MerahPutih Megapolitan - Ada-ada saja tingkah laku seorang penumpang yang membuat ulah saat berada di dalam pesawat Batik Air ID6870 dengan Rute Jakarta-Palembang. Pria berinisial YUS Asal Condet Timur, Jakarta Timur, mengaku membawa bom dalam ranselnya. Ia mengatakan itu saat ditanya seorang pramugari karena YUS tampak keberatan meletakkan ransel ke dalam kabin pesawat.
Dalam keterangannya kepada awak media, Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta, Komisaris Besar CH Pattopoi, Rabu (29/5), memaparkan, ketika akan menaikkan tas ransel di kabin, wirausahawan itu terlihat keberatan. Pramugari pun menanyakan kepadanya ihwal isi ransel itu. YUS pun menjawab bahwa isi ransel adalah bom. Pramugari langsung melaporkan jawaban YUS ke pilot, kemudian dilaporkan lagi ke Avsec.
"Sesuai SOP penerbangan, semua penumpang diturunkan ke Gate C5 dan yang bersangkutan diamankan ke ruang Avsec Lion di Gate A5," ucap Komisaris Besar CH Pattopoi.
Saat YUS diperiksa oleh Satuan Reserse Kriminal Polres Bandara dan PPNS Otoritas Bandara, ia mengaku bahwa pernyataannya tersebut hanyalah candaan saat menjawab pertanyaan pramugari.
"Ia mengaku, ucapannya itu keluar secara spontan saat menjawab dan mengaku khilaf. Ia sudah meminta maaf atas tindakannya," kata Komisaris Besar CH Pattopoi
Tas Ransel YUS pun dipindai ulang dengan sinar X. Hasilnya, isi dari ranselnya adalah pakaian, laptop, alat mandi, dan charger ponsel. Akhirnya YUS dilarang mengikuti penerbangan tersebut.
Ditambahkan pula oleh Komisaris Besar CH Pattopoi, akibat ulah YUS, penerbangan sempat tertunda, dilakukan pada pukul 09.00 WIB. Yus pun telah disanksi sementara.
"YUS pun mendapat sanksi larangan terbang. Sampai saat ini masih ditangani oleh PPNS Otoritas Bandara," tutup Komisaris Besar CH Pattopoi. (man)
Baca Juga:
Peneror Bom TVRI Jambi yang Ngaku Anggota ISIS Berhasil Ditangkap