuding kubu Prabowo-Sandi menggunakan konsultan asing dalam berkampanye.

Jokowi juga menyatakan ada pihak tertentu atau tim sukses yang menggunakan propaganda Rusia (Firehouse of Falsehood) untuk memenangkan pemilu.

Gaya komunikasi inilah yang dinilai kubu Prabowo-Sandi sebagai 'rasa oposisi'. Sementara, Jokowi adalah petahana yang kembali mencalonkan diri di Pilpres 2019. (Fdi)

#Pilpres 2019 #Raja Juli Antoni
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Berita Foto
Menhut Raja Antoni Dampingi Wapres Gibran Tinjau Penanganan Karhutla Kalbar
Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka didampingi Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Antoni meninjau karhutla di Kubu Raya, Kamis (10/9/2026) malam.
Didik Setiawan - Jumat, 11 September 2026
Menhut Raja Antoni Dampingi Wapres Gibran Tinjau Penanganan Karhutla Kalbar
Berita Foto
Penegakan Hukum Karhutla, Menhut Raja Antoni Segel Lokasi di Lapangan
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Antoni melakukan penyegelan di lokasi karhutla di Desa Sungai Awan Kiri, Kalimantan Barat, Selasa (8/9/226).
Didik Setiawan - Rabu, 09 September 2026
Penegakan Hukum Karhutla, Menhut Raja Antoni Segel Lokasi di Lapangan
Indonesia
Asap Tebal Ganggu Jarak Pandang, Pesawat Menhut Raja Juli Gagal Mendarat di Kalbar  
Pesawat yang membawa Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni bersama rombongan gagal mendarat di Bandara Supadio, Kubu Raya, Kamis (3/9), karena jarak pandang hanya sekitar 100 meter.
Wisnu Cipto - Kamis, 03 September 2026
Asap Tebal Ganggu Jarak Pandang, Pesawat Menhut Raja Juli Gagal Mendarat di Kalbar  
Berita Foto
Menhut Raja Antoni Tegaskan Penegakan Hukum Karhutla, 6 Perusahaan Kalimantan Kena Sanksi
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Antoni menghadiri Rakor Penanganan Karhutla di Palembang, Sumatera Selatan, Senin (31/8/2026).
Didik Setiawan - Senin, 31 Agustus 2026
Menhut Raja Antoni Tegaskan Penegakan Hukum Karhutla, 6 Perusahaan Kalimantan Kena Sanksi
Berita Foto
Menhut Raja Antoni Apresiasi Penanganan Karhutla di Riau, Jadi Contoh Baik
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni berbincang dengan petugas saat meninjau penanganan Karhutla di Kerumutan, Kab Pelalawan, Riau, Jumat (28/8/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 28 Agustus 2026
Menhut Raja Antoni Apresiasi Penanganan Karhutla di Riau, Jadi Contoh Baik
Berita Foto
Tinjau Karhutla Berau, Menhut Raja Antoni Pastikan Habitat Orangutan Terlindungi
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni berbincang dengan petugas saat meninjau penanganan Karhutla di Berau, Kalimantan Timur, Rabu (26/8/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 26 Agustus 2026
Tinjau Karhutla Berau, Menhut Raja Antoni Pastikan Habitat Orangutan Terlindungi
Indonesia
Modifikasi Cuaca Dilakukan 27-20 Agustus, Alasan Menhut Raja Juli Prioritaskan Jambi
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni prioritaskan OMC di Jambi karena risiko kebakaran lahan gambut. Luas lahan terbakar sudah 916 hektare
Wisnu Cipto - Selasa, 25 Agustus 2026
Modifikasi Cuaca Dilakukan 27-20 Agustus, Alasan Menhut Raja Juli Prioritaskan Jambi
Berita Foto
Menhut Raja Antoni Turun ke Kalbar, Tindaklanjuti Arahan Presiden Prabowo
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni berbincang dengan petugas saat meninjau penanganan karhutla di Kalimantan Barat, Senin (24/8/2026).
Didik Setiawan - Senin, 24 Agustus 2026
Menhut Raja Antoni Turun ke Kalbar, Tindaklanjuti Arahan Presiden Prabowo
Indonesia
PKB Sentil Menhut Raja Juli: Karhutla tak Cukup Ditangani dengan Pemadaman
PKB menyoroti Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni. Ia diminta tak hanya cosplay damkar, tetapi ikut melakukan pembenahan.
Soffi Amira - Senin, 24 Agustus 2026
PKB Sentil Menhut Raja Juli: Karhutla tak Cukup Ditangani dengan Pemadaman
Berita Foto
Menhut Raja Antoni Tinjau Karhutla Kalsel: Api Sudah Tak Terlihat, Gambut Masih Berasap
Menteri Kehutanan, Raja Antoni saat meninjau lokasi karhutla di Penggalaman, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Minggu (23/8/2026).
Didik Setiawan - Senin, 24 Agustus 2026
Menhut Raja Antoni Tinjau Karhutla Kalsel: Api Sudah Tak Terlihat, Gambut Masih Berasap
Bagikan