Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Bercerita dengan Teman Dekat Bisa Kurangi Keinginan Bundir

Febrian AdiFebrian Adi - Minggu, 01 Oktober 2023
Bercerita dengan Teman Dekat Bisa Kurangi Keinginan Bundir

Bicara dengan seseorang bisa kurangi rasa sepi. (Foto: Unsplash/Priscilla)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PUNYA teman tentu saja memiliki banyak kelebihan, terutama bila ia mengerti akan kondisi psikologi yang kita miliki. Karena, dukungan emosional orang terdekat dengan mengajak bercerita tentang masalah yang dihadapi penting untuk membantu melepaskan beban emosional. Termasuk keinginan mereka yang ingin mengakhiri hidup atau bunuh diri (bundir).

“Mereka mungkin bisa memberikan perspektif baru, nasihat yang berharga, atau bahkan membantu mencari solusi bersama,” ucap Psikolog Klinis Forensik lulusan Universitas Indonesia A. Kasandra Putranto S. Psi, seperti dikutip dari Antara, Selasa (19/9).

Baca juga:

Bukan Tindakan Egois, Bunuh Diri Bukanlah Sebuah Pilihan

Bundir terjadi ketika seseorang mengalami ketidakmampuan untuk terhubung secara sosial dengan orang lain (terisolasi). (foto: Unsplash/Priscilla)

Lebih lanjut, Kasandra menuturkan bila bundir terjadi ketika seseorang mengalami ketidakmampuan untuk terhubung secara sosial dengan orang lain (terisolasi) dan ketidakmampuan untuk mengatasi situasi hidup yang menyebabkan beban emosional yang berlebihan.

Menurut teori J. S House, K. R. Landis & D Umberson juga menjelaskan bila mendengakan dan berbicara dengan seseorang dipercaya bisa membantu meredakan stres dan memberikan perspektif baru.

Selain itu, mempertahankan komunikasi terbuka dalam keluarga juga membantu anggota keluarga merasa nyaman dalam berbagai perasaan dan kesulitan mereka. Kasandra menerangkan dalam studi yang dilakukan oleh Holt-Lunstad pada 2017 silam menyebutkan bila komunikasi terbuka dalam keluarga bisa meningkatkan kesejahteraan emosional dan mengurangi risiko depresi.

Penting untuk mengutamakan diri sendiri dan menjaga kesehatan mental merupakan hal peting yang bisa dilakukan dengan cara mencari kegiatan-kegiatan yang menyenangkan pikiran dan juga berguna bagi kesehatan tubuh.

“Mengedukasi diri tentang depresi atau masalah kesehatan mental lainnya juga bisa membantu keluarga memahami kondisi tersebut dan memberikan dukungan yang lebih baik,” lanjut Kasandra.

Baca juga:

Cara Menjaga Orang dengan Kecenderungan Bunuh Diri Tetap Aman

Penting untuk mengutamakan diri sendiri dan menjaga kesehatan mental. (Foto: Unsplash/Priscilla)

Terkait ramainya kasus bunuh diri di Indonesia di 2023, Kasandra mengatakan pengaruh situasi lingkungan masyarakat, budaya, dan profil psikologis sangat terkait dengan keputusan seseorang untuk melakukan bunuh diri. Sumber tekanan dan kemampuan untuk menghadapinya akan menentukan sejauh mana individu akan merespons dengan stres.

Maka dari itu, diperlunya meningkatkan kesadaran dan kepekaan terhadap anggota keluarga dan masyarakat sekitar, terhadap perubahan perilaku pada diri orang-orang di sekitar. Mengenali perubahan seseorang diharapkan bisa membantu mereka untuk mengurungkan niat dengan melibatkan profesional untuk penanganan medis dan psikologis. (Far)

Baca juga:

Bukan Tindakan Egois, Bunuh Diri Bukanlah Sebuah Pilihan

#Kesehatan Mental
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Makin Banyak Warga Jakarta Cek Kesehatan Jiwa, Kesehatan Mental Jadi Penting
Selama ini, kesehatan mental masih belum ditempatkan sebagai salah satu prioritas dalam sistem membangun kesehatan daera
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 02 Juli 2026
Makin Banyak Warga Jakarta Cek Kesehatan Jiwa, Kesehatan Mental Jadi Penting
ShowBiz
Yacko Rilis 'Unbreakable Me', Jadi Anthem Perempuan Bangkit dan Lawan Trauma
Yacko merilis 'Unbreakable Me', anthem tentang pemulihan kesehatan mental perempuan. Lagu ini juga jadi bagian kampanye di Sydney Marathon 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 29 April 2026
Yacko Rilis 'Unbreakable Me', Jadi Anthem Perempuan Bangkit dan Lawan Trauma
Lifestyle
Jangan Dianggap Sepele, Stigma Menstruasi Bisa Ganggu Kesehatan Mental
Psikiater mengungkap stigma dan ejekan saat menstruasi bisa memicu tekanan mental. Perempuan didorong berani membela diri dan memahami kondisi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 April 2026
Jangan Dianggap Sepele, Stigma Menstruasi Bisa Ganggu Kesehatan Mental
Lifestyle
Bukan Sekadar PMS, PMDD Bisa Berdampak Serius hingga Picu Depresi Berat
PMDD adalah gangguan menjelang haid yang lebih berat dari PMS. Psikiater ingatkan gejalanya bisa picu depresi hingga butuh penanganan serius.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 21 April 2026
Bukan Sekadar PMS, PMDD Bisa Berdampak Serius hingga Picu Depresi Berat
Indonesia
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Menurut pihak Kemenkes, baliho itu berpotensi memicu peniruan tindakan bunuh diri, terutama di tengah tren kenaikan signifikan angka kematian di Indonesia.
Dwi Astarini - Selasa, 07 April 2026
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Indonesia
Promosi Film Horor "Aku Harus Mati" Dinilai Berdampak Buruk Bagi Kesehatan Mental Anak dan Remaja P
Sekitar 10 persen remaja mengalami gangguan kesehatan mental. Pada remaja dengan kerentanan psikologis seperti mereka, baliho film semacam "Aku Harus Mati" bisa memunculkan gagasan yang membahayakan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 07 April 2026
Promosi Film Horor
Indonesia
Hasil CKG, Ratusan Ribu Anak Diketahui Alami Cemas dan Depresi
Saat ini pemerintah juga mempercepat pemenuhan tenaga psikolog klinis di Puskesmas yang jumlahnya masih terbatas,
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 09 Maret 2026
Hasil CKG, Ratusan Ribu Anak Diketahui Alami Cemas dan Depresi
Dunia
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Sekitar 2 persen orang dewasa di Indonesia mengalami masalah kesehatan mental.
Wisnu Cipto - Kamis, 08 Januari 2026
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Olahraga
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
Raphael Varane mengaku dirinya mengalami depresi saat masih membela Real Madrid. Ia menceritakan itu saat wawancara bersama Le Monde.
Soffi Amira - Rabu, 03 Desember 2025
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
Indonesia
2 Juta Anak Alami Gangguan Kesehatan Mental, Kemenkes Buka Layanan healing 119.id Cegah Potensi Bunuh Diri
Kemenkes membuka layanan healing 119.id bagi warga yang mengalami stres, depresi atau memiliki keinginan bunuh diri.
Wisnu Cipto - Kamis, 30 Oktober 2025
2 Juta Anak Alami Gangguan Kesehatan Mental, Kemenkes Buka Layanan healing 119.id Cegah Potensi Bunuh Diri
Bagikan