Bercerita dengan Teman Dekat Bisa Kurangi Keinginan Bundir
Bicara dengan seseorang bisa kurangi rasa sepi. (Foto: Unsplash/Priscilla)
PUNYA teman tentu saja memiliki banyak kelebihan, terutama bila ia mengerti akan kondisi psikologi yang kita miliki. Karena, dukungan emosional orang terdekat dengan mengajak bercerita tentang masalah yang dihadapi penting untuk membantu melepaskan beban emosional. Termasuk keinginan mereka yang ingin mengakhiri hidup atau bunuh diri (bundir).
“Mereka mungkin bisa memberikan perspektif baru, nasihat yang berharga, atau bahkan membantu mencari solusi bersama,” ucap Psikolog Klinis Forensik lulusan Universitas Indonesia A. Kasandra Putranto S. Psi, seperti dikutip dari Antara, Selasa (19/9).
Baca juga:
Bukan Tindakan Egois, Bunuh Diri Bukanlah Sebuah Pilihan
Lebih lanjut, Kasandra menuturkan bila bundir terjadi ketika seseorang mengalami ketidakmampuan untuk terhubung secara sosial dengan orang lain (terisolasi) dan ketidakmampuan untuk mengatasi situasi hidup yang menyebabkan beban emosional yang berlebihan.
Menurut teori J. S House, K. R. Landis & D Umberson juga menjelaskan bila mendengakan dan berbicara dengan seseorang dipercaya bisa membantu meredakan stres dan memberikan perspektif baru.
Selain itu, mempertahankan komunikasi terbuka dalam keluarga juga membantu anggota keluarga merasa nyaman dalam berbagai perasaan dan kesulitan mereka. Kasandra menerangkan dalam studi yang dilakukan oleh Holt-Lunstad pada 2017 silam menyebutkan bila komunikasi terbuka dalam keluarga bisa meningkatkan kesejahteraan emosional dan mengurangi risiko depresi.
Penting untuk mengutamakan diri sendiri dan menjaga kesehatan mental merupakan hal peting yang bisa dilakukan dengan cara mencari kegiatan-kegiatan yang menyenangkan pikiran dan juga berguna bagi kesehatan tubuh.
“Mengedukasi diri tentang depresi atau masalah kesehatan mental lainnya juga bisa membantu keluarga memahami kondisi tersebut dan memberikan dukungan yang lebih baik,” lanjut Kasandra.
Baca juga:
Cara Menjaga Orang dengan Kecenderungan Bunuh Diri Tetap Aman
Terkait ramainya kasus bunuh diri di Indonesia di 2023, Kasandra mengatakan pengaruh situasi lingkungan masyarakat, budaya, dan profil psikologis sangat terkait dengan keputusan seseorang untuk melakukan bunuh diri. Sumber tekanan dan kemampuan untuk menghadapinya akan menentukan sejauh mana individu akan merespons dengan stres.
Maka dari itu, diperlunya meningkatkan kesadaran dan kepekaan terhadap anggota keluarga dan masyarakat sekitar, terhadap perubahan perilaku pada diri orang-orang di sekitar. Mengenali perubahan seseorang diharapkan bisa membantu mereka untuk mengurungkan niat dengan melibatkan profesional untuk penanganan medis dan psikologis. (Far)
Baca juga:
Bagikan
Berita Terkait
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
2 Juta Anak Alami Gangguan Kesehatan Mental, Kemenkes Buka Layanan healing 119.id Cegah Potensi Bunuh Diri
Hasil Cek Kesehatan Gratis: 2 Juta Anak Indonesia Alami Gangguan Kesehatan Mental
Ibu Negara Prancis Brigitte Macron Disebut Kena Gangguan Kecemasan karena Dituduh sebagai Laki-Laki
Self-Care Menjadi Ruang Ekspresi dan Refleksi bagi Perempuan, Penting untuk Jaga Kesehatan Mental
The Everyday Escape, 15 Menit Bergerak untuk Tingkatkan Suasana Hati
Smart Posyandu Difokuskan untuk Kesehatan Jiwa Ibu setelah Melahirkan
Kecemasan dan Stres Perburuk Kondisi Kulit dan Rambut
Menyembuhkan Luka Batin lewat Kuas dan Warna: Pelarian Artscape Hadirkan Ruang Aman untuk Gen Z Hadapi Stres