Berbagai Indikator COVID-19 Membaik, Lonjakan Kasus Usai Lebaran Tidak Terjadi

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Kamis, 19 Mei 2022
Berbagai Indikator COVID-19 Membaik, Lonjakan Kasus Usai Lebaran Tidak Terjadi

Vaksinasi COVID-19. (Foto: Sekretariat Presiden))

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kabar baik disampaikan tim Satgas COVID-19 nasional. Mereka menyebut, tanda-tanda lonjakan kasus COVID-19 pascalibur panjang Lebaran 2022 tak terlihat.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito menjelaskan, kenaikan mobilitas saat ini berbanding terbaik dengan penularan kasus positif COVID-19 yang dapat ditekan.

Baca Juga:

Syarat Teranyar Naik Kereta Api Tanpa Tes COVID-19

"Ini adalah kabar baik yang penting untuk terus dipertahankan kedepannya," imbuh Wiku dalam keterangan pers, Kamis (19/8).

Wiku mengklaim, dari kondisi kasus di tingkat nasional, Indonesia terus menunjukkan perbaikan pada indikator kasus aktif dan kesembuhan dengan angka diatas rata-rata dunia.

Di tingkat nasional trennya tetap menunjukkan penurunan yang baik menjadi 0,08 persen pada pekan terakhir dan lebih rendah sekitar 4 persen di bawah rata-rata dunia. Data per 8 Mei, jumlahnya terdapat 6 ribu orang penderita COVID-19, namun, per 15 Mei turun menjadi sekitar 4.700 orang.

Indikator lainnya yaitu kematian. Baik persentase maupun jumlah kematian di Indonesia cenderung tetap dibandingkan pekan sebelumnya, yaitu 2,59 persen. Sementara jumlah orang meninggal rata-rata dalam 3 bulan terakhir terus menurun dan saat ini rata-ratanya di angka 13 kasus.

Indikator berikutnya adalah, kesembuhan. Dibanding pekan lalu, terjadi peningkatan jumlah orang sembuh pada level nasional. Di minggu ini, terdapat sekitar 3.600 orang sembuh, dengan persentasenya sebesar 97,34 persen.

Jika dibandingkan dengan dunia, Indonesia masih bertahan sekitar 3 persen di atas rata-rata dunia. Disamping itu, perlu juga mencermati detail pada kasus aktif pada 34 Provinsi.

Saat ini, 18 provinsi diantaranya, menunjukkan penurunan sehingga menunjukkan sudah semakin rendahnya potensi penularan di tengah masyarakat. Hal ini, didukung penanganan pasien yang baik sehingga orang yang tertular segera sembuh.

Hanya saja, pada 16 Provinsi lainnya masih menunjukkan kenaikan kasus aktif. Bahkan, pekan ini jumlahnya lebih banyak dibanding pekan lalu sebanyak enam provinsi.

Kenaikan terjadi sebagian adalah provinsi tujuan mudik atau asal pemudik terutama pada tiga provinsi yang menjadi terbesar dalam tujuan dan asal pemudik, yakni DKI Jakarta, Banten dan Jawa Timur. Namun, terdapat kabar baiknya dari provinsi-provinsi yang saat ini teramati. Bahwa kenaikannya belum merupakan lonjakan kasus yang signifikan.

RSD Wisma Atlet Kemayoran. (Foto: Antara)
RSD Wisma Atlet Kemayoran. (Foto: Antara)

Meski demikian, adanya kenaikan harus segera ditekan dengan kedisiplinan menjalankan protokol kesehatan yang menjadi kunci terkendalinya kasus.

"Upaya ini juga perlu diperkuat dengan kesadaran tinggi untuk dites apabila memiliki riwayat perjalanan jarak jauh, riwayat mengunjungi lokasi keramaian, serta merasa kurang sehat dan bergejala," tambah Wiku.

Wiku meminta kepada para kepala daerah dari provinsi-provinsi yang disebutkan sebelumnya harus segera mencegah terjadinya kenaikan kasus yang lebih tinggi lagi.

"Upayakan menggencarkan testing, tracing, dan treatment tetap dilaluka. Sementara, masyarakat juga dimohon tetap disiplin protokol kesehatan dan kesadaran tinggi untuk dites," ungkapnya. (Knu)

Baca Juga:

Sehari Pelonggaran Masker, 327 Kasus Baru COVID-19 Ditemukan

#COVID-19 #Kasus COVID-19 #PPKM #Satgas COVID-19 #Vaksinasi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Olahraga
Aib Saat di Arsenal Terbongkar, Karier Kapten Timnas Swiss Granit Xhaka di Ujung Tanduk
Terjerat skandal sertifikat COVID-19 palsu, Kapten Swiss Granit Xhaka akui kesalahannya dan mundur dari Timnas. Simak kronologi dan ancaman hukumannya di sini!
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Aib Saat di Arsenal Terbongkar, Karier Kapten Timnas Swiss Granit Xhaka di Ujung Tanduk
Lifestyle
Vaksin HPV Mulai Menyasar Siswa Laki-Laki, Ini 3 Manfaatnya Bagi Kesehatan
HPV merupakan kelompok virus yang dapat menginfeksi kulit dan selaput lendir
Angga Yudha Pratama - Senin, 10 Agustus 2026
Vaksin HPV Mulai Menyasar Siswa Laki-Laki, Ini 3 Manfaatnya Bagi Kesehatan
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] :Bayi di Bekasi Alami Radang Orak karena Disuntik Vaksin Petugas Kesehatan
Kondisi radang otak yang dialami bayi tersebut tidak berkaitan dengan vaksin yang diberikan.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
[HOAKS atau FAKTA] :Bayi di Bekasi Alami Radang Orak karena Disuntik Vaksin Petugas Kesehatan
Indonesia
Waspada Ledakan COVID-19 Cicada, Varian Baru Incar Anak Tanpa Vaksin di 25 Negara Dunia
Nurhadi mengingatkan pemerintah agar tidak hanya fokus pada masuknya varian ke tanah air, tetapi lebih menekankan pada kekuatan kapasitas deteksi dini
Angga Yudha Pratama - Rabu, 08 April 2026
Waspada Ledakan COVID-19 Cicada, Varian Baru Incar Anak Tanpa Vaksin di 25 Negara Dunia
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Video Perencanaan Pandemi COVID-19 dari Epstein Files Viral di Media Sosial
Konten itu ternyata merupakan bagian dari materi promosi rumah sakit yang berlokasi di Be’er Ya’akov, Israel.
Dwi Astarini - Kamis, 19 Februari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Video Perencanaan Pandemi COVID-19 dari Epstein Files Viral di Media Sosial
Indonesia
DKI Jakarta Masih Aman dari Super Flu, Vaksinasi Influenza Disiapkan
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan belum ada kasus Super Flu di Jakarta. Pemprov menyiapkan langkah pencegahan dan layanan vaksinasi influenza.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 09 Januari 2026
DKI Jakarta Masih Aman dari Super Flu, Vaksinasi Influenza Disiapkan
Berita Foto
Melihat Penyuntikan Vaksinasi Influenza Flubio untuk Cegah Super flu bagi Warga di Jakarta
Dokter memberikan vaksin influenza Flubio kepada warga di Klinik Pratama Aisyah, Taman Sari, Jakarta, Rabu (7/1/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Januari 2026
Melihat Penyuntikan Vaksinasi Influenza Flubio untuk Cegah Super flu bagi Warga di Jakarta
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Lifestyle
PDPI Beberkan Dosa-Dosa Gaya Hidup Pemicu ISPA dan Cara Menghindarinya Tanpa Ribet
Secara umum, kalau makanan cukup bergizi maka sudah baik
Angga Yudha Pratama - Rabu, 22 Oktober 2025
PDPI Beberkan Dosa-Dosa Gaya Hidup Pemicu ISPA dan Cara Menghindarinya Tanpa Ribet
Indonesia
Penanganan Penyakit Tuberculosis Bakal Contoh Pola Pandemi COVID-19
Salah satu fokus dalam penanganan Tb adalah memperluas skrining atau deteksi dini. Masyarakat diimbau untuk tidak takut melakukan pemeriksaan, karena TBC dapat disembuhkan dengan pengobatan yang konsisten.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 17 Oktober 2025
Penanganan Penyakit Tuberculosis Bakal Contoh Pola Pandemi COVID-19
Bagikan